h1

Kristenisasi

30 August 2007

Keselamatan tidak lahir dari kristenisasi

Banyak manusia ribut dengan agama, berebut pemeluk, menghitung jumlah, menghitung uang, kekuasaan, pengaruh dan apa saja yang bisa didapat dari banyaknya pemeluk.

Sejak ribuan tahun lalu, sejarah mencatat manusia telah memanfaatkan “agama” untuk memobilisasi manusia, untuk mensukseskan tujuan dan memperkuat kedudukan dan pengaruhnya, sampai dengan hari ini. Agama diciptakan oleh manusia, dari ujung bumi sampai ke ujung bumi dengan mengatasnamakan wahyu, manusia menciptakan beragam agama didunia ini. Allah tidak pernah menciptakan agama, tetapi manusia telah menciptakannya dan telah membangun kerajaannya dibumi ini.

Agama tidak dapat menyelamatkan manusia. Agama dan Kitab Sucinya tidak akan membuat manusia itu selamat. Selidikilah semua Kitab Suci*, lihatlah dengan teliti, apakah ada kepastian akan keselamatan dan kehidupan kekal sesudah kematian? Adakah jaminan seorang memeluk agama tertentu akan selamat? Bukankah penyebar agama adalah orang yang sedang penyebar kekuasaan manusia?

Allah telah memberikan wahyuNya kepada semua manusia dari segala jaman, dari belahan bumi paling ujng sampai ujung satunya. Wahyu yang diberikan merupakan gambaran atau bayangan akan wujud Tuhan Yesus Kristus, tetapi manusia lebih menyukai agama dari pada keselamatan yang dijanjikan Allah. Wahyu secara khusus diberitakan lewat bangsa Israel, tetapi kepada bangsa-bangsa lain, Allah memberikan hukum tersebut didalam hati mereka.

“Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus”. (Roma 2:14-16)

Suatu saat kelak akan nyata, bahwa berita tentang kedatangan Sang Mesias, yaitu Tuhan Yesus Kristus telah diberitakan sejak lama kepada segala bangsa, bukan hanya lewat bangsa Israel. Hal itu akan nyata saat hari penghakiman seluruh umat manusia di akhir jaman. Tetapi sekali lagi, manusia lebih menyukai agama daripada keselamatan yang telah dijanjikanNya.

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi”. (Mazmur 19:2-5)

Keberadaan Allah, dosa, penghakiman, keselamatan dan penebusan, dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, sejak purbakala di seluruh dunia, ditempat terpencil dan jauh dari peradapan sekalipun, gema ini telah disampaikan didalam hati mereka, bahkan orang-orang bijak dan tulus diantara mereka beroleh anugrah untuk mengetahui lebih banyak tentang wahyu keselamatan dari Allah. Tetapi, sekali lagi manusia lebih menyukai agama dari pada keselamatan dari Allah.

Kini, manusia masih terjebak dalam kekuasan agama. Apakah kita akan menjadikan semua bangsa pemeluk agama kristen? Kristenisasi tidak membuat manusia itu diselamatkan. Bagi Allah, menjadi kristen atau bukan, bukanlah perkara yang besar, bahkan beribu-ribu orang menjadikan dirinya pemeluk agama kristen itu sama sekali tidak berguna dan tidak berarti bagi Allah (Yoh 2:23-25).

Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan kita untuk mengkristenisasikan siapapun juga. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk memperdamaikan mereka dengan Allah dan menjadikan mereka murid (Matius 28:19-20), bukan untuk menjadikan pemeluk agama kristen atau menyebarkan agama dengan tuntutan-tuntutannya (Lukas 9:2-5, Mark 16:15).

Jadi sekali lagi saya ingatkan, kita sebagai murid Tuhan Yesus Kristus, kita bukan diutus untuk mengkristenisasi orang atau menyebarkan agama kristen, tetapi untuk menyelamatkan mereka dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. (Roma 10:13-17)

Mari kita beritakan kabar baik tersebut, dan membawa banyak orang kepada Allah lewat Tuhan Yesus Kristus, bukan untuk menjadikan mereka pemeluk agama kristen. Sudah cukup gereja-gereja kita dipenuhi para pemeluk agama yaitu para munafik, pendosa dan anak-anak iblis.

Buang jauh-jauh istilah kristenisasi…

Salam damai sejahtera,
Leonardi

“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”. (2 Korintus 5:19-21)

* Hanya didalam Kristus ada keselamatan, hukum dosa dan hukum maut, hukum Taurat dan aturan-aturan manusia lainnya membuat manusia menjadi pendosa. Tidak ada seorangpun dapat dibenarkan/diselamatkan karena melakukan perintah hukum Taurat (Galatia 2:16, Roma 3:20, Galatia 2:21).


Top Blogs

%d bloggers like this: