h1

Tentang Hari Valentine

16 February 2007

DIBALIK HARI VALENTINE

Valentine, dikenal sebagai hari kasih sayang. Tidak banyak orang tahu apa sebenarnya dibalik lahirnya hari Valentine tersebut. Dari beberapa sumber yang dapat saya kumpulkan akhirnya dapat diceritakan dibawah ini:

Hari Valentine merupakan hari perayaan Santo Valentinus yang ditetapkan oleh Paus Gelasius I (462-496) pada tahun 496 sebagai hari penyucian. Tetapi pada kenyataanya Santo Valentinus yang dirayakan pada Hari Valentine tersebut (14 Februari) tidak jelas kisahnya. Bahkan sebenarnya Paus Galesius I sendiri, menyatakan tidak banyak yang tahu tentang Santo Valentinus, tetapi perayaan tersebut tetap ditetapkan. Dari data Catholic Encyclopaedia 1908 sedikitnya ada 3 orang martir atau santo yang bernama Valentinus pada abad itu, seorang pastur di Roma, yang lain seorang uskup di Interamna, yang lain lagi seorang di Afrika yang masih dalam wilayah kekuasaan Romawi. Ketiganya tidak berhubungan dengan kisah penyucian apalagi kisah romantis. Selain itu ada seorang yang bukan martir atau santo dan tidak masuk dalam hitungan gereja tetapi juga bernama Valentinus dan cukup berpengaruh dengan teori cinta kasihnya, ia adalah seorang calon uskup Roma yang mengajarkan tentang ajaran Gnostic dimana ajaran tersebut mengajarkan cinta kasih yang jauh berbeda dengan cinta kasih yang diajarkan gereja. Sex menempati porsi yang istimewa, orgasme adalah jalan mengenal Allah, bahkan si Valentinus menetapkan sakramen tambahan yaitu, sakramen “ranjang pelaminan”. Jadi sebenarnya tidak jelas siapa yang dimaksud dengan Santo Valentinus yang dirayakan pada hari Valentine tersebut yang pada awalnya merupakan hari penyucian.

Setelah abad ke-14 mulailah kisah tentang Santo Velentinus diceritakan sebagai kisah yang romantis dan kisah tersebut diceritakan terus sampai hari ini, dan orang mulai mengasosiasikan hari Valentine sebagai hari kasih sayang bukan lagi hari penyucian. Beberapa kisah yang terkenal adalah tentang Santo Valentinus yang menikahkan para pemuda dan pemudi yang jatuh cinta pada jaman Kaisar Claudius II (268-270), dimana pada saat itu dilarang untuk menikah karena melemahkan pasukannya. Tentang surat yang bertuliskan “dari Velentinusmu” yang diceritakan berbagai versi yang dianggap sebagai kertu Valentine pertama didunia. Ada yang cerita bahwa surat itu ditulis untuk teman-temannya, ada yang cerita tentang sipir penjara yang mendapat mujizat dan ditobatkan dan ada juga cerita surat itu untuk seorang cewek yang dikenalnya di penjara, yang menjadi kekasihnya sebelum meninggal sebagai martir. Ada juga yang cerita unik tentang saat burung-burung mencari pasangan kawin pada hari itu dan banyak lagi cerita lainnya yang pada pada kenyataanya merupakan legenda karena sampai saat ini tidak pernah terbukti kebenarannya.

Akhirnya pada tahun 1969 hari raya Santo Valentinus yang romantis tersebut dihapus dari kelander gereja, yang merupakan bagian dari usaha gereja untuk menghapus santo dan santa yang asal-usul dan kebenarannya dipertanyakan dan hanya berdaraskan legenda.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus Dia Via Tibertinus dekat Roma, yang dinyatakan sebagai jenazah dari Santo Valentinus yang romantis. Diberikan kepada gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia oleh Paus Gregorius XVI (1831-1846) pada tahun 1836. Kemudian pada tahun 1960 direnovasi dan ditaruh dalam sebuah peti emas untuk muda-mudi yang berziarah. Kebenaran klaim tersebut masih menjadi pertanyaan.

Beberapa orang ahli memperkirakan Paus Galesius I menetapkan hari Santo Valentinus pada tanggal 14 Februari tersebut merupakan usaha untuk menetralkan hari raya Lupernicus yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Penetralan seperti ini biasa dilakukan oleh gereja pada masa-masa itu, termasuk juga hari Natal. Hari raya Lupernicus merupakan hari raya orang Romawi yang didasari kepercayaan metologi Romawi Kuno untuk menghormati Lupercus, Dewa Pan atau Faunus (banyak nama lainnya) dimana pada tanggal 15 Februari kuilnya didirikan. Dalam hari raya tersebut mereka memohonkan pemurnian (arti nama bulan Februari adalah pemurnian, nama 12 bulan yang kita kenal memang diambil dari metologi Romawi) agar mendapatkan kesuburan dan kemakmuran. Hari raya tersebut diperingati di dekat gua Lupercal di Bukit Palatine (salah satu dari tujuh bukit di Roma) dengan mengorbankan dua ekor kambing betina dan seekor anjing dan upacara-upacara ritual lainnya yang dilakukan oleh pedetanya yang disebut Luperci yang dipercaya sebagai “saudara dari serigala”. Luperci menggunakan pakian dari kulit kambing separuh badan dan memohonkan kesuburan dan kemakmuran pada muda-mudi.

Cerita tentang hari Lupernicus juga sering dihubungkan dengan kisah Romulus dan Remus, saudara kembar yang menjadi bapa pendiri Roma, anak dari hasil pemerkosaan Dewa Perang, Mars dengan wanita bangsawan yang melayani di kuil Dewi Vesta. Romulus dan Remus dipelihara oleh serigala berwujud wanita dalam goa Lupercal di bukit Palatine tersebut. Tetapi sebenarnya kisah ini tidak berhubungan dengan perayaan Lupernicus, sebab perayaan tersebut jauh lebih tua dari pada lahirnya legenda Romulus dan Remus di gua Lupercal tersebut.

Lupercus atau Dewa Pan, sebutannya dalam metologi Yunani sering diasosiasikan dengan keperkasaan dan seksualitas seperti halnya Setan Icubus yang penuh dengan hawa nafsu sexual. Pan digambarkan manusia berkaki kambing dan bertanduk dua, selalu membawa seruling pipanya, dianggap sebagai dewa padang rumput dan kayu, pelindung para gembala dari serigala dan binatang buas lainnya. Ada tiga versi catatan tentang asal-usulnya, ia dikisahkan sebagai anak Harmes, ada juga yang mencatat sebagai anak Zeus. Dongeng tentangnya yang menonjol adalah kisah cintanya dengan Arcadian dan tentang serulingnya melawan dewa musik dan dewa cahaya, Apollo. Ia juga merupakan satu-satunya dewa yang dikisahkan mati. Kata “panic” berasal dari metologi ini juga, dimana saat lahir terjadi kepanikan karena bentuk fisiknya yang tidak wajar.

Hari Lupernicus lama kelamaan menjadi tidak berarti sejak ditetapkannya hari Valentine. Sampai hari ini, hari Lurpernicus sudah tidak pernah didengar lagi sebagai gantinya, di bulan Februari orang-orang merayakan hari Valentine tetapi bukan lagi untuk penyucian atau pemurnian tetapi sebagai hari kasih sayang.

Demikian juga dengan keberadan malaikat kecil yang membawa anak panah bernama Cupid disetiap atribut Valentine. Tidak jelas sejak kapan Cupid ini muncul di hari Valentine dan juga tidak banyak orang tahu siapa Cupid tersebut. Cupid (Cupido) adalah nama Dewa Erotisme (Eros) dari metologi Romawi kuno. Nama lainnya adalah Amor atau Kama. Ada beberapa versi tentang asal usulnya, beberapa catatan menyebutkan anak dari Dewa Harmes dengan Dewi Diana (Artemis), Dewa Harmes dengan Dewi Venus (Aphrodite), Dewa Perang, Mars dengan Dewi Venus. Konon menurut legenda, kekuatannya melebihi Dewi Cinta, Venus, ibunya sejak Cupid bekuasa atas orang-orang mati di Hades. Jadi sebenarnya cupid tidak lucu atau imut sama sekali, ia adalah Dewa Erotisme dengan anak panahnya, lebih kuat dari pada Dewi Cinta.

Sungguh berbeda jauh jika kita melihat hari Valentine jaman sekarang, penuh dengan warna merah muda, gambar hati dan cupid tanpa tahu menahu tentangnya selain kisah romantis Santo Valentinus yang sebenarnya ia dianggap legenda oleh gereja. Semua ini sebenarnya adalah hasil dari marketing di era modern. Pada tahun 1847 seorang bernama Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts, Amerika. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi besar-besaran kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Al hasil, semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” kepada perusahaan tersebut. Ia merupakan salah satu ikon dalam membuat hari Valentine menjadi sangat terkenal dan digemari para muda-mudi diseluru dunia, juga termasuk dengan cerita legenda romantisnya. Hari Valentine merupakan hari raya kedua setelah Natal dimana penjualan kartu ucapan mencapai puncaknya diseluruh dunia. Benar-benar telah dikomersilkan dengan baik simbol, kisah dan hari rayanya…

Setelah menyimak, bagaimana asal usul Valentine yang tidak romantis, apakah kita masih ingin merayakannya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: