h1

Talenta

4 October 2006

FT 04-10-2006 (TERKAM)
Matius 25:14-30

HARTA TUANNYA

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.” (Matius 25:14)

Perumpamaan diatas, ditersebut ada tuan dan ada hamba. Tuan hendak berpergian jauh dan mempercayakan harta miliknya kepada pada para hambanya. Hamba tersebut menerima harta dari tuan mereka dan harta tersebut berupa talenta.

Catatan: Talenta dalam perjanjian baru adalah nilai uang yang setara dengan 6000 dinar atau 3000 sykal. Mata uang yang terbesar pada jaman itu.

Perumpamaan tersebut bercerita tentang Allah sebagai tuan, pemilik harta tersebut, sedangkan kita adalah hamba tuan tersebut. Kita adalalah hamba Allah. Setiap orang beriman, disebut sebagai hamba Allah dalam Roma 6:22, Kolose 3:24 dan 2 Korintus 4:5, bukan hanya Pendeta, Gembala Sidang, Penatua atau Pelayan Tuhan saja.

Sebagai hamba kita juga dipercayai “harta” oleh Allah seperti dalam perumpamaan tentang talenta tersebut dan tidak seorangpun yang tidak menerima talenta atau harta tuannya, tidak ada yang terkecuali. Kadang orang beriman merasa tidak menerima harta dari Allah atau bingung dengan talentanya. Mereka bingung sebab mereka melihat “harta” tersebut dari sudut pandang dunia ini, sudut pandang manusia.

Harta tersebut adalah harta tuannya bukan harta hamba tersebut. Kekristenan awal menggambarkan harta tersebut sebagai bakat atau kelebihan yang diberikan Tuhan pada setiap manusia. Tetapi harta atau talenta itu bukan bakat.

Bakat, kepandaian, keahlian, kekayaan, kuat dan ketrampilan itu bukan harta bagi Allah. Sama sekali tidak berharga. Semua itu akan sirna bersama dengan segala yang fana (Pengkotbah 2:14-16). Apakah pantas bakat disebut hartanya Allah? Itu “harta” bagi manusia. Apakah Allah peduli dengan suara indah kita? Mereka yang bersuara sumbangpun indah dihadapan Allah jika menyanyikan pujiannya dari hati yang penuh syukur. Suara indah hanya untuk manusia. Lukisan indah hanya untuk manusia. Lukas 16:15, mengatakan bahwa apa yang dikagumi manusia dibenci oleh Allah. Apa yang dihasilkan dari bakat kita?

Bakat, ketrampilan dan kelebihan manusia itu harta manusia, bukan harta Allah. Bahkan beberapa orang mengasuransikan suaranya yang dianggap berharga. Kekayaan materi, kepandaian semua itu harta milik kita sendiri.

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” (Matius 13:44)

Ada dua macam harta. Harta yang ditemukan di ladang adalah harta bagi Allah, sedang harta yang dijual adalah harta milik manusia. Ini adalah dua harta yang berbeda. Perumpamaan itu jelas menyebutkan “harta tuannya yang dipercayakan kepada hambanya.”

DIPERCAYAKAN KEPADA HAMBANYA

Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. (Matius 25:15)

Talenta tersebut diberikan kepada hambanya, bukan kepada orang lain (Matius 25:27). Hanya kepada hambanya. Bakat dan kelebihan dimiliki oleh semua orang, tidak terkecuali orang berdosa, karena Allah itu adil (Matius 5:45). Tetapi talenta atau harta tuan tersebut hanya di percayakan hanya kepada hambanya saja.

Allah mempercayakan talenta tersebut menurut kesanggupan kita masing-masing. Tidak sama setiap orang beriman. Tetapi orang dunia tidak memiliki talenta tersebut.

APAKAH TALENTA TERSEBUT?

Talenta bukan bakat. Talenta adalah sesuatu yang berharga bagi Allah, seperti harta.

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. (2 Korintus 4:7)

Paulus dipercayai oleh Allah, tuannya, harta yang berharga tersebut. Itu bukan milik Paulus, seperti yang dikatakannya. Juga didalam 2 Timotius 1:13 dikatakan, “Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”

Apakah harta yang indah itu? Apakah kuasa atau kekuatan yang berlimpah-limpah itu? Bakat bukan sesuatu yang berharga bagi Allah. Tetapi kita menerima dari Allah sesuatu yang berharga yaitu Roh Kudus.

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yohanes 16:7)

Roh Allah adalah harta yang berlimpah-limpah yang dipercayakan kepada kita. Ia tinggal didalam kita dan bersama-sama dengan kita (1 Korintus 6:19, Yohanes 14:16-17). Allah mempercayakan kepada para hamba-hambaNya kekuatan yang melimpah didalam Roh Kudus. Didalam Lukas 24:48-49 disana disebutkan bahwa kita akan dilengkapi dengan kekuatan dan kuasa dari Allah (Kisah Para Rasul 1:8). Inilah talenta yang dipercayakan kepada kita, para hamba-hambaNya. Roh Kudus tidak akan diberikan kepada mereka yang tidak taat kepada tuannya (Lukas 6:46) seperti yang dikatakan dalam 1 Yohanes 3:24 atau Yohanes 14:23. Sebab mereka yang tidak taat pada tuannya tidak dapat disebut sebagai hamba. Hanya kepada hamba-hambanya Roh Kudus dicurahkan untuk melengkapi pekerjaan Allah di akhir jaman.

Banyak orang kristen tidak menyadari bahwa setiap dari kita telah dilengkapi oleh Roh Kudus (1 Korintus 12:1-7, Efesus 2:10) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dari tuan kita. Memang mengambarkan talenta sebagai pekerjaan Roh Kudus terlihat terlalu Kharismatik, tetapi itulah kebenarannya. Setiap kita menerima bagian dari pekerjaan Roh Kudus menurut kadar masing-masing. Itulah harta yang dipercayakan kepada kita.

MASING-MASING MENURUT KEMAMPUAN

Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. (Matius 25:16-18)

Allah menuntut kita menjalankan karunia yang telah dipercayakan kepada kita. Setiap orang memiliki karunia Roh Kudus yang berbeda-beda sesuai kebutuhan (1 Korintus 12:11). Tetapi kita semua harus mengetahui karunia Roh Kudus apakah yang telah diberikan kepada kita seperti perumpamaan talenta tersebut. Bukan mencari tahu bakat kita tetapi pekerjaan Roh Allah apa yang dipercayakan kepada kita?

Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. (1 Korintus 12:28-31)

Apa karunia Roh Allah yang paling utama dalam diri kita? Itulah talenta yang harus kita jalankan. Mungkin seseorang mendapat mendapat pekerjaan Roh Kudus untuk menjadi Rasul, Nabi, Guru atau lainnya seperti mereka yang mendapat 5 talenta, tetapi ada juga mereka yang mendapatkan dua talenta, mungkin karunia melayani, meyembuhkan atau memimpin. Berusahalah untuk hidup didalamnya. Jalankan fungsi kita masing-masing sehingga kita dapat mengatakan seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 15:10, Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Sehingga pada saat tuan itu datang, pada saat kita menghadap Tuhan kita dapat mempertanggung jawabkan talenta yang dipercayakan kepada kita.

HAMBA YANG JAHAT

Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! (Matius 25:24-25)

Beberapa orang kristen ada yang menjadi seperti hamba yang jahat tersebut. Mereka menyimpan talenta tersebut didalam tanah. Mereka mamatikan pekerjaan Roh Allah seperti yang dikatakan dalam 1 Tesalonika 5:19. Orang kristen seperti ini tidak peduli dengan pimpinan Roh Kudus dan karunia-karunia yang dipercayakan kepada kita.

Karunia Allah diberikan kepada kita untuk membangun dan menguatkan orang lain (1 Korintus 12:7, 1 Korintus 14:12). Kuasa dari Roh Kudus tersebut memperlengkapi kita menjadi saksi Kristus. Memberitakan kabar keselamatan. Allah menuai jiwa-jiwa dari tempat kita menabur kabar keselamatan, dan memungut dari tempat kita menanam kebenaran Firman Tuhan. Paulus menamam, Apolos menyiram (1 Korintus 3:6-8) tetapi sesungguhnya semua itu dikerjakan oleh Roh Allah (2 Korintus 3:5-6).

Jika kita diam saja. Menjadi hamba yang tidak berguna. Mematikan pekerjaan Roh Allah didalam hidup kita dan seperti yang dikatakan oleh Galatia 5:16-17, sudap pasti kita hidup didalam daging. Jika kita tidak hidup dalam daging maka kita menuju kepada kematian (Roma 8:13). Kerena itulah maka hamba yang jahat tersebut dilempar kedalam neraka. Bagaimana orang yang tidak mengembangkan bakatnya pantas dilempar ke neraka?

PAHALA KEKAL

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu (Matius 25:23)

Setiap dari kita akan menerima upah dari jerih paya kita (Wahyu 14:13). Apa saja yang kita perbuat didalam pimpinan dan kuasa Roh Kudus membawa kita mendapatkan pahala kekal.

Bahkan kita akan dilimpahi lebih lagi pekerjaan yang indah-indah didalam Allah (Matius 25:28), dan mereka yang tidak mengerjakan talentanya, karunia Roh Allah semakin dikurangi bahkan sampai diampil seluruhnya. Yohanes 14:12 mengatakan bahwa kita akan melakukan pekerjaa-pekarjaan yang lebih besar dari yang dikerjakan Yesus di dunia ini. Semua itu karena kuasa dan karunia dari Roh Kudus.

Maukah kita tinggal diam? Sekarang, mari kita mencari tahu apa yang Roh Allah inginkan untuk kita lakukan. Karunia apa yang paling utama didalam hidup kita yang telah dipercayakan kepada kita? Mari kita bekerja untuk Allah dan memberikan hasil bagiNya.

Amin.

One comment

  1. thank u for the article
    God bless…
    visit my page http://areiznote.multiply.com



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: