h1

Makan Babi Masuk Neraka

8 August 2007

Menjawab pertanyaan tentang larangan makan babi di milis GeTT, dengan dasar ayat Yesaya 66:15-17. Topik dibincangkan adalah “Makan babi masuk neraka” karena itu umat kristen dilarang makan babi sesuai hukum Taurat.

Makan babi masuk neraka ???

Jika hari ini kita masih menaruh pengharapan pada hukum Taurat yang diturunkan lewat Musa, maka kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus tidak lagi berarti bagi anda (Galatia 2:21). Baik didunia, dihadapan iblis maupun dihadapan Allah.

Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. (Galatia 3:24-25)

Kita umat Kristen tidak lagi hidup dibawah hukum Taurat, sejak Tuhan Yesus datang kedunia ini. Karena itulah maka larangan makan babi bukan lagi sebuah tuntutan hukum bagi kita. Kita diselamatkan karena iman bukan karena melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan oleh hukum Taurat.

Kristus adalah kegenapan dari hukum Taurat itu sendiri (Roma 10:4). Tuhan Yesus datang kedunia ini, bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi menggenapkan apa yang dulu merupakan bayang-bayang atau kiasan, dan kini telah dibukakan seperti membuka selubung (2 Korintus 3:14-15). Karena itu jika kita membaca kitab perjanjian lama (hukum Taurat), kita harus selalu ingat bahwa semua itu merupakan bayang-banyang saja.

Apakah keselamatan kita sedemikian rendahnya hanya ditentukan dengan apa yang kita makan? Apakah karena makan babi lantas kita binasa di neraka? Ataukah seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:9, Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!” Lembukah yang Allah perhatikan? Berhargakah lembu dihadapan Allah lebih dari pada manusia? Banyak dalam hukum Taurat tentang hal-hal lahiriah seperti ini. Semuanya adalah kiasan atau kebenaran yang terselubung. Hal lain misalkan tentang korban dalam Ibrani 10:3-4 tertulis seperti ini, Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Masakan dosa manusia dapat ditebus oleh binatang? Bukankah itu merupakan kebenaran yang terselubung? Masih banyak lagi lainnya yang menjelaskan bahwa tuntutan hukum Taurat itu merupakan kiasan dan wujudnya adalah Tuhan Yesus Kristus.

Tetapi bagi mereka yang masih ragu-ragu juga tentang tuntutan hukum Taurat, silahkan anda menyadari bahwa anda wajib untuk melakukan seluruh perintah dalam hukum Taurat, bukan hanya dilarang untuk makan babi, udang, kepiting, tetapi juga seluruh tuntutan hukum Taurat wajib dilakukan. Masakan kita boleh memilih-milih mana yang wajib dilakukan dan tidak? Allahkah kita?

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. (Yakobus 2:10)

Tetapi bagi kita yang menerima kasih karunia didalam Tuhan Yesus Kristus, lewat iman, maka janganlah kita bimbang. Jangan kita kembali lagi kepada tuntutan hukum Taurat.

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Galatia 5:2-4)

Sekali lagi… Jika anda mengharakan kebenaran dalam mentaati perintah hukum Taurat, maka anda lepas dari Kristus dan dari kasih karuniaNya. Anda harus menanggung dosa anda sendiri sesuai tuntutan-tuntutan hukum Taurat (Roma 3:19-20). Anda sendiri yang menentukannya.

Salam didalam kasih Kristus,
Leonardi

Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. (2 Korintus 3:14-15)



Top Blogs

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: