h1

Hidup Dalam Kesukaran

20 March 2007

Ayat bacaan : Mazmur 73:21-24

Didalam masa-masa krisis ekonomi saat ini, banyak orang merasa kawatir. Kawatir dengan masa depannya. Kawatir dengan kehidupannya. Untuk mereka yang masih sekolah atau kuliah, kawatir dan bingung tentang bagaimana mendapatkan pekerjaan. Banyak perusahaan mem-PHK karyawannya, banyak perusahaan yang melakukan pengetatan dan penjualan mereka menurun secara drastis. Orang tua bingung menyekolahkan anaknya yang biayanya semakin mahal, karyawan atau pekerja merasa was-was, para pengusaha bingung dengan bunga bank yang tinggi. Seakan semua serba sulit di masa-masa sekarang ini. Barang kebutuhan naik berlipat-lipat.

Tetapi apakah dimasa seperti ini, anak-anak Allah yang maha tinggi akan jugakah ikut mengalami krisis? Melalui tulisan ini saya ingin mengatakan kepada anda bahwa Allah telah berjanji kepada kita untuk memelihara hidup kita, tidak peduli ada krisis atau tidak. Ia akan mencukupi kebutuhan kita.

Tentang keuangan atau kebutuhan hidup kita, Allah telah berjanji kepada anak-anakNya bahwa Ia akan memelihara kita sehingga kita tidak sampai telanjang dan kelaparan. Didalam Matius 6:25-32 dijelaskan tentang jangan kita kawatir terhadap sandang-pangan kita, tentang kebutuhan hidup kita, Tuhan pasti akan mencukupi semua itu. Demikian yang tertulis dalam Matius 6:32, “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” Jika Bapa di surga tahu, apakah Ia tidak akan memberikanNya? Ia sendiri menyebut diriNya Bapa yang baik dalam Matius 7:9-11. Ia pasti akan mencukupi kebutuhan dan keperluan hidup kita, jangan kawatir. Percayalah kepadaNya.

Bahkan Raja Daud dalam Mazmur 37:25 mengatakan, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat ORANG BENAR di tinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.” Jangan kita kawatir tentang keuangan, tentang kebutuhan hidup kita walaupun kita sekarang menghadapi masa-masa sukar. Tuhan telah berjanji dan Ia akan memberikan kepada kita kebutuhan kita.

Tetapi kita harus ingat didalam Matius 6:33 dan Mazmur 37:25 tertulis bahwa janji itu hanya bagi orang benar saja, bagi orang yang mencari Allah, bukan bagi orang yang mencari harta lebih dari pada mencari Allah. Semua akan Tuhan tambahkan dalam hidup kita, semua kebutuhan dan keinginan kita jika kita hidup didalam kebenaranNya.

Bukankah sudah tertulis dalam Yakobus 4:3-4 bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan atau memberikan apa-apa kepada orang yang meminta sesuatu untuk memuaskan hawa nafsunya. Jangan membodohi Allah, Ia melihat sampai kedalam hati, ia tahu pikiran dan isi hati kita (I Samuel 16:7, Yohanes 2:25). Bukan orang yang bersusah-susah mencari harta yang diberkati Tuhan tetapi orang yang mencari Tuhan dengan segenap hati. Bukankah dalam Mazmur 127:2 dikatakan, “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah – sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur.”

Saya bukan mengatakan bahwa kita tidak usah bekerja atau bersusah-susah untuk mancari nafkah dan diam-diam berkat Tuhan datang sendiri, sebab Firman Tuhan mengatakan didalam II Tesalonika 2:10-12 bahwa jika anak Tuhan tidak mau bekerja maka ia jangan makan! Juga dalam Amsal 10:4 disebutkan demikian, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” Apa artinya juga Amsal 6:6-9 menegur pemalas untuk belajar dari semut yang rajin? Tuhan membenci orang malas. Tetapi Tuhan lebih membenci orang yang mencintai uang, mencarinya lebih dari pada mencari Allah. Tuhan tidak akan memberkati orang tersebut. Tetapi bagi kita yang mencari Allah dengan segenap hati, semua itu seakan diberi pada waktu kita tidur.

Tentang orang yang cinta uang dan mencarinya lebih dari pada mencari Allah, Firman Tuhan dalam I Timotius 6:9-10 mengatakan, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jarat dan ke dalam berbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia kedalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Tuhan telah berjanji untuk mencukupi kebutuhan hidup kita, bahkan sampai berkelimpahan (Maleaki 3:10), tetapi bukan supaya kita cinta akan uang dan melakukan segala-galanya demi uang, melainkan supaya kita berkecukupan dan dapat menjadi berkat bagi orang lain dan bagi pekerjaan Tuhan. Sehingga kita dapat berkata seperti Raja Daud dalam I Tawarikh 29:14, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari padaMulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu.” Tuhan ingin kita memuliakanNya dengan harta kita (Amsal 3:9), mencukupi yang kekurangan (II Korintus 8:13-15,9:8-11) seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.”

Sekali lagi saya ingatkan, berhati-hatilah dengan uang, seperti yang telah anda baca dalam surat I Timotius diatas, banyak orang akan menyimpang dari iman dan mengalami banyak duka yang membawa kepada keruntuhan dan kebinasaan oleh karena memburu uang. Jangan katakan bahwa itu hanya untuk orang lain dan bukan untuk anda. Apakah anda ingin mengatakan kalau Firman Tuhan itu tidak tepat? Ayat ini ditulis bukan hanya untuk orang yang tidak mengenal Allah, tetapi juga untuk orang kristen. Untuk anda dan saya, untuk orang kaya dan miskin, untuk jemaat dan pendeta, untuk semua manusia dimuka bumi ini.

Didalam Alkitab dicatat ada seorang yang bernama Gehazi, teman sepelayanan Nabi Elisa yang selalu bersama-sama dengannya, bahkan boleh dibilang wakilnya tetapi binasa oleh karena cinta akan uang, peristiwa ini tertulis didalam II Raja-Raja 5:15-27. Juga Rasul Yudas, bukankah oleh karena cinta akan uang ia telah menjual Tuhannya? (Matius 26:14-16). Apa yang didapat oleh Gehazi? Apa yang diperoleh Rasul Yudas? Kedua-duanya menerima maut oleh sebab cinta uang!

Juga diantara kita, berapa banyak orang yang kita lihat telah berbuat jahat dan tega menipu dan mencelakakan saudara kandungnya demi uang, oleh sebab cinta uang banyak anak kristen yang tidak segan-segan lagi menipu, berbuat curang untuk merugikan orang lain, bahkan sahabatnya sendiri. Mengatakan putih sesuatu yang hitam. Adakah rasa takut kepada Allah didalam hatinya? (Ulangan 10:12-13). Lihatlah berapa banyak orang yang cinta uang hidupnya penuh dengan duka, baik itu orang kaya maupun orang miskin.

Jagalah hatimu dan jangan terseret kedalam jerat cinta akan uang. Anda akan sangat jauh dari Tuhan dan janji Tuhan akan keuangan yang tertulis dalam Alkitab tidak akan anda terima. Janji itu hanya bagi ORANG BENAR, yang melakukan Kebenaran, orang yang mencari Kerajaan Allah, bukan kerajaan dunia ini, yang mencari uang lebih dari pada mencari Tuhan. Percayalah kepadaNya maka anda akan melihat kemurahan dan berkatnya turun seperti aliran air yang deras.

Sebagai akhir kata saya ingatkan sekali lagi. Tuhan itu sangat mencintai kita, bahkan amat sangat. Ia rela turun kedunia untuk menjadi manusia yang lemah dan mau mati tersiksa demi cintaNya pada kita, apalagi yang harus kita kawatirkan? Apakah setelah semua yang Ia telah lakukan untuk kita, Dia rela meninggalkan kita telanjang, kehujanan dan kelaparan? Firman Tuhan dalam Ibrani 13:5 mengatakan, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Dunia ini akan berlalu dengan segala isinya tetapi kita akan dipelihara oleh Tuhan untuk selamanya. Amin.GOD IS GOOD

Leonardi Setiono
(Renungan yang aku tulis saat remaja)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: