h1

Hai, Orang Muda

19 January 2006

TERKAM, 19 Januari 2006

HAI, ORANG MUDA

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (I Timotius 4:12)

Ayat diatas ini jelas ditujukan kepada orang muda. Kata-kata pada kalimat pertama menunjukan pada saat itu orang muda dianggap belum berarti oleh orang dewasa. Juga pada masa sekarang sering kali orang muda dianggap masih hijau, belum berpengalaman, kurang matang dalam pikiran maupun emosi oleh orang-orang tua/dewasa.

Orang dewasa menilai hal itu tentu bukan tanpa dasar. Memang benar orang muda itu dibanding orang dewasa jauh, baik pikiran, pertimbangan dan tindak-tanduknya masih labil dan dangkal. Seiring waktu berjalan hal ini akan berubah.

Tetapi itu bukan berarti Allah tidak dapat memakai orang muda. Allah bahkan sejak dahulu banyak memakai orang sejak muda, Firman Tuhan mengumpamakan mereka seperti anak panah ditangan pahlawan (Mazmur 127:4). Seorang baru disebut pahlawan jika anak panahnya tidak pernah meleset. Selalu tepat dan pada sasaran yg tepat. Itulah orang muda.

Orang muda yang mau dipakai oleh Allah akan menjadi sangat indah. Yusuf, Samuel, Daud, Daniel, Stefanus, Timotius adalah contoh-contoh klasik di Alkitab. Tokoh-tokoh sejarah gereja juga banyak orang-orang muda yg dipakai Allah untuk mengubah dunia. Bahkan Firman Tuhan menjanjikan dalam Yoel 2:28-29 bahwa orang-orang muda akan mendapat curahan Roh Tuhan luar biasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mukjizat di akhir zaman ini.

Karena itulah Firman Tuhan katakan, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.’”

Tuhan tidak pernah memandang sebelah mata terhadap orang muda. Ia tidak pandang bulu, usia, kekayaan, pendidikan, ras, suku, dan lain-lainnya (Roma 2:11, Kisah 10:34). Tuhan ingin pakai orang muda, bahkan untuk menjadi teladan bagi orang-orana dewasa.

MASIH TERLALU MUDA
Tetapi sekarang persoalannya orang muda adalah kurang matang, kurang pengalaman, labil, dan lain-lain. Bagaimana orang muda bisa menjadi teladan?

Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.” (Yeremia 1:6-9).

Allah tidak memakai orang karena pengalamannya atau kepandaiannya. Demikian juga orang muda yang masih hijau, Allah dapat membuat lebih mengerti dari pada orang-orang tua, seperti yang Firman Tuhan katakan dalam Mazmur 119:100, “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu” .

Ya, karena Firman Tuhanlah maka orang muda menjadi lebih mengerti dan lebih bijaksana dari pada orang-orang tua yang berpengalaman (Amsal 1:1-4).

“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman”. (Mazmur 19:8)

Jadi hikmat, pengetahuan dan kebijaksanaan bukan didapat dari pengalaman atau banyak umurnya (Ayub 32:6-9), tetapi dari Tuhan (Amsal 2:6). Roh kudus yang akan membantu kita memahami Firman Tuhan (Yohanes 16:13). Dan dari Tuhanlah kita dapat lebih mengerti, berhikmat dan lebih bijaksana dari pada orang-orang tua.

JADILAH TELADAN
Dengan demikian maka orang muda dapat menjadi teladan bagi orang-orang dewasa. Bukan karena pengalaman, tetapi karena Firman Tuhan yg tertanam dalam hatinya.

” Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”.

PERKATAAN
“Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;” (1Petrus 4:11).

Firman Tuhan itu harus selalu berada di hati dan di mulut kita senantiasa (Roma 10:8). Setiap kali kita berkata-kata, ingatlah selalu bahwa Firman Allah telah di taruh Tuhan di mulut kita (Yeremia 1:9). Tidak pantas kita berkata-kata kotor, cabul, dusta dan fitnah (Efesus 5:3-4). Ingatlah kita diberi kuasa di mulut kita, jangan sembarang bicara.

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia”. (Efesus 4:29)

Orang dibenarkan atau dihukum bisa karena perkataannya (Matius 12:36-37, Amsal 18:21). Karena itu berhati-hatilah dengan perkataan kita, biarlah kita selalu ingat bahwa Allah berdiri didepan mulut kita setiap kali kita berkata-kata (Mazmur 141:3).

Jadilah teladan dgn perkataan kita.

Seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan, bahwa dari dalam hati meluap keluar melalui mulut atau perkataan (Lukas 6:45, Matius 12:34), demikian juga dengan orang muda. Kalau hatinya penuh dengan Firman Tuhan maka dengan mudah kita dapat berkata-kata dengan bijak dan membangun, tetapi kalau isinya kebencian, iri hati, percabulan, kekerasan, barang-barang mewah dan perkara duniawi yang kotor lainnya, tentu kata-kata kita yang keluar tidak dapat menjadi teladan bagi orang-orang tua.

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu”. (Yakobus 1:21)

TINGKAH LAKU
“Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya”. (Amsal 1:32)

Orang muda sering kali lalai dalam mengerjakan suatu tanggung jawab, tidak jarang mereka sering kali enggan mengerjakan atau berbuat sesuatu. Itulah kelemahan orang muda, mereka yang masih belum berpengalaman, kurang tanggung jawab. Tetapi disini kita belajar menjadi teladan bagi orang-orang dewasa. Kita telah tahu, lewat Firman dan pimpinan Roh Tuhan saja kita dapat lebih dari mereka yang berpengalaman.

Jangan suka enggan melakukan sesuatu. Pengkotbah 9:10 mengatakan, “segala sesuatu yang dijumpai tangganmu kerjakanlah itu!” Jangan suka menunda suatu pekerjaan dan juga jangan takut gagal, sebab jika Tuhan beserta kita apa saja yang kita kerjakan Tuhan akan buat menjadi indah (1 Samuel 10:6-7, Roma 8:28).

Kadang kala karena engan atau sungkan orang muda sering kali tidak berani menegur orang-orang dewasa yang bersalah. Juga karena sungkan akhirnya terjerumus dalam pergaulan dengan teman-temannya. Karena sungkan juga banyak orang muda tidak jadi berbuat baik ataupun mentaati Firman Tuhan. Jangan sampai kita binasa gara-gara sungkan. Jangan sungkan-sungkan lakukan apa yang baik dan benar menurut Allah.

Juga orang muda jangan suka meremehkan tugas atau kewajibannya. Lalai itu penyakitnya orang bebal. Firman Tuhan bilang terkutuklah orang yang lalai mengerjakan pekerjaan Tuhan (Yeremia 48:10). Bukan hanya pekerjaan yang dibebankan oleh Tuhan saja, tetapi dalam segala hal, jangan kita lalai atau mudah melupakan, jadilah teladan bagi orang dewasa. Tunjukan bahwa orang muda dapat diberi tanggung jawab melalui perbuatan kita.

KASIH
“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8)

Jadilah teladan didalam kasih. Jangan pernah membenci siapapun yang bersalah kepada kita, orang yang menjahati kita berbuat jahil ataupun kurang ajar (Matius 5:46-47). Kasih menutupi banyak dosa, bukan menutup-nutupi. Dosa harus dibereskan, siapa yang bersalah dia yang dihukum (Kolose 3:25), tetapi karena kasih kita “menutupi” dosa tersebut dengan mengenalkan Kristus kepada mereka, dengan menegur kesalahan mereka agar bertobat dan berbalik, itu seperti menyelamatkan mereka dari maut (Yudas 1:22-23).

Orang tua kita jangan kita musuhi. Jangan pernah membenci mereka, atau anda akan celaka (Efesus 6:1-2). Biarpun sejahat apapun orang tua kita, kasihilah mereka dan tunjukanlah teladan bagi mereka. Jika mereka belum mengenal Tuhan. Apakah belum cukup kasih kita untuk mendorong kita memberitakan injil kepada meraka? Apakah kita ingin mereka tinggal di Neraka?

Jadilah teladan dengan menunjukan kasih kepada semua orang tanpa pilih-pilih. Baik itu teman, saudara, kerabat maupun musuh kita. Jangan pandang bulu, suku, ras, jenis kelamin, jenis baju, jenis dompet dll.

KESETIAAN
“Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” (Amsal 19:22)

Orang yang setia dijaman ini sudah susah mencarinya (Amsal 20:6), siapa yang setia? Banyak orang berkianat, banyak orang menipu, berbohong dan mencelakakan orang lain, bahkan teman baik ataupun saudara. Sudah hampir dibilang tidak ada orang setia di dunia ini kecuali anak-anak Tuhan. Jadilah teladan didalam kesetiaan bagi orang-orang dewasa.

Tunjukan itu didalam perbuatan. Jangan membolos sekolah, kalau berjanji jangan suka tidak menepati, tepati itu menunjukan kesetiaan. Sekolah minggu, ibadah, pelayanan jangan menjadi orang yang disebut tidak setia, tetapi sebaliknya jadilah teladan bagi yang tua-tua.

KESUCIAN
“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” (2 Korintus 6:17)

Jangan bergaul dengan orang berdosa, jangan ikuti satupun dari jalannya (Amsal 4:14-15, Mazmur 1:1). Tunjukanlah teladan kita kepada orang-orang dewasa dengan hidup didalam kesucian. Tidak ikut-ikutan arus dunia ini, mode dunia ini dan segala sesuatu yang duniawi yang membuat dosa mudah masuk. Ingat pergaulan yang jahat merusakan kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33).

Tidak ada seorang manusiapun yang sanggup melawan dosa. Jangan lawan dosa, tetapi buang jauh-jauh dosa itu, jangan jamah. Kita masih hidup didalam bungkus daging dan daging ini sangat lemah dan tidak mungkin menang melawan dosa (Roma 7:22-24). Hanya dengan Tuhan Yesus saja kita dapat menang bukan dengan kekuatan kita melawan keinginan dosa, tetapi karena telah dilepaskan. Karena itu jangan dilawan tepi jahui. Yakobus 1:14-15 menjelaskan bahwa dosa itu datangnya dari keinginan daging ini. Jangan turuti ! Kejadian 4:6-7 menceritakan bahwa jika kita tidak dapat berkuasa atasnya, maka dosa itu yang berkuasa atas kita. Berkuasa dengan kuasa mana? Tentu dengan kuasa Allah kita membuang jauh dosa itu.

Dengan hidup menjauhi perkara-perkara najis dan dosa, kita telah menjadi teladan bagi orang tua yang hidup sembarangan didalam kenajisan. Jadilah teladan!

Salam,
Leonardi Setiono

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: