h1

Tentang Hari Sabat

21 January 2006

[menjawab pertanyaan seorang sobat di mailling list]

Markus 2:27-28
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

Salah satu dari perintah Tuhan yang ditulis dalam loh batu oleh jari Tuhan (Keluaran 31:18) yang diberikan lewat Musa adalah perintah untuk memelihara hari Sabat (Keluaran 20:8-11). Sejak saat itu hari Sabat dirayakan oleh umat Israel sampai hari ini. Mereka menjalankan hukum tersebut seperti sebuah liturgi yang sakral, sama seperti pada masa dimana hukum tersebut diturunkan.

Tetapi kita sekarang, lewat Tuhan Yesus Kristus, kita tidak lagi menjalankan hukum secara lahirah (Roma 7:6), lewat Tuhan Yesus Kristus kita dulu yang bukan orang Israel kini mendapat bagian dari janji Allah, menjadi orang Israel, bukan secara lahiriah tetapi secara rohani, bukan karena melakukan hukum tersebut melaikan karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus (Roma 3:27-28). Karena itu dikatakan dalam Efesus 2:11-18, perhatikan ayat 15 (sebaiknya dibaca semua) dikatakan, “…sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,…”

Tuhan Yesus Kristus selama di hidup didunia selalu ditentang oleh orang Farisi dan ahli Taurat, sebab bukan saja karena mereka iri tetapi juga karena Yesus seakan tidak mengikuti perintah dan ketentuan hukum Taurat Musa, termasuk hari Sabat. Coba simak Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah”

Sebenarnya Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat tetapi menggenapinya (Matius 5:17), yaitu melalui tubuhNya melalui kematianNya, melalui hukum baru yang diberikan didalam darahNya. Hanya saja mereka tidak memahaminya, sebab apa? Firman Tuhan katakan dalam II Korintus 3:14-15, Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.

Tuhan adalah Roh dan kita tidak lagi menyembah Allah secara liturgi lahiriah melainkan dengan roh kita (Yohanes 4:23-24, II Korintus 3:6). Dimana ada Roh disitu ada kebebasan (II Korintus 3:17), kita tidak lagi terikat dengan aturan-aturan dan tata cara ibadah termasuk hari Sabat sebagai perayaan atau hari besar keagamaan. “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus”. (Kolose 2:16-17).

Jangan menyangka bahwa dengan menjalankan hukum Taurat kita akan diselamatkan, tidak tidak ada seorangpun dibenarkan karena melakukan hukum Taurat (Roma 3:20), bukan karena tidak ada pengharapan didalam hukum Taurat melainkan karena kelemahan kita sendiri, Firman Tuhan dalam Lukas 11:42, atau Yakobus 2:10 menjelaskan bahwa mentaati itu harus seluruhnya, jika melanggar satu hal maka ia juga bersalah terhadap seluruhnya. Coba anda baca kitab Ulangan, coba anda baca peraturan-peraturan Taurat Musa tersebut, dapatkah kita menjalankan seluruhnya? Syukur karena Kristus telah membuka jalan bagi kita lewat tubuhNya lewat kematian dan kebangkitanNya. Apakah anda mau menukarnya dengan hukum/wasiat yang lama? Bacalah Galatia 5:1-4 bagi orang yang masih menaruh harapnya pada peraturan hukum Taurat (termasuk juga hari Sabat), mereka hidup diluar kasih karunia.

MENGAPA ADA HUKUM TENTANG HARI SABAT?
Seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, “Hari Sabat diadakan untuk manusia…” Hari Sabat itu ditetapkan Allah untuk manusia bukan untuk Allah. Pertama kali hari Sabat diberitakan adalah pada saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir setelah melewati laut Teberau, setelah mereka bersungut-sungut walaupun telah melihat kebesaran Tuhan di tanah Mesir dan di laut Teberau (Keluaran 15:22-27), bahkan mereka terus bersungut-sunggut (Keluaran 16:1-3). Setelah itu barulah keluar hukum tentang hari Sabat (Keluaran 16:4-34). Coba anda perhatikan Keluaran 16:4, disana dikatakan, “…supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.” Karena bangsa Israel sering bersungut-sungut setelah keluar dari Mesir dan mereka tidak pernah ingat kepada Allahnya maka ditetapkannya satu hari penuh untuk Tuhan yaitu hari Sabat. Hari dimana seluruhnya untuk Tuhan, agar umat Israel selalu mengingat penebusan Tuhannya dan mengenal perintah dan hukum-hukumNya (Ulangan 5:15, Yehezkiel 20:12,20).

Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku? Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.” (Keluaran 16:28-29).

Hari Sabat diberikan kepada bangsa Israel karena kekerasan hati mereka, walaupun telah ditebus dari perbudakan di Mesir dengan kuasa yang besar tetap saja mereka tidak ingat dan takut kepada Tuhan. Hari Sabat adalah waktu dimana peraturan dan hukum-hukum Allah dibacakan dan dikenalkan kepada anak cucu mereka (Ulangan 6:1-25), untuk mengingat peristiwa besar penebusan mereka dari Mesir (Ulangan 5:15). Itulah tujuan diberikan hari Sabat kepada mereka. Hari yang harus mereka kuduskan. Hari yang harus mereka ingat.

Bahkan sampai jaman para rasul-rasul kebiasaan membaca kitab suci di hari Sabat tersebut masih terus berlangsung, dan kini kita juga menerapkan hal tersebut di setiap hari Minggu. Namun bukan lagi sebagai hukum Allah tentang hari Sabat tetapi sebagai kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk lebih dekat kepada Allah. Apakah Tuhan hanya meminta satu hari saja dari tujuh hari yang ada dalam seminggu untuk mencari Dia? Selubung tersebut telah dibuka dan digenapkan didalam Yesus Kristus.

PENGGENAPAN DIDALAM KRISTUS
Jika kita simak baik-baik persungutan mereka setelah mereka keluar dari laut Tiberau sebelum hukum tentang hari Sabat ditetapkan, sebenarnya ada dua hal yang mereka persungutkan yaitu tentang minuman (Keluaran 15:24) dan kemudian tentang makanan (Keluaran 16:2-3). Makanan dan minuman sebenarnya telah disediakan oleh Allah, tetapi mereka dengan ketidak percayaannya telah bersungut-sunggut (Ibrani 3:15-19) seakan Allah tidak memberi mereka makan dan minum. Apakah mungkin Allah membawa mereka ke Tanah Perjanjian tanpa makan dan minum? Allah memberikan manna dari Surga sebagai makanan dan air yang keluar dari batu karang sebagai minumannya (Nehemia 9:14-15).

Yohanes 6:32-35 mengatakan, Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Sebagian besar yang tertulis dalam hukujm Taurat adalah tentang Yesus (Lukas 24:44). Yesuslah wujud penggenapannya. Ia adalah Tuhan atas hari Sabat. Yesuslah yang sebenarnya di ungkapkan Allah tentang hari Sabat, hari perhentian/retret manusia, hari yang menjadi peringatan antara Allah dan umat Israel bahwa Tuhanlah yang menebus mereka dari Mesir dan menguduskan menjadi umat yang layak bagiNya (Yehezkiel 20:12).. Bukankah itu cerita tentang Kristus? Mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan diselamatankan dan Roh Allah ada didalam mereka (Efesus 1:13, 1 Korintus 12:3) bukan hanya itu, peraturan dan hukum Allah tertanam dalam hati kita (Yehezkiel 36:25-28, Yohanes 14:26). Itulah Firman Iman yang ada di hati dan mulut kita (Roma 10:8). Karena kita memiliki Kristus, maka tidak perlu lagi kita memelihara hukum hari Sabat (Lukas 16:16). Setiap hari bagi kita adalah Sabat. Setiap hari kita selalu mengingat peraturan dan hukum-hukumNya. Setiap hari, bukan hanya hari Sabat/Sabtu.

Semoga tulisan saya bisa mencerahkan anda tentang hukum ke 4.

Salam,Leonardi Setiono
[Untuk seseorang di yang tanya lewat email]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: