h1

Dirajut Dalam Ketidaksempurnaan

11 September 2007

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkotbah 3:11)

Jika kita mengingat akan Allah, maka akan tersirat dalam benak kita kesempurnaan pekerjaanNya, seperti yang tertulis dalam Matius 5:48. Tetapi pada kenyataannya, kita “melihat” banyak ketidak sempurnaan disekitar kita. “Seharusnya pekerjaan Allah itu sempurna” demikianlah kita sering berfikir. Sempurna, indah dan ajaib begitulah kira-kira gambaran kita.

Tetapi didalam Alkitab, mulai dari Adam dan Hawa, telah jatuh dalam dosa, pernikahan ternyata sejak awal malah membawa kepada hal yang tidak baik. Nuh yang terpilih, ternyata menjadi mabuk dan telanjang. Abraham bapa orang percaya, tetapi Alkitab juga mencatat perbuatan yang tidak berkeyakinan akan pertolongan Tuhan. Lihatlah juga garis keturunan keluarga Tuhan Yesus Kristus, berapa banyak didalamnya adalah orang-orang dinilai kurang baik, Perez adalah anak dari Tamar, menantu Yehuda yang dihamilinya, Salomo anak dari istri Uria yang diselingkuhi Daud, dan nama-nama lainnya yang tidak dapat dibilang terlalu baik. Lihat juga 12 murid yang dipilih sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus, ada seorang yang bernama Yudas Iskariot yang lebih memilih uang dari pada Tuhannya. Petrus, sebagai seorang yang mengepalai rasul-rasul dan melakukan mujizat yang luar biasa juga berbuat munafik dan ditegur oleh Paulus. Gereja mula-mula juga terpecah-pecah, bahkan sampai hari ini gereja dan pengajaran masih terpecah-pecah (Efesus 4:11-15). Bahkan hari-hari belakangan ini, Alkitab dan iman Kristiani digugat kesempurnaanya…

Mengapa begitu banyak ketidaksempurnaan, seakan pekerjaan Allah itu tidak sempurna?

Sesungguhnya bukan pekerjaan Allah tidak sempurna, tetapi kitalah yang harus memperbaharui pikiran kita (Efesus 4:22-24), cara pandang kita dan pemahaman kitalah (1 Korintus 2:10-16) agar kita dapat melihat bahwa memang Allah itu sempurna, juga sempurna dalam setiap pekerjaanNya, yang mana tidak seluruhnya, dari awal sampai akhir, dapat kita pahami (Ulangan 29:29).

Jangan kita beranggapan bawah sejak dari awal Allah menyatakan pekerjaanNya didalam kesempurnaan, tetapi kesempurnaan itu datang dari ketidaksempurnaan. keindahan itu datang dari keburukan, kemurahan itu datang dari dosa, dan keselamatan datang dari penghukuman kekal. Karena itulah FirmanNya menyatakan, Allah menjadikan segala sesuatunya baik.

Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan.
Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
(1 Korintus 15:42-43)

Bukankah kita semua pada awalnya adalah orang berdosa, bukankah sampai hari ini kita masih juga jatuh dan bangun didalam kelemahan kita? Tetapi dari ketidak sempurnaan kita, Allah telah merajut hidup kita dari hari ke hari semakin indah, semakin serupa dengan gambaranNya. Dan selama itu pula, kita telah melakukan pekerjaan kita sebagai hambaNya didalam ketidak sempurnaan, tetapi Allah telah menjadikan setiap pekerjaan kita sempurna oleh kuasa Roh Allah (2 Korintus 3:5-6).

Didalam hal apapun juga, persoalan dan tantangan hidup ini, jangan kita melihat ketidak sempurnaan disekitar kita sebagai penghalang, jangan kita berputus asa dan kehilangan iman dan pengharapan karena kekurangan dan ketidaksempurnaan yang ada, karena memang dari sanalah Allah bekerja, untuk menjadikan segala sesuatunya indah pada waktuNya.

Paulus mengatakan,

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya
kuasa Kristus turun menaungi aku.
(2 Korintus 12:9).

Didalam ketidaksempurnaan maka akan nyata kuasanya, akan nyata pekerjaanNya yang membawa kepada kesempurnaan. Kesempurnaan terjadi didalam proses, bukan seperti mistik dan sulap yang terjadi seketika. Kesempurnaan akan dirajut oleh Allah dengan tanganNya yang kuat dari kelemahan dan kekurangan. Walaupun hal itu terjadi dalam proses, Roh mengatakan, “waktunya akan dipercepat”.

Tetapi jika yang sempurna tiba,
maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
(1 Korintus 13:10)

Maranatha,
Leonardi

Bersyukurlah jika anda melihat ketidaksempurnaan, karena anda akan melihat karya Allah didalamNya.


Top Blogs

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: