h1

Artis Rohani Favorit

4 April 2008

Konser RohaniTahun-tahun belakangan ini mulai marak lahirnya artis rohani. Mereka adalah para idola dan orang-orang yang mencari uang dari bisnis artis. Wow…! Bisnis artis?

Beberapa waktu yang lalu saat saya mewawancari seseorang pelamar kerja, saat saya menanyakan hal yang merupakan kegagalan yang berkesan dalam hidupnya, ia bercerita tentang kisah asmaranya dengan artis rohani. Awalnya saya bingung saat ia menyebut artis rohani. Artis…? Rohani…? Apaan tuh? Kemudian dia menyebut sebuah nama yang tentu saya kenal dari albumnya dan menerima penjelasan darinya tentang arti artis rohani tersebut. Seorang artis tetapi berkecimpung dalam dunia kerohanian. Seorang yang manggung disana sini dan mengadakan konser dan diundang gereja, membuat album, main film, iklan dan lain-lainnya.

Sebenarnya kata artist sendiri itu artinya seniman. Tetapi penggunaan secara umum di negri kita, kata artis mengacu kepada seniman yang komersial, seniman didalam dunia hiburan (entertainment), dalam bahasa sederhana yaitu para penyanyi, pemain filem, pelawak dan lain-lainnya.

Jika kata artis yang erat kaitannya dengan dunia entertainment, ditambah kata rohani dibelakangnya, maka artinya bisa macam-macam. Sederhananya adalah orang-orang yang menghubur dengan materi rohani dengan tujuan komersial. Sebenarnya meraka tidak berbeda jauh dengan para artis pada umumnya, hanya bedanya, pasarnya adalah orang-orang yang rohani atau merasa rohani.

Bagi saya boleh-boleh saja mencari uang didunia hiburan, tetapi yang menjadi persoalan adalah untuk siapa mereka tersebut menyanyi? Bukankah lagu rohani adalah lagu puji-pujian kepada Allah, lagu menyembah Allah. Bagaimana jadinya saat lagu-lagu tersebut dirubah menjadi sebuah hiburan, selayaknya lagu-lagu pop lainnya? Berbondong-bondong orang membeli karcis konser, antri berjam-jam berjubel didepan pintu masuk dan berebut berada didepan panggung. Mereka menjerit-jerit, mereka minta difoto bersama, minta tanda tangannya…

Dunia ini memang sudah bengkok dan terbalik (Filipi 2:12-16), umat kristen apakah sudah tidak lagi dapat tahan untuk tidak memiliki idola dan artis rohani favorit? Apakah hal-hal rohani harus dikomersialkan, dijadikan sebuah entertainment? Apakah umat kristen telah lupa dengan Firman Tuhan, telah lupa dengan Lukas 16:15 yang mengatakan, “Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. “

Mari, melalui renungan ini, kita belajar untuk membuang jauh-jauh istilah artis rohani dan idola-idola rohani yang semuanya adalah tipu daya. Manusia mengagumi manusia, manusia meniru teladan sang idola, sang artis. Bukankah kita seharusnya meniru teladan Kristus, menjadi serupa denganNya? Manusia selalu ingin menyingkirkan Allah, bahkan didalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan sekalipun.

Celakalah dunia ini, celakalah orang-orang yang berusaha menukar kemulyaan Allah, pujian kepada Allah dan penyembahan-penyembahan yang benar dengan tipu daya enterteinment. Bukankah hal ini dulu telah terjadi dan menjadi pelajaran bagi kita (Roma 15:4), saat Raja Yerobeam mendirikan bukit-bukit pengorbanan dan memindahkan ibadah dari Yerusalem ke Betel dan Dan (1 Raja-raja 12:28-33, 13:1-2). Serta menukar Allah dengan patung sang idola. Raja Yerobeam mendirikan Ibadah enterteinment!

Saat ini, umat kristen telah mulai lagi mendirikan ibadah yang diadakan oleh Raja Yerobeam, ibadah entertenment dibukit-bukit pengorbanan. Didalam sebuah ibadah raya, muncul artis-artis rohani sebagai icon dengan lantunan lagu merdu mereka sebagai hiburan rohani, dengan para pendeta yang didapat dari sebuah biro jasa pemberita Firman Tuhan. Dengan suguhan filem, tari-tarian dan kemewahan panggung. Oh… Tuhan. Apakah telah dekat waktu kedatanganMu?

Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel! (Yeremia 3:23)

Mengapa kita harus mencobai Allah sekali lagi? Seperti yang dilakukan oleh Raja Yerobeam dan yang dilanjutkan oleh raja-raja keturunannya yang jahat dimata Tuhan? Mengapa kita harus menukar ibadah kita dengan enterteinment rohani? Mengapa? Mengapa kita membuat Allah cemburu? Bukankah kita yang Ia panggil anak-Ku…

Tetapi mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya; mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang mereka, berubah seperti busur yang memperdaya; mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka. (Mazmur 78:56-58)

Mari kita tetapkan langkah kita, mari kita kembali kepada Firman Tuhan, kembali berpegang pada perintah dan peringatan-peringatanNya. Mari kita menyembah Allah dengan cara yang benar, mari kita memuji-muji Allah dengan riang dan dari hati kita. Mari kita tinggalkan ibadah entertenment, ibadah yang didirikan Raja Yerobeam, kita jauhkan bukit-bukit pengorbanan, kita buang semua tipu daya tersebut.

Biarlah kita hanya dipuaskan oleh Tuhan Allah kita, bukan oleh artis-artis rohani. Biarkanlah kita menerima sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kritus bukan dari lantunan merdu para artis rohani, bukan dari konser musik rohani.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! (Mazmur 100:2-4)

Kita memuji Tuhan, bernyanyi dan menyembahNya, karena ada syukur dalam hati kita, karena ada nyanyian hati, karena ada Roh Allah yang memberikan sukacita dan rasa syukur tersebut. Bukan karena merdunya lagu, bukan karena indahnya dan eloknya suara dan tampang artis rohani. Semua karana Allah dan untuk Allah. Kita beribadah untuk Allah bukan untuk diri kita sendiri. Umat Allah tidak butuh entertenment rohani… tidak butuh artis rohani.

Siapa yang telah menyuguhkannya???



Top Blogs

One comment

  1. Saya setuju dengan pemikiran Bapak! Sudah bertahun tahun ini saya juga lihat hal ini, namun tidak tahu bagaimana mengatakannya. Dan saya kira, ini penularan dari negara-negara maju macam AS dan Europa

    Saya kira, memang telah terjadi penyimpangan, menurut saya, harusnya lagu rohani itu membuat pendengarnya menjadi dekat dan menyembah Allah saja, bukan penyanyinya dan lagunya yang merdu.

    Jadi secantik-cantiknya/setampan-tampannya seorang penyanyi rohani, atau seindah-indahnya lagu rohani, harusnya tidak membuat kita jadi berebutan minta tanda tangan lah, minta foto bersama lah, dst. Yang harusnya kita puja hanya Allah semata, bukan si artis dan musiknya.

    Yang lebih mengerikan lagi, banyak orang mengira, dengan melakukan ini, menyukai/memuja artis rohani, atau berbisnis rohani begini, mendengarkan musik rohani dengan cara ini, mereka mengira mereka beribadah!

    Pada saatnya, saya ingin menuliskan juga, lagu rohani berdasarkan Alkitab, yaitu apa fungsinya, jenis-jenisnya, siapa yang menyanyikannya, dimana menyanyikannya, dst. Tapi Bapak juga bisa mulai duluan kok:mrgreen:

    Oke Pak Leonardi! Salam Kenal! GBU!



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: