h1

Tampil Apa Adanya

1 April 2008

Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. (1 Korintus 2:12:6)

Tepeng CantikSebagai seorang pengikut Kristus, sudah sepantasnya kita berani tampil apa adanya. Tidak menutup-nutupi kekurangan kita, tidak mengelabui orang-orang disekitar kita dengan hal-hal yang “bukan diri kita”. Berani menyatakan dan menerima apa keadaan diri kita sendiri.

Sepintas, mereka yang membaca kalimat tersebut merasa bahwa itu hanya bagi mereka yang minder, mereka yang cacat atau mereka yang munafik. Tetapi hari ini kita belajar melihat diri kita sendiri, mari sejenak kita merenungkan dan mengenali prilaku diri kita sendiri, mengingat kembali segela sesuatu. Mengingat apakah kita telah berani menyatakan diri kita sendiri kepada orang banyak apa adanya, atau kita masih memakai topeng-topeng didalam kehidupan ini.

Didalam kesibukan sehari-hari, padatnya jadwal dan banyaknya pekerjaan, kita sering kali menjadi lalai untuk memperhatikan hidup ini agar selalu sesuai Firman Tuhan. Seiring waktu, tanpa kita sadari, tahu-tahu kita telah memenggunakan topeng-topeng didalam kehidupan ini untuk tampil lebih dari sebenarnya dihadapan banyak orang. Mungkin kita tidak mengharapkan demikian, tetapi kesibukan sehari-hari telah menjadikan kita lalai dan berlaku munafik, seperti yang dialami pula oleh rasul Petrus saat di Antiokia (Galatia 2:11-14).

Karena itulah Raja Daud menasihati dalam Mazmur 139:23-24, agar kita selalu memeriksa diri sendiri, yang seharusnya merupakan kegiatan yang rutin, bukan sebulan atau setahun sekali, dan juga bukan sebuah meditasi menenangkan batin, tetapi sejenak memeriksa hidup kita, melihat apakah kita telah hidup sesuai FirmanNya atau telah menyimpang dari kehedak Allah?

Saat anda memeriksa diri, merenungkan kehidupan anda sendiri, dan hari ini anda merasakan masih terbeban dengan kepura-puraan, menutupi kekurangan atau kesalahan dan berlagak ini dan itu, maka sebenarnya kita belum tampil apa adanya. Kita sebenarnya masih dibebani dengan keangkuhan hidup. Kita mengharapkan orang lain menilai kita lebih dari sebenarnya tentang kita. Apakah sebenarnya yang kita megahkan?

Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. (Yakobus 4:16)

Beberapa waktu lalu, istri saya bercerita tentang seseorang yang menegur mama mertua saya yang menyaksikan suatu yang buruk yang telah dilakukan istri saya dan kemudian sadar dan bertobat didalam sebuah kesempatan memberitakan Firman Tuhan. Mereka mengatakan, mengapa keburukan anak sendiri diceritakan kepada orang-orang?

Bagi saya dan istri saya, apa yang telah kita jalani dan segala kesalahan dan keburukan tidaklah perlu ditutup-tutupi, apalagi menjadi kesaksian dan pelajaran bagi orang lain. Jika baik ya baik, jika buruk, ya buruk, dan kita akan menjadikan yang buruk itu baik, karena kita semua belum sempuran dan masih diolah didalam banyak hal untuk menjadi serupa dengan Kristus (Kolose 3:9-10).

Tidak perlu malu dalam keadaan lemah, kekurangan bahkan kesalahan, sebab untuk itulah Kristus datang. Tetapi saat kita berusaha menutupi banyak hal dan menyembunyikan banyak kekurangan, maka kita telah memberi hambatan bagi diri kita sendiri dalam mengenal Kristus dan menjadi serupa denganNya. Jangan kita membodohi diri kita sendiri, mari kita tinggalkan semua tipu daya “keangkuhan hidup” tersebut.

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibrani 12:1-2)

Tampil apa adanya, merupakan suatu sikap atau pernyataan iman, akan karya penebusan Kristus. Saat kita berani tampil adanya, pada saat itulah karya Allah akan bekerja didalam hidup kita, didalam segala sesuatu yang kita hadapi

Baiklah mulai hari ini kita belajar jujur kepada diri kita sendiri, berani menyatakan diri apa adanya kepada orang banyak. Seperti apakah kita ini sebenarnya… apakah kita telah mencerminkan kehidupan Kristus atau kita telah jauh dari ceriman Kristus tanpa topeng-topeng tersebut?

Salam dalam Kasih Kristus,
Leonardi

Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN. (Ratapan 3:40)

Top Blogs

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: