h1

Menunggu Seseorang

27 May 2008

Saat Firman Tuhan diberitakan, saat janji Allah dibacakan kembali dan Allah berfirman,

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” (Yohanes 14:12-13)

Apakah anda sedang menunggu seseorang?

Menunggu SeseorangFirman Tuhan itu adalah untuk kita, bagi kita. Tetapi sering kali kita berdiam diri dan menunggu seseorang untuk menggenapi Firman Tuhan tersebut. Sering kali kita merasa tidak layak dan tidak pantas untuk mengerjakan pekarjaan yang dilakukan oleh Kristus, sehingga sebagian umat Tuhan duduk manis menunggu dan berharap kepada si A atau si B untuk melakukannya.

Jika hari ini anda berfikir seperti itu, maka anda salah. Tidak seperti itu, Firman Tuhan ini bukan hanya untuk si A atau si B, tetapi untuk kita semua orang beriman. Bukankah sudah tertulis, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:15-18)

Allah ingin memakai kita semua untuk melanjutkan pekerjaan Kristus di dunia ini, yaitu untuk menyempurnakan gerejaNya (Kolose 1:24-25). Tugas itu bukan diberikan kepada satu atau dua orang saja, tetapi itu adalah tugas kita semua anggota Tubuh Kristus. Allah telah melengkapi gereja Tuhan dengan pelayanan jabatan (Efesus 4:11-13), dan setiap orang didalam Tubuh Kristus, diberiNya pelayanan masing-masing sesuai dengan karunia yang diberikan oleh Roh Kudus untuk kita lakukan (Efesus 2;10). Semua orang terlibat dalam didalam pekarjaan yang dikerjakan oleh Kristus.

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota-menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:16)

Tetapi banyak orang Kristen, anggota dari Tubuh Kristus, yang duduk diam seakan menunggu orang lain melakukan tugas-tugasnya. Jangan kita menunggu mereka, si A atau si B, tetapi anda sendiri, berikanlah diri anda untuk menggenapkan FirmanNya didalam pelayanan menyempurnakan gereja Tuhan, menanti kedatangan mempelai, yaitu Tuhan Yesus Kristus kedua kalinya. Jangan lagi menunggu orang lain, anda yang Tuhan cari untuk menggenapkan tugas pelayanan sesuai dengan bagian yang diterima tiap anggota Tubuh Kristus.

INI AKU TUHAN

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:7-8)

Kita yang telah ditebus oleh Allah, dosa-dosa kita diampuniNya, dan kita dijadikanNya anakNya, selanjutnya, Allah memberikan kita perintah untuk kita taati. Inilah perintah-Nya, “Kasihilah seorang akan yang lain.” (Yohanes 15:17).

Kalimat yang pendek, tetapi didalam kalimat tersebut terkandung seluruh perintah Allah (Galatia 5:14).

Saat Yesaya ditanya “Siapakah yang akan Kuutus?” Ia menjawab “Ini aku”. “Siapa yang mau pergi untuk Aku?” maka Yesaya menjawab “Utuslah aku!”. Demikian juga dengan kita, bersediakah kita pergi melakukan perintahNya? Ataukah kita menunggu seseorang untuk diutus, bukan saya.

Kita diutus oleh Allah untuk mengasihi orang disekitar kita, bukan untuk menjadi pendeta atau pengkerja gereja. PerintahNya adalah mengasihi, bukan menyebarkan agama.

Mengasihi orang-orang disekitar kita, bukan dengan kata-kata saja, tetapi juga didalam perbuatan yang nyata dan dapat dirasakan oleh mereka (1 Yohanes 3:18). Bagaimana kita menerima mereka, memperhatikan dan peduli terhadap mereka. Matius 5:37-48 mengajarkan kepada kita bagaimana kita mengasihi orang-orang disekitar kita. Memberikan diri kita, apa yang kita punya untuk mereka yang membutuhkan, bahkan Yesaya 58:10, mengatakan apa yang paling kita inginkan, itulah bagian yang terbaik yang kita berikan, bukan sisa-sisa atau sesuatu yang sudah tidak kita inginkan atau pakai lagi.

Dari semua yang terbaik yang kita miliki, bukankah Kristus adalah yang terbaik? Bagikanlah Kristus kepada orang-orang yang kita kasihi, orang-orang yang ada disekitar kita. Beritakan kabar baik itu, bawa mereka untuk diperdamaikan dengan Allah, itulah wujud kasih yang paling berharga.

Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. (1 Tesalonika 2:8).

Bukan hanya injil Kristus yang kita bagikan, tetapi juga diri kita sendiri, hidup kita sendiri, kita berikan kepada mereka, sebagai hamba. Sebagai pelayan mereka, bukan sebagai tuan atau guru yang memberikan perintah atau nasihat, tetapi sebagai pelayan yang melayani seperti Kristus telah melayani kita (Matius 20:28) dan bahkan sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa yang kita perbuat (Filipi 2:3-8). Demikian seharusnya kita mengasihi (1 Yohanes 3:16), karena Yesus berkata dalam Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”

BAGIAN PELAYANAN

Setiap orang memiliki bagiannya sendiri-sendiri didalam pelayanan. Tidak semua menjadi mata dan tidak semua menjadi tangan atau kaki, demikian kata 1 Korintus 12:14-18. Lalu apa peran kita didalam Tubuh Kristus?

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkotbah 9:10)

Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. (Yohanes 9:4)

Bagian pelayanan kita adalah apa yang didepan mata kita. Segala sesuatu yang dapat kita kerjakan, segala sesuatu yang kita mengerti dan segala sesuatu yang Allah telah perlengkami dalam hidup kita, itulah bagian pelayanan kita. Karena kita melayani bukan dengan kekuatan kita, bukan dengan kepandaian kita, tetapi oleh karena pekerjaan Roh Allah didalam kita (Zakharia 4:6, 2 Korintus 3:5-6). Semua adalah pekerjaan Allah, kita hanya alat saja yang tidak memiliki kemampuan (Yesaya 10:15, 2 Korintus 4:7).

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; (2 Korintus 9:10)

Benih itu telah disediakan oleh Tuhan, dan kita hanya menaburnya saja. Pelayanan yang ada didepan mata kita adalah seperti benih yang telah kita miliki, kita tinggal menjalankan pelayaan tersebut, jangan kita melihat pelayanan yang “besar-besar”, jangan kita memandang kepada hal-hal diluar benih yang telah Tuhan berikan untuk kita tabur.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, (Roma 12:3-4).

Jangan tunggu orang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang Tuhan perintahkan. Jangan menunggu si A atau si B, sebab setiap orang memiliki bagiannya sendiri-sendiri. Mulailah dari diri anda sendiri, jangan menunggu orang lain memulai, pekerjaan itu ada didepan anda. Yakobus 4;17, mengatakan, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”

Apakah kita hendak berbuat dosa kepada Tuhan Yesus Kristus dengan mengabaikan perintahNya. Dengan membiarkan bagian pekerjaan kita terbengkalai? Bertindaklah sekarang, jangan tunda lagi, karena Kristus membutuhkan anda, ladang siap dituai tetapi dimana para pekerjanya? (Lukas 10:2).

Maranatha!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: