Archive for January, 2006

h1

Jangan Ingin Kaya

26 January 2006

Amsal 23:4
“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini”.

Mengapa kita dilarang bersusah payah menjadi kaya? KJV mengatakan, “Labour not to be rich” (bekerja tidak untuk menjadi kaya).

Sungguh aneh dan bertentangan dengan konsep yang ada disekeliling kita. Semua orang berkata, “bekerja yang rajin agar menjadi kaya”. Untuk apa bekerja kalau bukan untuk menambah kekayaan?

Tetapi Firman Tuhan adalah jalan menuju kepada Bapa (Yohanes 14:6), Firman Tuhan adalah kebenaran yang tidak dimengerti oleh dunia (1 Korintus 1:21). Jalan yang diberitakan oleh Amsal 23:4 adalah jalan menuju kepada Bapa di Surga.

Bersusah payah untuk menjadi kaya, atau bekerja keras untuk menjadi kaya telah membuang hal yang berharga dan menggantinya dgn sampah. Berapa banyak waktu dan tenaga yang terbuang untuk perkara tersebut?

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus”.
Filipi 3:7-8

Adakah waktu anda bagi Allah? Ataukah pekerjaan telah menjadi kesibukan, sehinga kita dapat membenarkan diri sendiri saat kita berkata “tidak ada waktu” untuk doa, baca FT, persekutuan, ibadah dan pelayanan.

Bekerja tidak untuk menjadi kaya. Asal kebutuhan kita tercukupi cukuplah sudah. Tidak baik kita bersusah payah, menjual waktu dan tenaga kita untuk kekayaan. Tuhan tidak ajarkan kita hidup berfoya-foya (1Timotius 5:6) dan memanjakan daging ini (Roma 13:14).

“Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan”. 1Timotius 6:8-9

Jangan bilang aku tidak akan terjerat. Ini adalah kebenaran. Orang yang ingin kaya, ia pasti cinta uang, dan orang yang cinta uang tidak akan pernah puas dan merasa cukup kata Pengkotbah 5:9. Ia akan terjerat didalam pekerjaannya, ia tidak dapat berkata “cukup”. Ia akan terus bekerja untuk menjadi kaya.

Apakah ia akan semakin dekat pada Tuhan? Beberapa banyak kita dapati mereka yang meninggalkan ibadah, mungkin pelayanannya bahkan mungkin imannya karena pekerjaan, karena bersusah payah menjadi kaya.

Asal ada makanan dan pakaian cukuplah. Asalkan segala kebutuhan kita tercukupi, baiklah, tetapi jangan menginginkan lebih. Pada saat bangsa Israel dipelihara Allah di padang pasir, ‘mana’ yang diambil lebih akan menjadi busuk esok harinya (Keluaran 16:16-21). “Ambilah secukupnya” kata Tuhan. Apakah ada yang kelaparan? Mereka yang mengambil banyak dan mereka yang mengambil sedikit, tidak ada yang kelebihan dan juga tidak ada yang kekurangan.

Saat Tuhan Yesus mengajarkan doa kepada murid-muridNya, Ia mengajarkan, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” (Matius 6:11). Bukan meminta makanan yang berlimpah, juga bukan makanan untuk besok. Tuhan akan memelihara kita setiap hari, dan jangan takut dengan hari esok. Keluaran 16:22-24 mengatakan, “Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, …” Pada saat kebutuhan keuangan lebih banyak, berkat itu akan datang sesuai kebutuhan kita.

Hidup seperti ini memang aneh di mata dunia. Tetapi kita adalah orang benar yang hidup karena iman (Roma 1:17). Orang dunia boleh bekerja keras untuk menjadi kaya, tetapi kita bekerja untuk hidup dan bekerja keras untuk Allah bukan untuk barang fana.

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yohanes 6:27)

Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya di dunia ini, anda akan dibawa iblis makin jauh dari Tuhan. Orang yang mengasihi dunia ini dan isinya akan semakin tawar hatinya terhadap Tuhan (1Yohanes 2:15).

Jangan tertipu dengan kebutuhan hidup. Pisahkan kebutuhan dari keinginan. Gaya hidup orang di sekitar kita sering kali pengaruhi pandangan kita tentang kebutuhan. Makan memang kebutuhan, tetapi makan di McDonald adalah keinginan.

Amsal 23:4 dalam KJV disebutkan, “Labour not to be rich: cease from thine own wisdom”. Bekerja tidak untuk menjadi kaya: berhentilah mulai dari pemikiranmu sendiri.

Dimulai dari pemahaman kita, dimulai dari pikiran kita. Bagai mana kita memandang kekayaan, dari sanalah kita memulai.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”. (Roma 12:2)

Jangan ikuti pola pikir dunia. Kita sudah melihat apa yang Tuhan inginkan. Hidup dengan iman, percaya akan pemeliharaan Allah. Atau iman kita telah teracuni dunia ini? Tidak lagi yakin pemeliharaan Tuhan, tetapi lebih yakin dengan yang terlihat jelas seperti rekaning bank. Apakah kita ingin menggenapi Lukas 18:8?. “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8). Tidak ada lagi yang berharap kepadaNya.

Masihkah kita yakin akan pemeliharaanNya? Dunia boleh bersusah payah untuk mencari pemenuhan kebutuhannya, tetapi Tuhan telah sediakan untuk kita, seperti ‘mana’ yang datang setiap hari, tidak berlebih dan tidak kurang (Matius 6:32-33).

Tuhan tidak suka kita bekerja keras untuk memupuk kekayaan. Kekayaan itu diberi oleh Tuhan, sebagai anugrah bukan dengan susah payah.

Jangan ingin kaya!

Mulailah dari konsep pemikiran kita. Bekerja tidak untuk menjadi kaya (ada yang diberkati menjadi kaya dan ada yang tidak, tetapi tidak berusaha menjadi kaya).

Untuk apa uang yang berlebih-lebih? Bukankah sudah jelas Lukas 12:15 mengatakan, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Mungkin anda tidak tamak, hanya kebutuhan saja yang menuntut anda, sehingga anda harus punya berlimpah uang. Jangan gunakan alasan kebutuhan, sebab Tuhan berkata dalam Ibrani 13:5, Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Jika Tuhan mengatakan “cukupkanlah dirimu”, maka itu artinya benar-benar cukup, tidak akan kekurangan. Tuhan janji pelihara kita (Matius 6:25-32). Walaupun kelihatannya tidak cukup, kalau kita hidup oleh iman maka pasti akan cukup, sebab hal itu sudah dikatakan oleh Nya, “cukupkanlah”, pasti cukup. Demikian juga dengan gaji kita (Lukas 3:14), pasti cukup.

Kalau kita menuruti keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup pasti tidak cukup berapapun juga penghasilan kita.

Tapi iblis akan terus manggoda kita dengan kekayaan, pemikiran-pemikiran dunia, kebutuhan yang sebenarnya lebih banyak keinginan dan tipu muslihat lainnya yang tujuannya membuat kita semakin jauh dari Tuhan.

Stop! Jangan punya konsep yang salah. Bekerjalah tidak untuk menjadi kaya, maka anda akan menemukan Tuhan dalam hidup anda.

Salam damai sejahtera bagimu.
Leonardi Setiono

Advertisements
h1

Tentang Hari Sabat

21 January 2006

[menjawab pertanyaan seorang sobat di mailling list]

Markus 2:27-28
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

Salah satu dari perintah Tuhan yang ditulis dalam loh batu oleh jari Tuhan (Keluaran 31:18) yang diberikan lewat Musa adalah perintah untuk memelihara hari Sabat (Keluaran 20:8-11). Sejak saat itu hari Sabat dirayakan oleh umat Israel sampai hari ini. Mereka menjalankan hukum tersebut seperti sebuah liturgi yang sakral, sama seperti pada masa dimana hukum tersebut diturunkan.

Tetapi kita sekarang, lewat Tuhan Yesus Kristus, kita tidak lagi menjalankan hukum secara lahirah (Roma 7:6), lewat Tuhan Yesus Kristus kita dulu yang bukan orang Israel kini mendapat bagian dari janji Allah, menjadi orang Israel, bukan secara lahiriah tetapi secara rohani, bukan karena melakukan hukum tersebut melaikan karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus (Roma 3:27-28). Karena itu dikatakan dalam Efesus 2:11-18, perhatikan ayat 15 (sebaiknya dibaca semua) dikatakan, “…sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,…”

Tuhan Yesus Kristus selama di hidup didunia selalu ditentang oleh orang Farisi dan ahli Taurat, sebab bukan saja karena mereka iri tetapi juga karena Yesus seakan tidak mengikuti perintah dan ketentuan hukum Taurat Musa, termasuk hari Sabat. Coba simak Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah”

Sebenarnya Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat tetapi menggenapinya (Matius 5:17), yaitu melalui tubuhNya melalui kematianNya, melalui hukum baru yang diberikan didalam darahNya. Hanya saja mereka tidak memahaminya, sebab apa? Firman Tuhan katakan dalam II Korintus 3:14-15, Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.

Tuhan adalah Roh dan kita tidak lagi menyembah Allah secara liturgi lahiriah melainkan dengan roh kita (Yohanes 4:23-24, II Korintus 3:6). Dimana ada Roh disitu ada kebebasan (II Korintus 3:17), kita tidak lagi terikat dengan aturan-aturan dan tata cara ibadah termasuk hari Sabat sebagai perayaan atau hari besar keagamaan. “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus”. (Kolose 2:16-17).

Jangan menyangka bahwa dengan menjalankan hukum Taurat kita akan diselamatkan, tidak tidak ada seorangpun dibenarkan karena melakukan hukum Taurat (Roma 3:20), bukan karena tidak ada pengharapan didalam hukum Taurat melainkan karena kelemahan kita sendiri, Firman Tuhan dalam Lukas 11:42, atau Yakobus 2:10 menjelaskan bahwa mentaati itu harus seluruhnya, jika melanggar satu hal maka ia juga bersalah terhadap seluruhnya. Coba anda baca kitab Ulangan, coba anda baca peraturan-peraturan Taurat Musa tersebut, dapatkah kita menjalankan seluruhnya? Syukur karena Kristus telah membuka jalan bagi kita lewat tubuhNya lewat kematian dan kebangkitanNya. Apakah anda mau menukarnya dengan hukum/wasiat yang lama? Bacalah Galatia 5:1-4 bagi orang yang masih menaruh harapnya pada peraturan hukum Taurat (termasuk juga hari Sabat), mereka hidup diluar kasih karunia.

MENGAPA ADA HUKUM TENTANG HARI SABAT?
Seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, “Hari Sabat diadakan untuk manusia…” Hari Sabat itu ditetapkan Allah untuk manusia bukan untuk Allah. Pertama kali hari Sabat diberitakan adalah pada saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir setelah melewati laut Teberau, setelah mereka bersungut-sungut walaupun telah melihat kebesaran Tuhan di tanah Mesir dan di laut Teberau (Keluaran 15:22-27), bahkan mereka terus bersungut-sunggut (Keluaran 16:1-3). Setelah itu barulah keluar hukum tentang hari Sabat (Keluaran 16:4-34). Coba anda perhatikan Keluaran 16:4, disana dikatakan, “…supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.” Karena bangsa Israel sering bersungut-sungut setelah keluar dari Mesir dan mereka tidak pernah ingat kepada Allahnya maka ditetapkannya satu hari penuh untuk Tuhan yaitu hari Sabat. Hari dimana seluruhnya untuk Tuhan, agar umat Israel selalu mengingat penebusan Tuhannya dan mengenal perintah dan hukum-hukumNya (Ulangan 5:15, Yehezkiel 20:12,20).

Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku? Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.” (Keluaran 16:28-29).

Hari Sabat diberikan kepada bangsa Israel karena kekerasan hati mereka, walaupun telah ditebus dari perbudakan di Mesir dengan kuasa yang besar tetap saja mereka tidak ingat dan takut kepada Tuhan. Hari Sabat adalah waktu dimana peraturan dan hukum-hukum Allah dibacakan dan dikenalkan kepada anak cucu mereka (Ulangan 6:1-25), untuk mengingat peristiwa besar penebusan mereka dari Mesir (Ulangan 5:15). Itulah tujuan diberikan hari Sabat kepada mereka. Hari yang harus mereka kuduskan. Hari yang harus mereka ingat.

Bahkan sampai jaman para rasul-rasul kebiasaan membaca kitab suci di hari Sabat tersebut masih terus berlangsung, dan kini kita juga menerapkan hal tersebut di setiap hari Minggu. Namun bukan lagi sebagai hukum Allah tentang hari Sabat tetapi sebagai kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk lebih dekat kepada Allah. Apakah Tuhan hanya meminta satu hari saja dari tujuh hari yang ada dalam seminggu untuk mencari Dia? Selubung tersebut telah dibuka dan digenapkan didalam Yesus Kristus.

PENGGENAPAN DIDALAM KRISTUS
Jika kita simak baik-baik persungutan mereka setelah mereka keluar dari laut Tiberau sebelum hukum tentang hari Sabat ditetapkan, sebenarnya ada dua hal yang mereka persungutkan yaitu tentang minuman (Keluaran 15:24) dan kemudian tentang makanan (Keluaran 16:2-3). Makanan dan minuman sebenarnya telah disediakan oleh Allah, tetapi mereka dengan ketidak percayaannya telah bersungut-sunggut (Ibrani 3:15-19) seakan Allah tidak memberi mereka makan dan minum. Apakah mungkin Allah membawa mereka ke Tanah Perjanjian tanpa makan dan minum? Allah memberikan manna dari Surga sebagai makanan dan air yang keluar dari batu karang sebagai minumannya (Nehemia 9:14-15).

Yohanes 6:32-35 mengatakan, Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Sebagian besar yang tertulis dalam hukujm Taurat adalah tentang Yesus (Lukas 24:44). Yesuslah wujud penggenapannya. Ia adalah Tuhan atas hari Sabat. Yesuslah yang sebenarnya di ungkapkan Allah tentang hari Sabat, hari perhentian/retret manusia, hari yang menjadi peringatan antara Allah dan umat Israel bahwa Tuhanlah yang menebus mereka dari Mesir dan menguduskan menjadi umat yang layak bagiNya (Yehezkiel 20:12).. Bukankah itu cerita tentang Kristus? Mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan diselamatankan dan Roh Allah ada didalam mereka (Efesus 1:13, 1 Korintus 12:3) bukan hanya itu, peraturan dan hukum Allah tertanam dalam hati kita (Yehezkiel 36:25-28, Yohanes 14:26). Itulah Firman Iman yang ada di hati dan mulut kita (Roma 10:8). Karena kita memiliki Kristus, maka tidak perlu lagi kita memelihara hukum hari Sabat (Lukas 16:16). Setiap hari bagi kita adalah Sabat. Setiap hari kita selalu mengingat peraturan dan hukum-hukumNya. Setiap hari, bukan hanya hari Sabat/Sabtu.

Semoga tulisan saya bisa mencerahkan anda tentang hukum ke 4.

Salam,Leonardi Setiono
[Untuk seseorang di yang tanya lewat email]

h1

Kaya Miskin dan Sehat Sakit

21 January 2006

KAYA MISKIN

Kaya atau miskin memang Tuhan yang membuat (1 Samuel 2:7, Amsal 22:2).Mengapa? Entahalah… Yang saya tahu kalau orang benar berharap padaTuhan itu pasti diberkati Tuhan (Yeremia 17:7). Tidak harus kaya. SebabFirman Tuhan yang mengatakan :

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang adapadamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkanengkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5).Bisa baca juga Amsal 30:8 atau Lukas 3:14.

Sudah jelas Tuhan tidak mengharapkan semua orang kristen jadi kaya materialbahkan Amsal 23:4 jelas mengingatkan pada kita jangan ingin menjadi kaya.Asal kebutuhan kita sehari-hari tercukupi itu sudah berarti pemeliharaanTuhan (Matius 6:31-33, 1 Timotius 6:8-10).Beberapa waktu lalu saat mulai sekolah, anak saya ada dua (beda 3 tahun) danmereka mulai masuk sekolah juga, uang pangkal dan uang sekolahnya cukupmahal. Waktu bincang-bicang dengan istri saya dan membayangkan nanti kalauudah masuk SD, SMP, SMU atau kuliah tentu biayanya lebih gila lagi. Beberapaorang saya tahu sampai ratusan juta untuk masuk universitas. Saat itu sayatidak yakin kelak bisa menyekolahkan mereka di sekolah yang “bagus” dantimbul pikiran saya untuk menjadi kaya. Saya berdoa pada Tuhan dan memohontolong Tuhan buka jalan agar saya bisa bekerja sendiri agar keuangan bisaberkembang. Saya serius berdoa dan memohonnya. Besok pagi saya masuk kerjadengan rasa kawatir dan keinginan serta harapan agar Tuhan buka jalan bagikukeluar dari pekerjaan sekarang dan membantu saya membuka usaha sendiri.Seperti biasa dipagi hari ada email masuk salah satunya adalah renunganharian dari salah satu millis dan disana tepat membicarakan tentang Lukas3:14 yang mengatakan “Cukupkanlah dirimu dengan gajimu”.

Kita hidup dalam pemeliharaan Tuhan, biarlah esok punya acara sendiri tetapisetiap hari Tuhan pasti akan mencukupi kebutuhan dan keperluan saya itu yangsaya yakini dan saya alami. Saya yakin pada saatnya kebutuhan itu datangTuhan akan mencukupi semuanya.

Miskin itu seperti halnya kaya tidak memiliki batasan yang jelas. Relatiforang memandangnya. Jika kita tidak bisa membeli sebuah mobil sekelas HondaCivic tetapi bisa membeli sebuah Toyota Kijang apa termasuk kaya? Jikaseorang tidak bisa membeli Toyota Kijang tetapi bisa membeli sepeda motorHonda Kharisma apa termasuk kaya? Tetapi ada orang yang dapat membeli HondaCivic tetapi tidak bisa membeli BMW Seri 5 terbaru merasa tidak kaya. Sayakaya atau miskin? Jawabanya tergantung kepada siapa saya bertanya.

Menurut saya yang namanya miskin itu mereka yang tidak dapat makan danmembeli pakaian pada saat kebutuhan tersebut datang. Waktu lapar tidak adauang untuk makan, waktu pakaian sobek tidak ada uang untuk membelinya. Itubaru miskin menurut saya.

Orang yang kudus juga ada yang miskin seperti yang disebutkan dalam Roma15:26. Bahkan kita juga menjumpai Firman Tuhan yang mengatakan “BukankahAllah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadikaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nyakepada barangsiapa yang mengasihi Dia?” (Yakobus 2:5). Jika kita membacaAlkitab sering kali kita jumpai umat Tuhan yang miskin tetapi mereka tetapdipelihara oleh Tuhan dalam kasih-Nya. Jumlah mereka banyak menurut Mazmur107:41. Pendeta miskin, jemaat miskin dan bukan uang ukurannya tapi imannya.

Memang ada orang yang miskin beneran karena memang orangnya pemalas (Amsal10:4). Kepada mereka jangan kita kasih hati atau membelanya (Keluaran 23:3,2 Tesalonika 3:10) Juga ada orang yang miskin karena hukuman atau hajarandari Tuhan seperti Rut dan Naomi atau cobaan seperti yang dialami oleh Ayub.Kaya juga bukan berarti diberkati Tuhan. Iblis juga bisa memberi kekayaan(Matius 4:8-9), bahkan dengan kekuatannya sendiri manusia dapat menjadikandirinya kaya (Yehezkiel 28:4-5). Kekayaan yang dapat membawa kepadakebinasaan kekal apa termasuk berkat Tuhan? (Matius 19:23). Tetapi orangyang mengasihi Tuhan tahu bagaimaan memanfaatkan kekayaan yang dari Tuhanitu.

Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olahsama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenalsekarang akan berlalu.” (I Korintus 7:31).

SEHAT SAKIT

Pendapat saya soal sehat dan sakit.
entu Tuhan ingin semua anak-anaknya sehat dan tidak sakit. Namun masih adajuga yang sakit diantara anak-anak Tuhan. Beberapa memang karena kesalahanatau dosanya (Yohanes 5:14), karena itu kalau ingin sembuh bereskan duludosanya kata Yakobus 5:16. “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamudan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila denganyakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Inilah sakit hajaran atau hukumansebagai tanda cinta orang tua agar anaknya berbalik kepada kebenaran (Ibrani12:10-11). Setelah mengakui dosanya dan bertobat baru Tuhan menyembuhkan.

Sakit juga bisa karena cobaan apakah kita tetap setia pada Tuhan walau adaduri dalam diri kita seperti yang dikatakan Paulus dalam 2 Korintus 12:7-9.Beberapa orang kudus jaman gereja mula-mula juga memiliki sakit yang menahunseperti Timotius (1 Timotius 5:23). Mereka tetap melayani pekerjaan Tuhandidalam kelemahannya tersebut. Bahkan sampai matinya.

Ada istilah sakit tua karena memang manusia semakin tua semakin lemah danrapuh (II Korintus 4:16) Misalnya mata kabur seperti Isak (Kejadian 27:1)dan Yakub (Kejadian 48:10). Hal ini wajar aja hanya ada beberapa orang sajayang mendapat anugrah tetap kuat disaat tua seperti Musa yang matanya tidakkabur walau tua (Imamat 43:7). Beberapa banyak orang kudus dari segala jamanjuga matinya karena sakit tua dan tidak sembuh. Tubuh manusia memang lemah.Terlalu capek juga sakit, tidak menjaga makan juga sakit, menjadi tua dayatahan tubuh menurun dan mudah sakit.

Ada juga yang sakit sebab memang Tuhan memiliki rencana didalam hidupnyamaupun hidup orang-orang disekitarnya seperti yang tertulis dalam Yohanes9:2-3.

Sakit banyak sebabnya tidak bisa disama ratakan sebab ini atau itu. Karenaini atau itu. Tetapi dari semua sebab sakit hanya ada satu kebeneran bahwaAllah menjanjikan kesembuhan kepada anak-anaknya seperti kita memberikan nasi kepada anak kita (Matius 15:26-28). Sakit kita (termasuk hajaran) telahditanggung-Nya dikayu salib lewat bilur-bilur-Nya (Yesaya 53:5, 1 Petrus 2:24).

Mengapa orang kristen meragukannya?Sakit apapun juga jika kita benar-benar yakin dan percaya kepada Tuhanseperti yang dikatakan Kitab Suci maka kita pasti sembuh. Tidak peduli itusakit karena tubuh telah menjadi tua dan lemah seperti yang dialami oleh ibumertua Petrus (Matius 8:14-15) ataupun penyakit yang telah menahun (Matius9:20-22) ataupun juga penyakit sejak dari lahirnya (Yohanes 9:1-11), apalagi sakit ringan, Tuhan sanggup dan mau menyembuhkan asalkan kita benar-benaryakin dan percaya “Jadilah kepadamu menurut imanmu” kata Yesus dalam Matius9:29. Bacalah didalam kitab Injil maka kita akan menemukan bahwa semua orang yang disembuhkan selalu menyebutkan kata iman. Jika kita mengimani janji Allah maka kita menerimanya juga sebab kesembuhan itu hak kita seperti kitamemberikan makan kepada anak kita.

Kadang kala walau telah berdoa Tuhan tetap tidak menyembuhkan juga, kitatelah memeriksa hidup kita dan telah mengaku-akui dosa kita tetap saja tidaksembuh. Apakah iman kita kurang? Apakah kita sedang diuji? Saya tidak tahu,tetapi lemah dan sakit bukan halangan kita untuk tetap mencintai Tuhan.

Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, akudungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap didekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.” Mazmur 73:21-23

Sering kali kita tidak mengerti banyak hal yang kita alami. Apapun juga yangterjadi dalam hidup kita yang pendek ini, tetaplah didekat Tuhan dan janganberbuat dosa (Ayub 23:10-11).

= = =

Salam buat semuanya semoga yang saya tulis dapat menjadi berkat danmenguatkan banyak orang. [Kristian-Culture]

h1

Hai, Orang Muda

19 January 2006

TERKAM, 19 Januari 2006

HAI, ORANG MUDA

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (I Timotius 4:12)

Ayat diatas ini jelas ditujukan kepada orang muda. Kata-kata pada kalimat pertama menunjukan pada saat itu orang muda dianggap belum berarti oleh orang dewasa. Juga pada masa sekarang sering kali orang muda dianggap masih hijau, belum berpengalaman, kurang matang dalam pikiran maupun emosi oleh orang-orang tua/dewasa.

Orang dewasa menilai hal itu tentu bukan tanpa dasar. Memang benar orang muda itu dibanding orang dewasa jauh, baik pikiran, pertimbangan dan tindak-tanduknya masih labil dan dangkal. Seiring waktu berjalan hal ini akan berubah.

Tetapi itu bukan berarti Allah tidak dapat memakai orang muda. Allah bahkan sejak dahulu banyak memakai orang sejak muda, Firman Tuhan mengumpamakan mereka seperti anak panah ditangan pahlawan (Mazmur 127:4). Seorang baru disebut pahlawan jika anak panahnya tidak pernah meleset. Selalu tepat dan pada sasaran yg tepat. Itulah orang muda.

Orang muda yang mau dipakai oleh Allah akan menjadi sangat indah. Yusuf, Samuel, Daud, Daniel, Stefanus, Timotius adalah contoh-contoh klasik di Alkitab. Tokoh-tokoh sejarah gereja juga banyak orang-orang muda yg dipakai Allah untuk mengubah dunia. Bahkan Firman Tuhan menjanjikan dalam Yoel 2:28-29 bahwa orang-orang muda akan mendapat curahan Roh Tuhan luar biasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mukjizat di akhir zaman ini.

Karena itulah Firman Tuhan katakan, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.'”

Tuhan tidak pernah memandang sebelah mata terhadap orang muda. Ia tidak pandang bulu, usia, kekayaan, pendidikan, ras, suku, dan lain-lainnya (Roma 2:11, Kisah 10:34). Tuhan ingin pakai orang muda, bahkan untuk menjadi teladan bagi orang-orana dewasa.

MASIH TERLALU MUDA
Tetapi sekarang persoalannya orang muda adalah kurang matang, kurang pengalaman, labil, dan lain-lain. Bagaimana orang muda bisa menjadi teladan?

Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.” (Yeremia 1:6-9).

Allah tidak memakai orang karena pengalamannya atau kepandaiannya. Demikian juga orang muda yang masih hijau, Allah dapat membuat lebih mengerti dari pada orang-orang tua, seperti yang Firman Tuhan katakan dalam Mazmur 119:100, “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu” .

Ya, karena Firman Tuhanlah maka orang muda menjadi lebih mengerti dan lebih bijaksana dari pada orang-orang tua yang berpengalaman (Amsal 1:1-4).

“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman”. (Mazmur 19:8)

Jadi hikmat, pengetahuan dan kebijaksanaan bukan didapat dari pengalaman atau banyak umurnya (Ayub 32:6-9), tetapi dari Tuhan (Amsal 2:6). Roh kudus yang akan membantu kita memahami Firman Tuhan (Yohanes 16:13). Dan dari Tuhanlah kita dapat lebih mengerti, berhikmat dan lebih bijaksana dari pada orang-orang tua.

JADILAH TELADAN
Dengan demikian maka orang muda dapat menjadi teladan bagi orang-orang dewasa. Bukan karena pengalaman, tetapi karena Firman Tuhan yg tertanam dalam hatinya.

” Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”.

PERKATAAN
“Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;” (1Petrus 4:11).

Firman Tuhan itu harus selalu berada di hati dan di mulut kita senantiasa (Roma 10:8). Setiap kali kita berkata-kata, ingatlah selalu bahwa Firman Allah telah di taruh Tuhan di mulut kita (Yeremia 1:9). Tidak pantas kita berkata-kata kotor, cabul, dusta dan fitnah (Efesus 5:3-4). Ingatlah kita diberi kuasa di mulut kita, jangan sembarang bicara.

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia”. (Efesus 4:29)

Orang dibenarkan atau dihukum bisa karena perkataannya (Matius 12:36-37, Amsal 18:21). Karena itu berhati-hatilah dengan perkataan kita, biarlah kita selalu ingat bahwa Allah berdiri didepan mulut kita setiap kali kita berkata-kata (Mazmur 141:3).

Jadilah teladan dgn perkataan kita.

Seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan, bahwa dari dalam hati meluap keluar melalui mulut atau perkataan (Lukas 6:45, Matius 12:34), demikian juga dengan orang muda. Kalau hatinya penuh dengan Firman Tuhan maka dengan mudah kita dapat berkata-kata dengan bijak dan membangun, tetapi kalau isinya kebencian, iri hati, percabulan, kekerasan, barang-barang mewah dan perkara duniawi yang kotor lainnya, tentu kata-kata kita yang keluar tidak dapat menjadi teladan bagi orang-orang tua.

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu”. (Yakobus 1:21)

TINGKAH LAKU
“Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya”. (Amsal 1:32)

Orang muda sering kali lalai dalam mengerjakan suatu tanggung jawab, tidak jarang mereka sering kali enggan mengerjakan atau berbuat sesuatu. Itulah kelemahan orang muda, mereka yang masih belum berpengalaman, kurang tanggung jawab. Tetapi disini kita belajar menjadi teladan bagi orang-orang dewasa. Kita telah tahu, lewat Firman dan pimpinan Roh Tuhan saja kita dapat lebih dari mereka yang berpengalaman.

Jangan suka enggan melakukan sesuatu. Pengkotbah 9:10 mengatakan, “segala sesuatu yang dijumpai tangganmu kerjakanlah itu!” Jangan suka menunda suatu pekerjaan dan juga jangan takut gagal, sebab jika Tuhan beserta kita apa saja yang kita kerjakan Tuhan akan buat menjadi indah (1 Samuel 10:6-7, Roma 8:28).

Kadang kala karena engan atau sungkan orang muda sering kali tidak berani menegur orang-orang dewasa yang bersalah. Juga karena sungkan akhirnya terjerumus dalam pergaulan dengan teman-temannya. Karena sungkan juga banyak orang muda tidak jadi berbuat baik ataupun mentaati Firman Tuhan. Jangan sampai kita binasa gara-gara sungkan. Jangan sungkan-sungkan lakukan apa yang baik dan benar menurut Allah.

Juga orang muda jangan suka meremehkan tugas atau kewajibannya. Lalai itu penyakitnya orang bebal. Firman Tuhan bilang terkutuklah orang yang lalai mengerjakan pekerjaan Tuhan (Yeremia 48:10). Bukan hanya pekerjaan yang dibebankan oleh Tuhan saja, tetapi dalam segala hal, jangan kita lalai atau mudah melupakan, jadilah teladan bagi orang dewasa. Tunjukan bahwa orang muda dapat diberi tanggung jawab melalui perbuatan kita.

KASIH
“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8)

Jadilah teladan didalam kasih. Jangan pernah membenci siapapun yang bersalah kepada kita, orang yang menjahati kita berbuat jahil ataupun kurang ajar (Matius 5:46-47). Kasih menutupi banyak dosa, bukan menutup-nutupi. Dosa harus dibereskan, siapa yang bersalah dia yang dihukum (Kolose 3:25), tetapi karena kasih kita “menutupi” dosa tersebut dengan mengenalkan Kristus kepada mereka, dengan menegur kesalahan mereka agar bertobat dan berbalik, itu seperti menyelamatkan mereka dari maut (Yudas 1:22-23).

Orang tua kita jangan kita musuhi. Jangan pernah membenci mereka, atau anda akan celaka (Efesus 6:1-2). Biarpun sejahat apapun orang tua kita, kasihilah mereka dan tunjukanlah teladan bagi mereka. Jika mereka belum mengenal Tuhan. Apakah belum cukup kasih kita untuk mendorong kita memberitakan injil kepada meraka? Apakah kita ingin mereka tinggal di Neraka?

Jadilah teladan dengan menunjukan kasih kepada semua orang tanpa pilih-pilih. Baik itu teman, saudara, kerabat maupun musuh kita. Jangan pandang bulu, suku, ras, jenis kelamin, jenis baju, jenis dompet dll.

KESETIAAN
“Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” (Amsal 19:22)

Orang yang setia dijaman ini sudah susah mencarinya (Amsal 20:6), siapa yang setia? Banyak orang berkianat, banyak orang menipu, berbohong dan mencelakakan orang lain, bahkan teman baik ataupun saudara. Sudah hampir dibilang tidak ada orang setia di dunia ini kecuali anak-anak Tuhan. Jadilah teladan didalam kesetiaan bagi orang-orang dewasa.

Tunjukan itu didalam perbuatan. Jangan membolos sekolah, kalau berjanji jangan suka tidak menepati, tepati itu menunjukan kesetiaan. Sekolah minggu, ibadah, pelayanan jangan menjadi orang yang disebut tidak setia, tetapi sebaliknya jadilah teladan bagi yang tua-tua.

KESUCIAN
“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” (2 Korintus 6:17)

Jangan bergaul dengan orang berdosa, jangan ikuti satupun dari jalannya (Amsal 4:14-15, Mazmur 1:1). Tunjukanlah teladan kita kepada orang-orang dewasa dengan hidup didalam kesucian. Tidak ikut-ikutan arus dunia ini, mode dunia ini dan segala sesuatu yang duniawi yang membuat dosa mudah masuk. Ingat pergaulan yang jahat merusakan kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33).

Tidak ada seorang manusiapun yang sanggup melawan dosa. Jangan lawan dosa, tetapi buang jauh-jauh dosa itu, jangan jamah. Kita masih hidup didalam bungkus daging dan daging ini sangat lemah dan tidak mungkin menang melawan dosa (Roma 7:22-24). Hanya dengan Tuhan Yesus saja kita dapat menang bukan dengan kekuatan kita melawan keinginan dosa, tetapi karena telah dilepaskan. Karena itu jangan dilawan tepi jahui. Yakobus 1:14-15 menjelaskan bahwa dosa itu datangnya dari keinginan daging ini. Jangan turuti ! Kejadian 4:6-7 menceritakan bahwa jika kita tidak dapat berkuasa atasnya, maka dosa itu yang berkuasa atas kita. Berkuasa dengan kuasa mana? Tentu dengan kuasa Allah kita membuang jauh dosa itu.

Dengan hidup menjauhi perkara-perkara najis dan dosa, kita telah menjadi teladan bagi orang tua yang hidup sembarangan didalam kenajisan. Jadilah teladan!

Salam,
Leonardi Setiono