h1

Siapakah Aku?

5 February 2006

Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” 28 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” 29 Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!” (Markus 8:27-28)

Catatan: Mesias memiliki arti kata “yang diurapi”. Dalam bahasa lain Almasih, Kristus, Juru Selamat. Mesias merupakan gelar atau sebutan untuk Penyelamat yang dijanjikan akan datang kemudian menyelamatkan bangsa Israel (Daniel 9:25, Lukas 2:26). Sumber: Kamus Gering

Jika hari ini Yesus bertanya kepada kita, “Siapakah Aku?” apakah jawab kita. Secara otomatis tentu kita akan jawab “Engkau adalah Mesias” sebab kita semua sudah pernah mendengar dan membaca kisah pertanyaan tersebut. Tetapi apakah sesungguhnya hati kita juga sama jawabannya dengan pikiran kita? Suatu kali di Yerusalem pada hari raya Paskah, Tuhan Yesus mengajar banyak orang dan dengan disertai tanda-tanda dan mujizat, juga banyak dari mereka akhirnya menjadi percaya didalam namaNya, tetapi Firman Tuhan menuliskan bahwa Tuhan Yesus sendiri tidak mempercayakan diriNya kepada mereka. Sebab Ia tahu apa yang ada didalam hati masing-masing orang (Yohanes 2:23-25). Demikian juga dengan jawaban kita kepadaNya, “Engkau adalah Mesias” Apakah itu benar dari hati kita atau hanya dari pikiran dan ingatan kita saja? Hari ini kita merenungkan kembali siapakah Yesus itu bagi kita?

PERTANYAAN PERTAMA
Saat pertama kali bertanya, Tuhan Yesus bertanya tentang kata orang banyak bukan tentang kata murid-muridNya. Orang banyak melambangkan pandangan secara umum. Saat ini siapakah Yesus itu secara umum dikenal orang? Bukankah kata semua orang Yesus adalah Tuhan, Almasih/Mesias, Hakim, Juru Selamat dan banyak lagi yang lainnya yang ada dimasyarakat. Tentu perbedaan jaman telah membuat jawaban juga berbeda, kini seorang yang bukan pemeluk agama Kristenpun akan menjawab yang sama dengan kita umat nasrani. Semua ini hasil dari kemajuan dalam dunia informasi, pendidikan, komunikasi dan teknologi.

Jika pada jaman ini Tuhan Yesus bertanya kepada kita, “Kata orang, siapakah Aku ini?” apakah jawab kita? Mungkin kita akan berkata “Tuhan sejak disekolah mereka sudah diajarkan bahwa Engaku adalah Nabi Isa-Almasih alias Mesias alias Kristus” atau kita akan berkata, “Mereka semua sudah tahu bahwa Engkau Tuhannya orang kristen.” Cobalah bertanya pada semua orang yang dapat anda jumpai, maka anda akan mendapatkan bahwa sebagian besar orang memberikan jawaban yang benar tentang Tuhan Yesus. Tidak ada lagi yang menjawab Ia adalah Nabi Elia, Nabi Yohannes, Nabi Yeremia dll.

PERTANYAAN KEDUA
Lalu jika Tuhan Yesus bertanya kembali kepada kita “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Apa jawab kita? Apakah kita jawab “Ha.. ha.. ha.. sama juga Tuhan” Lalu apa beda kita dengan banyak orang itu? Mengapa Tuhan bertanya tentang kata orang dan kata kita, bukankah maksudNya supaya kita mengetahui bahwa ada perbedaan antara kita dan mereka. Antara kita dan orang dunia.

9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:9-10)

Kita mengaku dengan mulut kita, sama seperti orang dunia mengatakan bahwa “Yesus adalah Mesias” tetapi apakah kita juga percaya didalam hati kita bahwa “Yesus adalah Mesias”? Itu yang membedakan kita dengan orang dunia. Bukan perkataan mulut kita tetapi iman kita. Mereka dapat berkata, tetapi hatinya tidak demikian.

PERNYATAAN HATI
Bagaimana dengan anda? Walau sama jawabnya jika ditanya “Siapa Yesus?”, tetapi apakah hati kita juga sama dengan orang banyak itu atau sama dengan murid-muridNya?

Pada saat di taman Getsemani, saat Tuhan Yesus ditangkap oleh Yudas dan oleh orang-orang suruhan Ahli Taurat dan Orang Farisi, murid-murid yang tidak tetap hatinya melarikan diri.

50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. 51 Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, 52 tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang. (Markus 14:50-52)

Banyak orang kristen mati sebagai martir, banyak juga harus menempuh sengsara demi Kristus, karena mereka percaya Yesus adalah Mesias, tetapi ada juga sebagaian orang kristen yang melepaskan kain lenannya dan melarikan diri dengan telanjang. Kain lenan melambangkan perbuatan benar orang-orang beriman (Wahyu 19:8), saat menghadapi persoalan dan tekanan sering kali kita meninggalkan perbuatan benar dan memilih jalan dosa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Padahal Firman Tuhan mengatakan “Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya,” Amsal 3:31

Orang kristen dapat mengaku bahwa Yesus itu Mesias, tetapi perbuatan mereka bisa berbicara lain. Saat kita menghadapi persoalan dengan birokrasi, banyak dari kita menaruh harapnya pada sedikit uang suap. Pada saat tagihan datang, terkadang “dusta kecil” sering kita lontarkan sebagai kebiasaan pedagang. Saat seorang merketing dituntut untuk lebih lagi, maka segala cara akan ditempuhnya. Dapatkah akuntan tetap dengan perbuatan benar dihadapan petugas pajak? Jangan kita lepas kain lenan itu dan kedapatan telanjang dihadapan Tuhan? Seberapa teguh hati kita percaya kepadaNya?

Mungkin contoh diatas terlalu ekstrim. Coba renungkan, sering kali juga pada saat kita sakit, beberapa banyak orang telah menjadi langganan dokter dan obat tanpa doa dan pengharapan kepada Allah lagi. Pada saat kita kesulitan keuangan, beberapa banyak orang mencari jalan keluar dengan memeras seluruh otak dan tenaga kita, bahkan tidak jarang yang menaruh harapnya pada “si kaya” entah itu teman, saudara ataupun kolega. Dimana Tuhannya? Semua itu kelihatan wajar saja kok, tetapi Firman Tuhan mengatakan…

5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yeremia 17:5)

Seorang yang percaya Yesus adalah Mesias, Juru Selamat, Penebus, Penolong dan Raja diatas segala raja, Tabib yang ajaib maka seharunya harapannya ada pada Kristus bukan pada dunia ini. Bukan pada kemampuan diri kita sendiri seakan kita mampu mengatasi, bukan pada dokter dan obat, bukan pada uang dan kekayaan, teman, sahabat, saudara atau siapapun yang pintar dan hebat didunia ini.

Mungkin juga ada orang kristen yang sering menyebut-nyebut nama Tuhan (Matius 7:21, Lukas 6:46) tetapi apakah sesungguhnya hatinya ada padaNya? Atau menyebut nama Tuhan hanya karena kebiasaan saja? Tetapi sesungguhnya bukan Tuhan yang diharapkanya, bahkan tidak sedikit yang rela meninggalkan kebenaran bahkan imannya demi persoalannya, demi cita-citanya dan demi harapan kosongnya.

Kalau sudah begiini apa jawab kita jika Yesus bertanya, “Siapakah Aku?”

Orang kristen yang menjawab “Engkau adalah Mesias” harus benar-benar terbukti dalam perbuatannya. Itulah yang membedakan pernyataan “Engkau adalah Mesias” itu dari pikiran/ingatan kita atau dari Roh Allah (Matius 16:17). Perbuatan kita yang mencerminkan kebenaran dihati kita, bukan hanya sekedar ucapan yang keluar dari ingatan dan pikiran kita.

14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yakobus 2:14)

PERBUATAN IMAN
Perbuatan apakah yang seharunya ada jika kita percaya Yesus adalah Mesias? Mesias adalah cerita tentang janji keselamatan, kehidupan akan datang dan janji tentang Kerjaan Allah. Mereka yang menaruh pengharapan kepada Mesias akan hidup sesuai dengan kehendakNya. Hidup menurut hukum Kerajaan Allah, hidup sesuai dengan FirmanNya. Bukankah setiap orang yang mengaku dan percaya dari dalam hatinya diselamatkan, ditebus dari dosa dan memperoleh hidup baru sebagai ciptaan baru (II Korintus 5:17, Efesus 4:23-24), yang tidak lagi hidup dengan cara dunia ini?. Karena itu Firman Tuhan mengatakan,

2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. (Kolose 3:2-4)

Suatu saat kelak Mesias akan datang dalam KerjaaanNya didalam kemuliaanNya, dan sebelum semua itu dinyatakan, kita hidup didunia ini tersembunyi bersama denganNya. Karena itulah mengapa kita menyebut mereka orang dunia, sebab kita bukan dari dunia ini (Yohanes 15:19). Kita adalah warga negara Kerajaan Allah, walaupun secara fisik kita ada didunia ini tetapi bukan disini hidup kita. Jika kita masih berat dengan segala sesuatu yang ada didunia ini, baik itu pakaian, peralatan, mobil, perhiasan, makanan dan lain-lainnya yang ada didunia ini maka kita masih hidup didunia ini bukan hidup tersembunyi bersama Allah.

Jangan memusingkan dunia ini, seperti yang dikatakan oleh 1 Korintus 7:31, “pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.” Untuk apa kita mengorbankan perkara duniawi dengan keselamatan kekal. Tuhan ingatkan bagi mereka yang hidup keduniawian (Kolose 3:5) agar mereka jangan terjerat dan binasa pada saat yang tidak diduga (Lukas 21:34).

Mungkin ada yang bertanya lalu bagimana kita harus hidup didunia ini? Tuhan tidak pernah menyuruh kita bersembunyi dan hidup ekslusif tersendiri, terpisah dan jauh dari keramaian. Tidak malah sebaliknya Tuhan katakan “Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala mahluk.” (Markus 16:15). Dilain kesempatan Tuhan Yesus juga menyatakan kita diutus, menjadi terang ketengah-tengah dunia ini bukan malah keluar dari tengah-tengah dunia ini secara fisik (Lukas 10:3, Matius 5:13-16). Hiduplah normal sebagai seorang karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, guru, murid dan lain-lainnya tetapi jangan cara hidup kita sama seperti orang dunia. Baik pendapat, pikiran, pertimbangan, kesukaan, keputusan dan tindakan kita, jangan serupa dengan dunia ini kata Roma 12:2.

3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, (2 Korintus 10:2)

Paulus mengajarkan kita berjuang tidak secara duniawi melainkan dengan kuasa Allah, tidak lagi berharap dan mencari jalan keluar seperti orang dunia tetapi seperti manusia baru yang percaya dan berharap hanya kepada Allah. Saat sakit, saat kesulitan ekonomi, saat ditimpa musibah, saat kekenyangan, saat kelimpahan dan dalam keadaan apapun ingatlah selalu kepada Tuhan (Kolose 3:17). Ia adalah Mesias bagiku. Ia adalah Juru Selamat dan Penolongku. Suatu saat kelak Ia akan menyatakan diri dalam kerajaanNya (Yohanes 18:36, Lukas 22:16,18) bersama-sama denganku. Itulah yang seharusnya diucapkan mereka yang menjawab pertanyaan Tuhan Yesus, “menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Ingatlah hidup kita tersembunyi bersama dengan Allah didunia ini, jauhkan diri anda dari yang najis dan nantikan kedatangaNya untuk menyatakan diriNya bersama-sama dengan kita sebagai Mesias, buktikan kata-kata dan pernyataan iman anda dengan hidup sesuai dengan kehendakNya. Amin!

Salam, Leonardi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: