h1

Mengisi Waktu

24 July 2005

FT 24-07-2005, Kelas Petrus

Efesus 5:16

“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Manusia diberi waktu oleh Tuhan terbatas. Hidup manusia hanya 70 atau 80 tahun saja (Mazmur 90:10). Jaman dahulu manusia bisa mencapai umur ratusan tahun bahkan mendekati seribu tahun (Kejadian 5:5, 9:29), tetapi karena dosa maka usia manusia diperpendek (Kejadian 6:3).

“Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.” (Ayub 14:1)

Singkat umurnya, ya hanya 70 atau 80 tahun saja. Satu hari hanya ada 24 jam dan efektif hanya berapa jam? Untuk bekerja telah habis 8 jam, untuk perjalanan bisa mencapai 3 jam terbuang, belum lagi tidur antara 6 sampai 8 jam. Makan, mandi dan buang air telah berkurang minimal 2-3 jam sehari. Itu waktu-waktu yang tidak bisa tawar lagi dan rutin setiap harinya. Bukan hanya itu saja, tetapi juga dibumbuhi dengan lelah dan kegelisahan.

Dari rutinitas dan terbatasnya waktu dari hari kehari dan tahun ketahun tak terasa kita telah melewati beberapa tahun. Beberapa orang melewatinya begitu saja dan beberapa orang mungkin telah merencanakan dengan baik masa depan untuk 20 atau 30 tahun bahkan mungkin 40 tahun lagi. Tetapi coba anda renungkan, 20 atau 30 tahun lagi, bagaimana dengan orang-orang yang kita cintai. Seperti orang tua kita, masihkan ia tetap hidup 30 tahun lagi? Saat ini mungkin mereka telah berumur 50 atau 60 tahun, Firman Tuhan katakan setiap orang akan mati (Ibrani 9:27, Mazmur 89:48-49). Sepuluh tahun yang lalu telah kita lewati tak terasa, sepuluh tahun kedepan kita akan lewati tak terasa dan usia orang tua kita yang kita cintai mungkin hanya tinggal 10 tahun lagi setelah itu. Berat rasanya membayangkan perpisahan. Tidakah semua itu terasa singkat?

PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA

Tuhan katakan, “pergunakanlah waktu yang ada”. Pergunakanlah! Seakan seperti menyuruh menggunakan suatu benda. Ya pergunakanlah, waktu kita tidak boleh berlalu begitu saja. Tuhan memberi kita waktu sangat terbatas. Dalam Yohanes 11:9-10 dikatakan, Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.”

Tuhan katakan hanya ada 12 jam waktu kita, yaitu mulai dari matahari terbit sampai tenggelam. Setelah itu malam hari dimana tidak ada seorangpun yang bekerja (Yohanes 9:4). Tuhan ingatkan waktu kita terbatas. Terlalu singkat. Hidup kita didunia ini sebentar saja. Mazmur 39:4-8 mengatakan, Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku: “Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti. Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.

Beberapa banyak orang kristen malah menghabiskannya waktunya didepan TV, beberapa banyak lagi menghabiskan dengan ngobrol, beberapa lagi dengan jalan-jalan dan beberapa lagi dengan kesia-siaan yang lainnya. Tetapi waktu tidak bisa dihentikan, hari berganti hari dan usia kita bertambah terus, tak terasa kini telah 20 tahun lebih, tak terasa telah mendekati 30 tahun dan tak terasa telah mencapai 50 tahun kita menghabiskan waktu didepan TV. Bila Tuhan datang apakah yang dapat kita katakan? Samakah nasip kita dengan orang berdosa? Mereka yang setengah-setengah akan dimutahkan kata Wahyu 3:16.

JANGAN TERTIDUR

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan”. (1 Tesalonika 5:4-8).

Bangunlah dari tidur dan pahamilah apa kehendak Tuhan dalam hidup kita kata Firman Tuhan dalam Efesus 5:14-17. Selama kita hidup dan bernafas, bekerjalah untuk makanan yang tidak dapat binasa (Yohanes 6:27). Sebab waktu kita mati, tidak ada kesempatan itu lagi, karena itu selagi terang itu ada jangan sia-siakan waktu tersebut (Yohanes 9:4, Yesaya 55:6). Selagi kita hidup janganlah kita tidur. Karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati kata Pengkotbah 9:4.

TIDUR PADA MALAM HARI

Semua orang kristen yang dalam kehidupannya tidak sadar dan berjaga-jaga serta memanfaatkan waktu yang dia miliki sebaik-baiknya untuk perkara kekal, ia seperti seorang yang sedang tidur diwaktu malam. Seperti seorang yang mabuk anggur yaitu dunia ini (Efesus 5:18, 1 Tesalonika 5:7). Bagi orang kristen seperti itu, Tuhan katakan Hari Tuhan akan datang seperti pencuri (1 Tesalonika 5:2, Lukas 12:39-40).

Jangan mau waktu sisa kita sehari-hari disita oleh acara TV, oleh film, sinetron, oleh majalah-majalah dan bacaan sia-sia, oleh obrolan yang sia-sia, senda gurau dan jalan-jalan setiap hari sehingga kita mengatakan capek untuk ibadah dan pelayanan. Bahkan lebih parah lagi untuk belajarpun tidak ada waktu. Bukankah semua itu dikerjakan oleh anak-anak malam kata Firman Tuhan, oleh mereka yang sedang tertidur. Mati dihadapan Tuhan.

Tuhan katakan “hari-hari ini adalah jahat”. Satu hari ada 24 jam, setiap menitnya daging ini menarik kita kepada dosa. Setiap detiknya daging ini berjuang melawan jiwa (1 Petrus 2:11). Saat kita tidak berjaga-jaga dan sadar maka daging ini telah menggiring kita kepada dosa (Markus 14:38), tanpa kita sadari kita telah terbiasa berkata bohong atau dusta, tanpa kita sadari kita telah terbiasa berkata jorok atau berpikir cabul. Tanpa kita sadari rasa benci dan iri merasuk kita. Tanpa kita sadari telah 5 tahun hal itu berlalu, telah 10 tahun berlalu dan kita hanya bisa katakan dulu dan dulu, tetapi sekarang kita tertidur lelap, hidup dalam kegelapan malam dan mabuk oleh anggur (Galatia 3:3-4).

BEKERJA PADA WAKTU SIANG

Ayo bangunlah, bukankah Tuhan katakan “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu”. (Yesaya 60:1-2)

Jika kita bangkit dari tidur kita dan mempergunakan waktu-waktu yang ada ini salagi hari masih siang, maka Tuhan janjikan kita akan melihat kemuliaan Tuhan nyata dalam hidup kita. Kita akan mengalami pekerjaan Tuhan yang heran-heran (Yohanes 14:12). Rindukan hal itu, karena waktu kita didunia ini sangat terbatas, dan lagi iblis akan terus menarik kita masuk dalam gelap malam dan membuat kita tidur nyenyak dan mabuk anggur. Saat bangun, pencuri telah datang, semuanya menjadi terlambat dan sia-sia.

Karena itu barjaga-jagalah dan sadarlah senantiasa. Selalu menggunakan perlengkapan senjata Allah untuk menghadapi hari-hari yang jahat ini (Filipi 6:13-17). Janji Tuhan tidak pernah palsu, ia pasti akan menyatakan kemuliaanNya pada kita anak-anak terang, anak-anak siang, anak-anak yang siap bekerja untuk Tuhan bukan tertidur dan mabuk anggur.

“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” (Wahyu 22:12). Dan upah itu teramat besar dibanding dengan dunia ini (Ibrani 10:35, II Korintus 4:17-18). Tuhan ingin kita ambil bagian dalam pekerjaan tersebut, pekerjaan yang telah disiapkanNya untuk kita (Efesus 2:10). Bekerjalah selagi siang!

PEKERJAAN KITA

Apakah pekerjaan tersebut? Yohanes 6:27-29 mengatakan, Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

Pekerjaan tersebut bukan menjadi pendeta, bukan membuka gereja, bukan mengadakan kebaktian, bukan suatu pekerjaan yang kita bayangkan, menjadi fulltime, hanya sederhana, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Percaya akan semua yang dikatakanNya, percaya akan semua yang dijanjikanNya itu perkerjaan kita. Percaya kepada Firman Allah.

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yohanes 6:35)

Yesus adalah roti hidup, Firman Allah yang menjelma menjadi manusia (Yohanes 1:1,14) Percaya kepadaNya, bararti percaya kepada Firman Allah. Tetapi jika kita mengatakan percaya tanpa tindakan itu sama dengan bohong besar (Yakobus 2:17).

Pekerjaan kita adalah melakukan atau mentaati Firman Allah, dan bukan oleh karena perbuatan kita mentaati Firman Tuhan tersebut lalu kita dibenarkan dan diselamatkan (Roma 3:20,27-28), bukan melainkan karena kita percaya, memiliki iman maka ada perbuatan dan dari perbuatan tersebutlah iman itu baru dapat disebut iman bukan ‘ngecap’ (Yakobus 2:24,22).

“Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.” (Yakobus 2:24)

Kita yang menjadi pelaku Firman inilah yang disebut terang dunia (Matius 5:14), terang yang bercaya menerangi dunia yang gelap (Yesaya 60:1, Yohanes 1:4-5). Menjadi saksi-saksi Kristus melalui perbuatan kita (Ibrani 12:1-2). Itulah pekerjaan kita sebagai anak-anak terang, yang bekerja pada saat siang hari. Tunjukanlah pada dunia iman kita, kasih kita dan pengharapan kita selagi hari masih siang.

Sudahkah kita menggunakan waktu kita dengan baik? Tidur atau bekerjakah kita? Percayalah kepada Allah! Buktikan itu dalam perbuatanmu sehari-hari!

Salam,

Leonardi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: