h1

Bagaimaan Masa Depan

26 March 2007

Kita sebagai umat Tuhan yang harus hidup benar dan suci dalam dunia, terkadang merasa kawatir dengan masa depan kita. Melihat semakin kotornya dunia ini. Seakan tanpa berbuat curang dan licik kita tidak akan berhasil. Kolusi, korupsi dan nepotisme sudah menjadi nafas hidup didalam lingkungan kita. Bagaimanakah umat Tuhan dapat berprestasi dalam dunia ini?

Mungkin sempat dari hati kita timbul perasaan takut tentang masa depan kita. Mungkin daging kita mengajak kita berbuat curang juga untuk dapat bersaing dengan yang lainnya. Mungkin anda telah memutuskan dan bertindak curang seperti yang dilakukan kebayakan orang. Stop! Jangan diteruskan niat dan perbuatan anda. Tuhan adalah Allah yang adil. Ia memberi pahala kepada kita sesuai dengan perbuatan kita, baik itu jahat atau baik. Mungkin anda melihat mereka makmur dalam kecurangannya, tapi itukah yang dicari umat Tuhan di dalam dunia ini ?

Tuhan berkata lewat Raja Salomo di dalam suratnya, Pengkotbah 2 : 22-23 mengatakan “Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah dibawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaanya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tentram.Inipun sia-sia” Jika kita membaca seluruh kitab Pengkotbah maka kita akan dapat melihat bahwa semua kehidupan kita didunia ini adalah sia-sia.

Salomo sendiri telah hidup makmur dengan segala kekayaannya, tetapi ia dengan hikmat Allah melihat semua usahanya dalam dunia ini sia-sia. Daud pernah iri melihat kemakmuran orang selalu curang tapi Roh Allah menerangi hatinya untuk melihat akhir kehidupan mereka. “Tapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain…… Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik; mereka menambah harta benda dan senang selamanya! Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi…… Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan dimataku. Sampai aku masuk kedalam tampat kudus Allah dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya ditempat-tempat licin Kau taruh mereka, Kau jatuhkan mereka hingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap habis oleh karena kedasyatan!” (Mazmur 73:2-5, Mazmur 73:12-14 dan Mazmur 73:16-19). Pada dasarnya hidup manusia dengan segala kesibukannya adalah sia-sia dan hanya membuat lelah saja. Ayub paham hal itu, karena itu ia tidak sedih dan marah kepada Tuhan waktu bencana atas hidupnya datang menimpanya, malahan ia memuji Tuhan, sebab ia tahu semua itu fana dan akan berlalu begitu saja. Anda dapat membacanya di dalam kitab Ayub 1:21-22.

Jadi, bagaimana dengan kita, apakah kita harus mengikuti orang-orang dunia berbuat curang dan licik? Melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme untuk meningkatkan standar kehidupan sosial kita? Melakukan seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah? Semuanya itu sia-sia. Apa yang dapat kita peroleh dari semuanya itu. Suatu saat nanti kita akan mati dan tidak akan membawa apa-apa, malahan kita harus mempertangung jawabkan setiap perbuatan kita selama didunia ini dihadapan Allah.

Karena itu sebagai sesama umat Tuhan saya menasehati anda untuk tidak takut akan masa depan kita didalam dunia yang kotor ini. Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Itu janji Allah sendiri. Tapi, ingatlah, segala yang kita lakukan didunia ini adalah sia-sia, usaha menjaring angin. Hanya satu yang tidak sia-sia didalam dunia ini, dan hal itu ditulis dalam kitab I Korintus 15:58. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payamu tidak sia-sia” Hanya ini yang tidak sia-sia selama kita tinggal didunia ini. Segala apa yang kita perbuat untuk Tuhan kita Yesus Kristus tidak akan sia-sia. Lain dari itu adalah kesia-siaan yang kosong bahkan dapat menyeret kita pada maut.

Jangan menyulitkan diri dengan perkara sia-sia yang fana. Tuhan itu baik, dan mataNya tidak memandang berharga kemewahan dan kekayaan, sebab seperti uap semua itu akan berlalu. Tuhan ingin kita kaya didalam kebajikan. Jangan kita kawatir terhadap hidup kita, tidak akan kita dibuatNya mati kelaparan dan kehujanan, sebab Ia yang memelihara kita adalah Allah semesta alam yang berkuasa atas segalanya.

Tapi lebih dari itu, jernihkanlah mata dan pikiranmu untuk melihat kekayaan yang sesungguhnya. “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngegat dan karat tidak merusaknya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.”(Matius 6 : 20 – 21) Tepat yang dikatakan Firman Tuhan, dimana kamu anggap hartamu ada disitu, hatimu tertuju kesana. Jika dunia ini tempat kamu menyimpan harta maka kata Firman Tuhan tidak ada lagi tempat dihatimu untuk Tuhan, tidak ada lagi waktu bagimu untuk melakukan kehendakNya dan mengumpulkan harta di surga. Awas bagi orang seperti itu! Kecewa dan celaka akan menimpanya. Amsal 23 : 4 – 5 mengatakan, “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayab, lalu terbang keangkasa seperti rajawali.” Belajarlah dari Ayub yang tidak memandang kekayaan di dunia ini. Menjadi kaya itu boleh, tetapi bersusah payah dan menghartakan kekayaan itu yang salah dan akan membuat mata kita buta dan tawar terhadap Tuhan, ironisnya bisa celaka kekal.

Sebagai akhir kata, ingatlah selalu bahwa masa depan kita sudah disiapkan Allah dan itu adalah yang terindah, tiada yang lebih indah dari rencana Tuhan untuk kita. Bukan kaya, bukan miskin namun kaya, kaya didalam segala perbuatan baik. Sebab kaya atau miskin itu sia-sia, tapi kaya dalam kebajikan itu kekekalan. Kamu yang muda, ingatlah selalu akan bunyi Firman Tuhan ini, “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depanmu sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Amsal 23 : 17 – 18) Jangan sia-siakan hidupmu. Amin!!!

GOD IS GOOD

Leonardi Setiono
(Naskah yang aku tulis saat remaja)


Top Blogs

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: