Archive for March, 2007

h1

Dibuang Oleh Tuhan?

27 March 2007

Sepi dan sendiri. Kita akan merasa sepi dan sendiri jika kita tinggal dalam kesalahan dan dosa. Hati kita kosong dan hampa. Jika kita berdoa, seakan Tuhan membisu. Tuhan diam terhadap kita.

Periksalah apakah hari ini anda masih dapat berkomunikasi dengan Tuhan? Ataukah anda sudah tidak dapat lagi berdoa? Bagaimana dengan membaca Firman Tuhan? Adakah masih ada kerinduan? Rasakan hidup anda, pahitkah? Jika hidup ini seakan tidak ada artinya dan setiap hari kita bergumul dengan dosa.

Anda mungkin sudah bosan dengan kehampaan, hidup kosong, doa yang tawar dan seakan tidak pernah didengarkan oleh Tuhan. Dan karena itu maka anda memutuskan untuk berhenti berdoa dan mencari Tuhan lagi. Mungkin anda sudah malas seperti itu terus dan dalam kelemahan anda merasa tidak layak menghadapNya? Bodoh! Sungguh bodoh anda jika anda seperti itu. Anda sungguh bodoh jika menjahui Tuhan dan bermusuhan denganNya.

Ingatlah walau bagaimanapun kesalahan dan dosa anda, jikalau anda benar-benar menyesalinya dan bertobat, Tuhan tidak pernah membuang anda. TanganNya selalu terbuka. Asalkan anda benar-benar menyesalinya dan bertobat. Sebab Tuhan tidak akan membuang umatNya, dan milikNya sendiri tidak akan ditinggalkanNya (Maz 94:14) Jangan sia-siakan kesempatan ini. Kesempatan dapat habis, jangan menimbun murka Allah diatasmu, jika sudah sampai batasnya, hukuman akan dilakukan dengan adil dan tanpa belas kasihan. Tuhan sudah menegaskan dalam FirmanNya bahwa Dia sayang dengan umat milikNya, yaitu anda. Jika saja anda mau berusaha lebih lagi dalam mencari Tuhan… Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat. Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan maka Ia akan mengasihinya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya (Yesaya 55 : 6 – 7). Saat ini Tuhan telah memanggil anda melalui tulisan ini untuk memeluk anda. Jangan keras hati dalam dosamu, tinggalkan semua dan berbaliklah dari jalanmu yang salah. Tuhan menunggu kehadiranmu dalam baitNya.

Tetapi walau tangan Tuhan terbuka lebar dan hatiNya berdebar-debar merindukanmu, keputusan tetap ditangan anda, waktu menetukan segalanya. Firman Tuhan berbicara tentang waktu keputusan itu adalah hari ini, bukan besok, sebab besok bisa jadi kesempatan hilang. Ingat hari ini, jika Tuhan berbicara dan menegurmu, bertobatlah. Seperti yang tertulis dalam Ibrani 3:15, Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman. Anda dapat membaca juga ayat 13-19.

Memang jika kita masih tinggal dalam kesalahan dan dosa kita, Tuhan tidak dapat mendekati kita. Tuhan itu kudus dan ia tidak dapat bekerja sama dengan dosa. Hanya kita yang harus berusaha mendekat kepadaNya. Karena itu menyesalah dan rendahkan dirimu dihadapan Tuhan dengan membuang segala kesalahan dan dosamu maka Tuhan akan memperhatikanmu kembali. Dalam Yakobus 4 : 8 dikatakan, Mendekatlah pada Allah, dan Ia akan mendekat padamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang yang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati. Tuhan sendiri yang mengatakan dalam FirmanNya. Mendekatlah pada Allah… Dan kata-kata itu tidak ditujukan kepada orang yang kudus namun kepada orang yang telah jatuh dalam dosa. Tuhan ingin anda kembali kepadaNya. Tuhan ingin anda dekat denganNya. Jangan keraskan hatimu. Tangan Tuhan sedang terbuka bagi anda saat ini, hanya saja Tahirkanlah tanganmu dan sucikanlah hatimu.

Tuhan menyuruh dalam FirmanNya, mendekatlah… ini berarti kita yang harus terlebih dahulu mendekatiNya dengan membuang segala dosa kita. Ingat sifat Allah itu kudus, Dia tidak dapat berhubungan dengan orang berdosa. Ia tidak dapat mendekati orang yang penuh dengan dosa. Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:2). Karena itu dalam kalimat berikutnya dikatakan tahirkanlah… sebab untuk mendekati Tuhan kita harus tahir dari segala dosa kita. Jangan tunda lagi, saat ini juga segeralah berdoa kepada Tuhan Yesus yang adalah Tuhan dan Penebus kita. Mintalah ampun atas setiap kesalahan dan dosa-dosa kita dan bertobatlah, jangan mengulangi lagi hal-hal yang dibenci oleh Allah. Bacalah I Yohanes 1:9.

Perhatikan apa yang dikatakan Daud dalam Mazmur 31:23, Aku menyangka dalam kebingunganku: Aku telah terbuang dari hadapan mataMu. Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepadaMu minta tolong. Tuhan itu baik, jauh lebih baik dari yang selama ini kamu duga. Jangan sia-siakan hidup kamu dalam kubangan dosa yang akan membawa kamu kepada kebinasaan kekal. Harapan penulis adalah saat ini juga anda memutuskan hal yang benar, yaitu bertobat dan mendekati Allah yang sudah lama tanganNya terulur hendak memelukmu.

God Is Good

Leonardi Setiono


Top Blogs

Advertisements
h1

Bagaimaan Masa Depan

26 March 2007

Kita sebagai umat Tuhan yang harus hidup benar dan suci dalam dunia, terkadang merasa kawatir dengan masa depan kita. Melihat semakin kotornya dunia ini. Seakan tanpa berbuat curang dan licik kita tidak akan berhasil. Kolusi, korupsi dan nepotisme sudah menjadi nafas hidup didalam lingkungan kita. Bagaimanakah umat Tuhan dapat berprestasi dalam dunia ini?

Mungkin sempat dari hati kita timbul perasaan takut tentang masa depan kita. Mungkin daging kita mengajak kita berbuat curang juga untuk dapat bersaing dengan yang lainnya. Mungkin anda telah memutuskan dan bertindak curang seperti yang dilakukan kebayakan orang. Stop! Jangan diteruskan niat dan perbuatan anda. Tuhan adalah Allah yang adil. Ia memberi pahala kepada kita sesuai dengan perbuatan kita, baik itu jahat atau baik. Mungkin anda melihat mereka makmur dalam kecurangannya, tapi itukah yang dicari umat Tuhan di dalam dunia ini ?

Tuhan berkata lewat Raja Salomo di dalam suratnya, Pengkotbah 2 : 22-23 mengatakan “Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah dibawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaanya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tentram.Inipun sia-sia” Jika kita membaca seluruh kitab Pengkotbah maka kita akan dapat melihat bahwa semua kehidupan kita didunia ini adalah sia-sia.

Salomo sendiri telah hidup makmur dengan segala kekayaannya, tetapi ia dengan hikmat Allah melihat semua usahanya dalam dunia ini sia-sia. Daud pernah iri melihat kemakmuran orang selalu curang tapi Roh Allah menerangi hatinya untuk melihat akhir kehidupan mereka. “Tapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain…… Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik; mereka menambah harta benda dan senang selamanya! Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi…… Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan dimataku. Sampai aku masuk kedalam tampat kudus Allah dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya ditempat-tempat licin Kau taruh mereka, Kau jatuhkan mereka hingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap habis oleh karena kedasyatan!” (Mazmur 73:2-5, Mazmur 73:12-14 dan Mazmur 73:16-19). Pada dasarnya hidup manusia dengan segala kesibukannya adalah sia-sia dan hanya membuat lelah saja. Ayub paham hal itu, karena itu ia tidak sedih dan marah kepada Tuhan waktu bencana atas hidupnya datang menimpanya, malahan ia memuji Tuhan, sebab ia tahu semua itu fana dan akan berlalu begitu saja. Anda dapat membacanya di dalam kitab Ayub 1:21-22.

Jadi, bagaimana dengan kita, apakah kita harus mengikuti orang-orang dunia berbuat curang dan licik? Melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme untuk meningkatkan standar kehidupan sosial kita? Melakukan seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah? Semuanya itu sia-sia. Apa yang dapat kita peroleh dari semuanya itu. Suatu saat nanti kita akan mati dan tidak akan membawa apa-apa, malahan kita harus mempertangung jawabkan setiap perbuatan kita selama didunia ini dihadapan Allah.

Karena itu sebagai sesama umat Tuhan saya menasehati anda untuk tidak takut akan masa depan kita didalam dunia yang kotor ini. Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Itu janji Allah sendiri. Tapi, ingatlah, segala yang kita lakukan didunia ini adalah sia-sia, usaha menjaring angin. Hanya satu yang tidak sia-sia didalam dunia ini, dan hal itu ditulis dalam kitab I Korintus 15:58. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payamu tidak sia-sia” Hanya ini yang tidak sia-sia selama kita tinggal didunia ini. Segala apa yang kita perbuat untuk Tuhan kita Yesus Kristus tidak akan sia-sia. Lain dari itu adalah kesia-siaan yang kosong bahkan dapat menyeret kita pada maut.

Jangan menyulitkan diri dengan perkara sia-sia yang fana. Tuhan itu baik, dan mataNya tidak memandang berharga kemewahan dan kekayaan, sebab seperti uap semua itu akan berlalu. Tuhan ingin kita kaya didalam kebajikan. Jangan kita kawatir terhadap hidup kita, tidak akan kita dibuatNya mati kelaparan dan kehujanan, sebab Ia yang memelihara kita adalah Allah semesta alam yang berkuasa atas segalanya.

Tapi lebih dari itu, jernihkanlah mata dan pikiranmu untuk melihat kekayaan yang sesungguhnya. “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngegat dan karat tidak merusaknya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.”(Matius 6 : 20 – 21) Tepat yang dikatakan Firman Tuhan, dimana kamu anggap hartamu ada disitu, hatimu tertuju kesana. Jika dunia ini tempat kamu menyimpan harta maka kata Firman Tuhan tidak ada lagi tempat dihatimu untuk Tuhan, tidak ada lagi waktu bagimu untuk melakukan kehendakNya dan mengumpulkan harta di surga. Awas bagi orang seperti itu! Kecewa dan celaka akan menimpanya. Amsal 23 : 4 – 5 mengatakan, “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayab, lalu terbang keangkasa seperti rajawali.” Belajarlah dari Ayub yang tidak memandang kekayaan di dunia ini. Menjadi kaya itu boleh, tetapi bersusah payah dan menghartakan kekayaan itu yang salah dan akan membuat mata kita buta dan tawar terhadap Tuhan, ironisnya bisa celaka kekal.

Sebagai akhir kata, ingatlah selalu bahwa masa depan kita sudah disiapkan Allah dan itu adalah yang terindah, tiada yang lebih indah dari rencana Tuhan untuk kita. Bukan kaya, bukan miskin namun kaya, kaya didalam segala perbuatan baik. Sebab kaya atau miskin itu sia-sia, tapi kaya dalam kebajikan itu kekekalan. Kamu yang muda, ingatlah selalu akan bunyi Firman Tuhan ini, “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depanmu sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Amsal 23 : 17 – 18) Jangan sia-siakan hidupmu. Amin!!!

GOD IS GOOD

Leonardi Setiono
(Naskah yang aku tulis saat remaja)


Top Blogs

h1

Doa Yang Terjawab

25 March 2007

Kehidupan orang kristen tidak terlepas dari hidup didunia ini. Masalah dan persoalan selalu mendatangi kita. Terkadang sampai membuat kita putus asa dan frustasi. Mungkin saat ini anda sedang dalam kesukaran dan himpitan hidup, mungkin saat anda membaca ini anda tengah frustasi dan putus asa. Ingatlah selalu bahwa bukan hanya anda yang mengalami hal ini tapi semua penduduk dunia ini. Kekecewaan, keputus asaan dan ketidak berdayaan adalah milik manusia. Tapi lain halnya dengan Allah. Dialah yang mempunyai segala jalan keluar atas setiap persoalan dan problem didalam hidup umat manusia. Namun sayang, walaupun demikian sering kali orang kristen lupa untuk berdoa dan berharap akan pertolongan-Nya. Sayang sekali…

Kelebihan orang beriman dengan orang dunia adalah terletak pada iman itu sendiri. Mereka memiliki Allah yaitu Tuhan kita Yesus Kristus yang setiap saat selalu siap menolong kita. Dalam setiap persoalan Tuhan janji untuk memberikan kelepasan kepada kita, tapi sayangnya tidak ada yang mau berdoa dan memohonkannya kepada-Nya. Keinginan kita tidak pernah terpenuhi dan kita menjadi semakin dingin terhadap Tuhan dan juga terhadap orang-orang lain yang hidupnya lebih ‘enak’, tapi itu salah mereka sendiri. Dalam kitab Yakobus 4:2 dikatakan sebagai berikut, “Kamu mengingini sesuatu, tapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Garis bawahi kata-kata terakhir itu. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Banyak orang kristen bingung hanya dengan caranya sendiri dan dengan rencananya sendiri tanpa melibatkan Allah didalamnya. Mereka akan putus asa dan putus asa terus, sebab Firman Tuhan mengatakan bahwa mereka tidak berdoa.

Doa itu bukan suatu hal yang remeh dan merupakan nomer dua atau sekedar ritual untuk memperkuat keyakinan atas motivasi kita. Atau kalau saya menyebutnya jampi-jampi barang kali akan lebih tapat. Bukan! Doa itu besar kuasanya. Dalam I Petrus 5:16b dikatakan, “…Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Dengan doa yang penuh keyakinan maka apapun dapat terjadi. Ingatlah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah dan juga bagi orang yang percaya (baca: Markus 9:23).

Jangan meremehkan campur tangan Allah dalam mengatasi persoalan atau mewujudkan impian atau keinginan kita. Didalam tangan Allah segala sesuatunya yang ada maupun yang tiada. Tanpa Allah tidak mungkin keinginan dan rencana kita tercapai. Amsal 19:21 mengatakan, “Banyaklah rencangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Ini menunjukan bawa manusia tidak berkuasa untuk mencapai apa yang diingini. Dalam Amsal 16:3 dikatakan, “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Jelas sekali hubungan kedua ayat ini. Rancangan kita tanpa diserahkan kepada Tuhan tidak akan terlaksana. Apapun itu keinginan saudara utarakanlah kepada Allah didalam doa-doamu pasrahkan semuanya dalam tangan kuasa Allah, maka Tuhan akan mengabulkannya. Jangan hanya bingung dengan rencana dan cara kita sendiri.

Tuhan itu pemurah dan panjang sabar. Janganlah takut. Ia lebih baik dan sabar dibanding dengan gambaran kita selama ini. Jangan bodoh, Ia sendiri yang menyebut diri-Nya sebagai Bapa dan kita semua disebut-Nya sebagai anak. Bapa mana yang memberi ular kepada anaknya yang meminta ikan? Tuhan lebih dari bapa orang dunia (baca: Matius 7:9-11) Ia tidak akan menjahati atau mempermainkan keyakinan kita pada-Nya. Tuhan tahu apa yang menjadi keperluan dan keinginan kamu sebelum kamu berdoa kepada-Nya (baca: Matius 6:8).

Tapi ingatlah satu hal… Dalam I Petrus 5:16b diatas dikatakan bahwa “Doa orang benar” bukan orang berdosa. Tuhan hanya mendengarkan doa-doa orang benar. Jika ada dosa dan kesalahan bereskanlah semua itu dan bertobatlah. Dalam Mazmur 34:18 dan Mazmur 66:17-20 diceritakan bagaimana doa Daud itu didengar Tuhan selalu, karena tidak ada niat jahat didalam diri Daud. Juga dalam Yohanes 9:31 dikatakan, “Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan melakukan kehendakNya.” atau dalam Yesaya 1:15 jelas sekali dikatakan bahwa doa orang yang tanggannya berdosa tidak akan pernah didengarNya.

Memang tidak semua doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Tuhan. Ada doa-doa yang tidak akan pernah terkabulkan. Yaitu jika kita masih hidup didalam dosa dan jika kita meminta kepada Tuhan atas hal-hal yang salah. Dalam Yakobus 4:3 dikatakan, “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Sebelum kita berdoa kepada Tuhan selidikilah apakah keinginan dan permohonan kita itu merupakan hal yang salah dan hanya demi hawa nafsu kita. Jika bukan, yakinlah akan kebaikan Tuhan, doa kamu akan dikabulkan dan kamu akan menerima sesuai dengan iman kamu (baca: Matius 21:22).

Tuhan sendiri yang menyuruh kita berdoa padaNya dalam Filipi 4:6 yang bunyinya sebagai berikut, “Jangalah hendaknya kamu kawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Dengan doa maka umat Tuhan yang didalam kebutuhan dan persoalan dapat memperoleh jalan lepas dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Tuhan sendiri yang mengatakan kepada kita supaya jangan kita kawatir, berdoa saja maka Tuhan akan menolong dan menjawab doa kita dengan dasyat. Asalkan seperti yang kita bahas tadi diatas, tidak hidup dalam dosa dan memohon hal yang digunakan untuk memuaskan hawa nafsu kita.

Sebagai akhir dari renungan ini maka saya tambahkan satu ayat sebagai penutupnya. Dalam Yohanes 16:23 dikatakan, “…Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu (Tuhan Yesus)” Berdoalah didalam nama Tuhan Yesus Kristus, mohonkan semua doa-doa kamu didalam nama Perantara dan Penebus kita kepada Bapa di Surga, maka doa kita akan dikabulkanNya.

GOD IS GOOD

Leonardi Setiono
(Naskah yang aku tulis saat remaja)



Top Blogs

h1

Emosi dan Kemarahan

24 March 2007

Sebagai seorang kristen yang mengaku bahwa Yesus itu adalah Tuhan dan Mesias, dan percaya oleh kematian dan kebangkitan-Nya kita memperoleh pengampunan atas semua dosa-dosa kita. Maka sudah selayaknya kita hidup menurut apa yang berkenan di hadapan-Nya. Sebab suatu keharusan kita menjaga agar hidup kita ini selalu benar dan berkenan baik dihadapan manusia, terutama dihadapan Allah pencipta semesta raya ini dan juga penebus kita.

Topik kali ini adalah tentang marah. Sering kali kita mudah marah dan emosi menghadapi sesuatu yang menjengkelkan kita. Apalagi kalau itu adalah sesuatu yang terus menerus terjadi dan hal itu mengusik ketenangan dan ego kita.

Sudah berapa kali kita marah dalam satu minggu ini. Sudah berapa banyak orang yang menjadi ‘korban’ kemarahan kita? Tentu kita tidak menghitung hal itu. Sebenarnya kita sekarang tidak bicara berapa kali kita marah, tetapi benarkah kita harus marah jika emosi dan kejengkelan kita memuncak? Apa yang dikatakan Tuhan dalam Firman-Nya tentang amarah manusia, mari kita baca didalam surat Yakobus 1:19-20, “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”

Jelas apa yang ditulus oleh surat Yakobus diatas. Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Alkitab mengatakan bahwa kemarahan manusia itu bukan suatu yang berkenan di hadapan Allah. Lalu setelah kita mengetahui hal itu. Apakah kita masih mau marah jika emosi kita memuncak?. Tidak lagi, itu harapan Tuhan kita Yesus Kristus.

Memang tidak semudah menulisnya, apalagi bagi mereka yang biasa marah. Satu hal yang perlu Anda ingat. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Anda dapat membacanya di surat Lukas 1:37). Jika Anda memutuskan untuk taat Firman Tuhan, maka kita tidak akan dibiarkannya melakukan itu dengan kekuatan kita yang terbatas sebagai manusia, tetapi Roh Kudus akan menolong kita. Roh Allah yang akan memberi kekuatan kepada kita untuk mentaatinya.

Musa adalah seorang hamba Tuhan yang dahulunya adalah seorang yang beringas dan pemarah. Bahkan karena emosi Musa sampai membunuh orang (Keluaran 2:11-12) namun setalah ia mau taat dan bersedia diolah dan hidup berkenan di hadapan Tuhan, Musa menjadi seorang yang sangat lembut hatinya di seluruh muka bumi ini. Kata-kata ini ditulis didalam Firman Tuhan sebagai kebenaran (Bilangan 12:3). Kita mungkin marah tetapi tidak sampai membunuh orang. Namun demikian perbuatan kita masih tidak benar dihadap Allah. Berhentilah untuk marah dan bersedialah untuk diolah Tuhan. Maukah kita mentaati Firman-Nya? Amarah manusia itu tidak mengerkanan kebenaran dihadap Allah. Jadilah seperti Musa yang oleh kemauannya dan dengan kuasa Roh Kudus diubahkan oleh taat akan Firman Tuhan.

Mengapa amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran dihadapan Allah? Hanya marah saja koq? Jawabnya dapat kita temukan didalam surat Mazmur 37:8-9, bunyinya sebagai berikut. “Berhentilah marah dan tinggalkan panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri.” Semua orang yang marah akan terseret kedalam kejahatan. Kejahatan yang akan membawa kita kepada kebinasaan kita sendiri. Benci adalah dosa membunuh dikatakan dalam I Yohanes 3:15, bukan hanya benci saja yang timbul, bukankah kita juga merencanakan yang jahat terhadap orang yang membuat kita marah? Saya tidak tahu apakah anda diantara Anda yang bukan saja merencanakan balas dendam tapi malah telah melaksanakan dan Anda menikmatinya. Oleh karena marah berapa banyak kejahatan dan dosa yang kita perbuat. Apakah Allah akan senang dengan semua itu? Tidak, Allah sangat membenci sifat itu.

Sekarang Anda telah tahu bahwa marah itu merupakan sifat yang dibenci oleh Tuhan. Bagaimana anda meresponi sedikit renungan ini?. Nantikanlah Tuhan didalam kebenaran, maka sinar-Nya akan bercahaya di atasmu. Tinggalkan sifat yang tidak diperkenan Tuhan itu dan jadilah anak yang memperkenankan hati Bapanya.

GOD IS GOOD

Leonardi Setiono
(Naskah yang aku tulis saat remaja)


Top Blogs

h1

Kasih Itu Suatu Tindakan

23 March 2007

Ayat bacaan: I Yohanes 3:11-18

Kasih merupakan bagian dari kehidupan suatu umat manusia di bumi ini. Kasih itu digambarkan sebagai sesuatu yang indah, sesuatu yang agung dan mempunyai peran yang besar dalam kehidupan.

Sejak kecil kita sudah mengenal kasih, lewat orang tua, lewat saudara dan lewat teman-teman. Sejak kecil kita juga telah dituntut untuk mengasihi. Kita belajar untuk mengasihi. Kita dididik untuk mengasihi. Sampai saat ini, kita masih tetap dituntut dan diajar tentang kasih.

Dalam I Yohanes 3:11 dikatakan, “Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;” Sejak pertama kita mengenal Kristus, perintah untuk saling mengasihi sudah kita dengar. Sejak kita pertama kali muncul di dunia ini, kita sudah mengenal kasih. Belaian lembut dari Ibu mengajarkan kita tentang kasih. Sampai saat inipun kita selalu ingin dikasihi dan mengasihi. Seakan-akan kasih itu ada disepanjang hidup kita.

Tetapi, apakah kita sungguh-sungguh mengerti tentang kasih? Berapa banyak kita berkata kepada orang lain kita mengasihi mereka. Terhadap orang tua kita, terhadap suami/istri, terhadap pacar/tunangan kita terhadap saudara dan teman-teman kita? Khususnya terhadap Tuhan…

Ada sebuah kisah yang baik untuk kita renungkan. Di kota Bondowoso ada sebuah rumah yang dihuni oleh banyak keluarga yang merupakan satu keluarga besar. Mereka semuanya adalah pedagang dan mulai dari pagi sampai malam mereka bekerja. Rumah besar itu sehari-harinya hanya dihuni oleh anak-anak kecil dan beberapa wanita. Ada salah satu anak yang masih kecil, baru berumur 4 tahun. Ia biasa dipanggil Ase dan tinggal bersama 6 orang saudara sepupunya yang sudah duduk dibangku SD.

Pada suatu hari, saat sore hari dimana mereka biasanya berkumpul bersama. Datang Pamannya dari luar kota membawa sekeranjang penuh buah srikaya sebagai oleh-oleh. Mereka berlarian menyambut Pamannya dan tanpa banyak berbicara ke 6 saudara sepupunya itu langsung berebut buah srikaya tersebut. Tak terkecuali si kecil ini. Dia dengan tangkas memilih dan mengambili buah srikaya yang besar-besar. Kakak sepupunya yang asik makan buah srikaya akhirnya terheran-heran melihat tingkah si kecil ini. Si kecil mengambil buah yang besar-besar dan membawanya penuh di bajunya tetapi tidak dimakannya. Ia malah berlari masuk kekamar. Dan menyembunyikan buah srikaya itu dilaci meja.

Beberapa jam telah lewat, saat malam hari tiba, orang tua mereka pulang dari kerja. Si kecil berlarian menemui Ayah dan Ibunya dan menyeret tangan mereka masuk kedalam kamar. Saat itulah mereka semua tahu bahwa sikecil itu melakukan hal itu untuk kedua orang tuanya. Dengan bangga si kecil itu menunjukan dan memberikan buah srikaya yang besar-besar itu kepada orang tuanya. Sedang yang dikeranjang oleh-oleh itu telah habis sejak dari sore tadi dan tinggal daun-daunnya saja. Rupanya si kecil ini tahu sifat dari kakak-kakak sepupunya itu.

Paman yang datang itu menceritakan kepada orang tua si kecil ini apa yang telah dilakukannya tadi. Hati kedua orang tuanya terharu akan cinta anaknya.

Apa yang diperbuat si kecil itu kita tahu bahwa itu adalah kasih. Juga kita, kepada siapakah kita telah mengucapkan kasih dan mengatakan cinta tetapi apakah kita juga telah berbuat seperti anak kecil itu?

Tentu jika kita menanyakan kepada ke 6 saudara sepupunya itu apakah mereka mengasihi orang tuanya, mereka akan menjawab ya. Tapi kini sudah wakutnya kita sadar bahwa kasih itu bukan suatu kata-kata. Kasih tidak diungkapkan dalam perkataan tetapi dalam perbuatan. Dalam I Yohanes 3:18 dikatakan sebagai berikut, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tatapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” Jika kita mengatakan mengasihi seseorang tetapi kita tidak pernah berbuat sesuatu dengan dasar kasih kepadanya, apakah itu kasih? Kepada siapa saja kita telah mengucapkan cita? Adakah perbuatannya? Jika kita diam saja pada saat kita tahu bahwa ia membutuhkan pertolongan kita, apakah itu kasih?

Lihat apa yang diperbuat Tuhan Yesus kepada kita. Menjadi manusia dan menderita sampai mati untuk kita. Untuk menebus dosa kita supaya kita dapat memperoleh keselamatan kekal. Itu adalah perbuatan dari ungkapan kasih Allah. Bukan hanya omong kosong Alkitab banyak menuliskan Allah mengasihi manusia. Kasih itu suatu perbuatan!

Kitab Amsal 27:5 menuliskan sesuatu tentang kasih, sebagai berikut “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi” Benar! kasih tidak selamanya manis dan lembut. Kasih pada dasarnya adalah usaha untuk menyelamatkan dan memberikan yang terbaik buat orang yang kita cintai.

Jelas disini bahwa kasih itu memerlukan aksi, bukan untuk disimpan dan dirasakan untuk dikatakan seperti sebuah kata manis dari seorang pujangga. Itu bukan kasih, bayangkan jika Allah kita seperti itu.

Mulai saat ini, belajarlah untuk dapat saling mengasihi dengan kasih yang sungguh yang nyata dalam perbuatan dan didalam kebenaran. Bukan kasih yang tersembunyi dalam hati yang muncul jika kita ditanya atau saat kita merenungkannya.

GOD IS GOOD

Leonardi Setiono
(Renungan yang aku tulis waktu remaja)



Top Blogs

h1

Jawabnya Adalah Tekun

22 March 2007

Ayat bacaan : Mazmur 73:21-24

Pernakah anda kecewa? Kecewa setelah lama anda mengiring Tuhan Yesus dan melayaniNya tetapi seakan Tuhan tidak pernah tolong dalam setiap kesukaran. Setelah mentaati FirmanNya dan melakukan kehendakNya tetapi tetap saja persoalan itu menghadang jalan kita. Benarkah Allah tidak menolong kita? Benarkah Allah seperti itu, tidak peduli dengan kita walau kita telah melakukan kehendakNya? Jawabnya adalah tidak benar! Allah itu setia (I Korintus 1:9, Ulangan 32:4). Ia peduli dan siap untuk menolong kita. TanganNya selalu terulur untuk menolong dan menopang kita.

Sebelum anda menjadi kecewa dan tawar hati oleh sebab hal tersebut diatas, mari kita lihat apa yang ditulis dalam Ibrani 10:36 “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” Begitu jelas ayat ini mengatakan bahwa setelah apa yang kita perbuat untuk Allah, kita memerlukan satu langkah lagi, yaitu ketekunan untuk mendapatkan semua yang Ia janjikan.

Berapa dari kita sering lupa untuk tekun menanti janji Tuhan, untuk tekun didalam iman, tekun menuruti perintah Allah, tekun mencari Dia. Terkadang kita cenderung ingin mendapatkan tanpa perlu kita bertekun atau bersusah-susah didalam Tuhan. Tekun itu bukan hanya sepenggal tindakan, kitab Roma 5:2-5 dijelaskan bagaimana pengharapan kita tidak mengecewakan karena ketekunan kita. Memang didalam ketekunan itu ada penderitaan. Penderitaan itulah yang akan mengolah dan membentuk kita sehingga ketekunan, pengharapan dan iman kita menjadi sempurna.

Firman Tuhan dalam surat Ibrani tersebut dengan sejelas-jelasnya mengatakan bahwa untuk memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kita perlu tekun. Apakah anda saat ini sedang dilanda kecewa dan tawar hati terhadap Tuhan, karena janji Allah yang seakan tidak kunjung datang sementara kita telah merasa begitu setia melakukan kehendak Allah? Pertama-tama periksalah diri anda apakah ada ketekunan didalamnya, seperti yang dikatakan oleh surat Ibrani tersebut?

Tekun itu bukan nganggur dan tidak berbuat apa-apa. Seorang yang tekun belajar atau tekun bekerja apakah ia menganggur saja dan tidak berbuat apa-apa? Atau hanya cukup satu kali saja belajar atau bertindak dalam pekerjaan? Mereka akan dengan giat, rajin, ulet dan pantang menyerah didalam belajar maupun bekerja, itulah ketekunan.

Jika Tuhan sudah berjanji maka Ia pasti akan menepatiNya, walau kelihatannya tidak mungkin (Lukas 1:37 dan 18:27). Tuhan ingin melihat ketekunan kita dahulu dalam mencari Dia. Pada akhir jaman Tuhan mengingatkan kita dalam Wahyu 14:12, “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.” Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa TEKUN itu penting sekali. Karena itu bertekunlah dan tetaplah dengan rajin melakukan kehendak Allah.

Sekali lagi tangan Tuhan itu tidak pendek dan cukup panjang untuk menolong kita, Tuhan pasti menepati janji-janjinya. Ia tidak pernah berdusta (Bilangan 23:19 dan Ibrani 6:17-18), FirmanNya pasti akan dilakukannya, Ia bukan pembohong (Roma 9:28 dan Yesaya 55:11). Jangan kawatir tetang pertolongan Tuhan, hanya saja bertekunlah.

Dan satu hal lagi alasan mengapa kita tidak segera mendapatkan pertolongan dan janji Tuhan. Dalam Yesaya 59:1-2 di tuliskan sebagai berikut, “Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengarkan; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan dari terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”

Perlu kita sadari, Allah tidak dapat bekerja dalam diri seorang berdosa. Jika dalam kesesakan, dalam kesulitan kita kita malah bukan bertekun mencari dan melakukan kehendakNya tetapi malah berbuat dosa, anda telah membacanya diatas. Tuhan tidak dapat mendengar seruan anda Pengkotbah 9:18 dan Yeremia 5:25 mengatakan bahwa perbuatan dosa yang kita perbuat, tanpa kita sadari telah merusakan hal-hal yang indah dan telah menghambat segala pekerjaan Tuhan dalam diri kita, termasud pertolonganNya. Karena itu janganlah berbuat dosa lagi, segeralah bertobat (I Yohanes 1:9).

Sebagai akhir renungan ini, saya ingatkan sekali lagi. Bertekunlah dalam mencari Tuhan dan melakukan kehendakNya sambil menjaga diri kita supaya jangan kita berbuat dosa kepadaNya Tuhan pasti akan menepati janjiNya dan menjawab dari Surga dengan kemenangan yang gilang-gemilang. Amin.GOD IS GOOD

Leonardi Setiono
(Renungan yang aku tulis saat remaja)

h1

Lagu Gereja Untuk Siapa

21 March 2007

Sering kali kita menyanyikan lagu-lagu gereja baik di gereja maupun di rumah ataupun di mobil. Sering kali juga lagu-lagu tersebut menjadi perdebatan antar sesama aliran gereja. Ada yang tidak suka dengan lagu gereja yang saat ini banyak beredar di kalangan kaum muda gereja, ada pula yang mendukung perkembangan lagu-lagu gereja saat ini, bahkan saat ini ada yang menciptakan lagu gereja dengan nada house music atau rock. Beberapa lagi menganggap lagu hymne adalah lagu pujian yang benar dan banyak lagi perdebatan tentang lagu di gereja, tepatnya perdebatan tentang nada lagu gereja.

Jika kita berfikir lebih jernih, dan merenung lebih dalam, bukankah pujian dan penyembahan yang kita lantunkan dalam lagu tersebut adalah untuk Allah bukan untuk para pendengar atau pencinta musik gereja? Berapa banyak diantara umat kristiani yang menikmati lagu gereja sebagai sebuah lagu hiburan. Mereka menilai sebuah lagu apakah nikmat untuk didengar atau tidak, menilainya apakah enak untuk dinyanyikan atau tidak? Memberikan komentar “enak” pada lagu baru yang didengar seakan lagu itu diciptakan untuk mereka. Dari sinilah mulainya lahir perdebatan tentang nada lagu tersebut. Dari selera masing-masing manusialah perdebatan tentang lagu hymne, pop, keroncong, klasik, jezz, dangdut, rock bahkan house music didalam gereja diperbebatkan.

Jika kita merenung kembali, sebenarnya apakah Allah menikmati nada lagu yang kita lantunkan atau tidak? Apakah Allah menikmati seperti kita nikmati? Punyakah Allah selera musik seperti kita, yang seorang menyukai jezz, yang lain menyukai keroncong? Nada lagu yang mana yang Allah suka?

Allah bukan manusia. Nada lagu adalah untuk manusia berekspresi, mengungkapkan isi hatinya, karena itu didalam Alkitab kita tidak menemukan not-not atau nada lagu, hanya ada syair lagu. Tiap orang dapat mengekspresikan hatinya lewat nada, bahkan anak balitapun saat bergembira mereka menggumumkan suatu nada lagu. Manakah yang berkenan dihati Allah, nada lagu yang digumumkan oleh seorang balita dengan tidak jelas tetapi hatinya penuh sukacita kepada Allah ataukah nada lagu gereja yang dinyanyikan dengan sempurna oleh seorang penyanyi kenamaan pemenang Grammy Award?

Allah sebenarnya melihat hati, bukan melihat nada lagu yang kita lantunkan. Lebih penting dari nada lagu adalah kata-kata atau syair dalam lagu tersebut. Syair lagu adalah sebuah kata-kata iman, kata-kata marifat, kata-kata nubuat yang diucapkan dalam bentuk nyanyian. Karena itu jika kita menyanyikan lagu gereja, perhatikanlah syairnya, karena kata-kata yang kita nyanyikan itu seperti Firman Iman.

Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan. (Roma 10:8)

Karena itu jika ada lagu gereja yang syairnya tidak sesuai kebenaran Firman Tuhan, bagaimana bisa disebut lagu pujian dan penyembahan kepada Allah? Juga jika kita menyanyi tanpa mengerti arti syairnya, tanpa paham maksudnya dan menyanyi tanpa hati yang penuh syukur dan pujian kepada Allah, walau nada lagu yang kita nyanyikan begitu merdu, syaduh, indah dan menghanyutkan, dihadapan Allah itu sama sekali tidak berarti, beda dengan manusia, manusia tidak dapat melihat sampai dalam hati, ia hanya menikmati merdunya lagu tersebut dan memberi nilai baik pada lagu tersebut sesuai selera pendengaranya (1 Samuel 16:7).

Allah melihat nyanyian yang kita nyanyikan sampai kedalam hati kita. Jika lagu yang dinyanyikan tidak keluar dari dalam hati kita, percuma kita menyanyikan lagu gereja, lagu pujian dan penyembahan kepada Allah. Maka jadilah lagu gereja itu lagu hiburan, masuk telinga kita untuk dinikmati.

Tetapi, walaupun Allah tidak memperhatikan macam nada lagu yang kita nyanyikan, kita wajib memberikan yang berbaik yang dapat kita berikan kepada Allah, termasuk dalam hal memuji dan menyembah Allah. Jika seseorang menyukai nada lagu pop, biarlah berikan lagu popnya yang terbaik bagi Allah, jika seseorang menyukai nada lagu keroncong, baiklah nyanyikan lagu pujian kepada Allah didalam nada keroncong yang terbaiknya. Jika ada yang menyukai nada musik dangdut, mari berikan yang terbaik kepada Allah, tanpa harus memaksakan selera kita satu sama lain.

Bagimana seseorang dapat menyanyi dari dalam hatinya jika ia yang menyukai nada lagu jezz harus menyanyi dalam nada lagu klasik? Raja Daud selalu mengekspresikan hatinya kepada Allah dalam menyanyi dengan nada lagu kesukaannya, bahkan didalam tari-tarian. Tetapi semua itu bukan dipaksakan, meniru-niru atau dibuat seperti itu. Ekspresikan lagu dari hati anda dalam nyanyian kepada Allah sesuai dengan selera nada anda sendiri.

Berikan yang terbiak yang dapat kita berikan. Allah melihat nyanyian hati kita, bukan merdunya nada lagu yang kita nyanyikan lewat pita suara manusia. Suara pecah dan hancurpun indah dihadapan Allah.