h1

Maaf, Saya Khilaf

1 September 2010

khilaf [KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA]
khi·laf a keliru; salah (yg tidak disengaja);
ke·khi·laf·an n kekeliruan; kesalahan yg tidak disengaja: ~ dapat saja terjadi dl pergaulan sehari-hari

khilaf [KAMUS SEASITE]
khilaf : salah; tidak benar; keliru.
Definisi Inggris : error, mistake.
Contoh : Maaf, saya telah membuat KEKHILAFAN yang besar. => Sorry, I have made a big MISTAKE.

Didalam bahasa Ibrani, kata khilaf adalah “sh@gagah” (baca: sheg-aw-gaw’). Alkitab bahasa Indonesia menterjemahkan kata tersebut sebagai khilaf, tidak disengaja, tidak sengaja, tidak deketahui dan sesat.

Kata khilaf sering kita dengar disekitar kita. Kata khilaf merupakan kata sakti untuk berkelit dari kesalahan di negri kita. Sering kali pesakitan mengaku khilaf saat berbuat jahat. Sering kali kita mengatakan khilaf saat kita menyakiti orang lain atau berbuat yang kurang baik kepada saudara seiman ataupun kepada orang-orang disekitar kita. Masyarakat menerima kata khilaf sebagai sesuatu yang wajar untuk berbuat salah. Orang-orang tua mengatakan “sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga”. Masyarakat jawa timur biasa menyebut “namanya juga orang, pasti ada luputnya”. Khilaf tersebut diterima sebagai kesalahan yang wajar.

Memang kesalahan yang disengaja dengan kesalahan yang tidak disengaja berbeda kadarnya. Kesalahan yang disengaja tentu lebih berat kesalahannya dari pada kesalahan yang tidak disengaja atau kita sebut khilaf (berasal dari bahasa Arab yang diserap menjadi bahasa Indonesia).

“Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” Lukas 12:47-48

Tetapi walaupun kadarnya lebih sedikit dari yang sengaja, tetapi tetap saja hal itu adalah salah. Kedua-duanya tetap saja menerima pukulan dalam ayat diatas. Khilaf didalam iman kristiani bukan sebuah pernyataan untuk berkelit dari kesalahan, sebab seorang yang khilaf yang membawa dosa atau khilaf berbuat dosa tetap bersalah dan Allah tidak menyukainya.

Lagi pula, bukankah Tuhan menguji setiap hati (Yeremia 11:20), menyelidiki manusia sampai kedalam batinnya dan mengadili bukan dari apa yang tampak dimata, tetapi sampai dalam hati (I Korintus 4:5). Didepan manusia kita dapat berkata khilaf, tetapi sesungguhnya Tuhan tahu apakah benar kita tidak menyadari atau kita melakukan kesalahan dengan kesadaran. Takutlah akan Tuhan!

Seorang yang dengan sengaja berbuat jahat atau dosa dan mengaku khilaf, ia telah menambah kesalahan atau dosanya dengan berdusta (Immamat 19:11).

Khilaf berbeda dengan kalap. Kalap menurut KBBI artinya lupa diri. Juga Khilaf berbeda dengan lupa. Walau kalap dan lupa menyerupai, tetapi kata khilaf mengandung unsur tidak disengaja atau keliru yang berhubungan dengan kesalahan.

Seperti apakah kesalahan yang disebut kh ilaf?

Tahu larangan tetapi khilaf melanggarnya

Jika kita tahu sebuah larangan didalam Firman Tuhan, misalkan tentang berbohong atau dusta. Pada saat kesibukan sehari-hari saat kita berbincang-bincang, kita terlalu asik sehingga terlarut dan waktu ditanya tentang hal yang pribadi atau rahasia, dengan cepat dijawab dengan bohong atau dusta tanpa disadari karena keasikan berbicara. Itu adalah khilaf perbuatan dosa.

2 Samuel 12:4-9 mencatat tentang khilafnya Raja Daud dengan Batsyeba (2 Samuel 11:2-3) bahkan hendak menipu Uria, suami Batsyeba dan gagal dilanjutkan dengan rencana membunuhnya. Raja Daud tidak sadar sampai Nabi Natan menyadarkan dan membuat Raja Daud terkejut dari kesalahannya (2 Samuel 12:13,16-20).

Khilaf seperti ini adalah khilaf yang paling sering dilakukan oleh umat Tuhan, dimana mereka tidak sadar karena terlena sehingga berbuat dosa padahal tahu larangannya.

Tahu perintah tetapi khilaf tidak melakukan

Selain larangan didalam Firman Tuhan juga ada perintah. Larangan dan perintah adalah dua hal yang sama-sama harus kita taati. Kebanyakan orang Kristen hanya mengutamakan larangan dan menganggap perintah sebagai pilihan, boleh dilakukan boleh tidak.

Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku, jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku, maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan. Mazmur 89:32-33

Ketetapan-Ku memiliki pengertian hukum atau batasan-batasan yang tertulis jelas. Sesuatu yang tidak boleh dilanggar, biasanya berupa larangan. Sedangkan perintah-Ku memiliki pengertian ketaatan kepada perintah, tunduk untuk melakukan apa yang diperintahkan. Keduanya harus ditaati.

1 Korintus 9:16, menulis “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Paulus tahu perintah memberitakan injil itu sebuah keharusan bukan option (pilihan) seperti halnya larangan berdusta atau berzinah.

Memang kadang perintah terlihat sederhana. Seperti halnya Petrus dalam Lukas 22:31-34, Yesus telah memperingati Petrus bahwa ia akan jatuh dalam dosa. Matius 26:41-43, mencatat setelah itu Yesus mengajak mereka berdoa, menasihati Petrus agar berjaga-jaga dan berdoa agar tidak jatuh saat ditampi iblis, tetapi Petrus tertidur, dan sudah dibangunkan masih juga tertidur lagi. Matius 26:75 menulis tentang kejatuhan Petrus karena khilaf tidak mentaati perintah Yesus.

Sering kali kita seperti Petrus, saat Tuhan mengingatkan kita untuk berbuat sesuatu atau untuk melakukan sesuatu, perintah tersebut kita lalui begitu saja yang dapat berujung kepada perbuatan dosa.

Tidak tahu larangan, khilaf berbuat yang dilarang

Kadang kita tidak mendengarkan atau mengacuhkan perintah Tuhan atau hukum-hukumNya sehingga kita tidak mengetahui bahwa kita telah melakukan kesalahan yang tidak kita sadari. Banyak orang kristen berbuat dosa karena ia tidak sadar atau tahu bahwa ada perintah atau larangan tentang hal tersebut. Misalkan seperti Uza yang mati saat memengang tabut yang hampir jatuh.

Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Kidon, maka Uza mengulurkan tangannya memegang tabut itu, karena lembu-lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Ia membunuh dia oleh karena Uza telah mengulurkan tangannya kepada tabut itu; ia mati di sana di hadapan Allah. 1 Tawarikh 13:9-10

Uza melakukan kekhilafan dengan memengang tabut Tuhan yang kudus. Bilangan 4:15, menuliskan larangan untuk memengang barang yang kudus tersebut, tetapi Uza yang tidak tahu larangan telah khilaf melanggarnya dan itu tetap adalah kesalahan.

Hukum dan peraturan Allah berlaku bukan hanya untuk orang yang mendengar dan mengerti saja, tetapi berlaku untuk seluruh alam semesta, kepada semua orang baik orang baik atau jahat, orang beriman atau orang yang hidup dalam daging, hukum Tuhan tetap berlaku tanpa memandang apakah kita telah mengerti atau tidak. Hanya perintah-perintah Tuhanlah yang bertumbuh mengikuti perjalanan atau lebih tepat perlombaan iman kita. Meningkat dari kemulyaan kepada kemulyaan, tetapi ketetapanNya ada sejak Allah menciptakan segala sesuatu sampai kepada akhirnya.

Karena itulah kita tidak akan menerima perintah yang melebihi kemampuan kita. Semua perintah yang kita dengar, adalah perintah yang dapat kita lakukan bersama dengan Tuhan, dengan kekuatan dari Roh Kudus. Karena itu taatilah Firman Tuhan dan lakukanlah kewajiban iman kita.

Didalam Alkitab, khilaf dapat terjadi dalam dua kelompok.

Khilaf yang dilakukan sendiri

Apabila satu orang saja berbuat dosa dengan tidak sengaja, maka haruslah ia mempersembahkan kambing betina berumur setahun sebagai korban penghapus dosa; dan imam haruslah mengadakan pendamaian di hadapan TUHAN bagi orang yang dengan tidak sengaja berbuat dosa itu, sehingga orang itu beroleh pengampunan karena telah diadakan pendamaian baginya. Bilangan 15:27-28

Dilakukan oleh perorangan, merupakan kekhilafan pribadi. Didalam hukum Taurat, perbuatan khilaf tetap saja merupakan dosa dan harus ditebus sesuai dengan peraturan hukum Taurat. Hukuman berlaku bagi orang yang bersangkutan.

Khilaf yang dilakukan umat (jemaat)

“Apabila kamu dengan tidak sengaja melalaikan salah satu dari segala perintah ini, yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa, yakni dari segala yang diperintahkan TUHAN kepadamu dengan perantaraan Musa, mulai dari hari TUHAN memberikan perintah-perintah-Nya dan seterusnya turun-temurun, dan apabila hal itu diperbuat di luar pengetahuan umat ini, tidak dengan sengaja, maka haruslah segenap umat mengolah seekor lembu jantan muda sebagai korban bakaran menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN, serta dengan korban sajiannya dan korban curahannya, sesuai dengan peraturan; juga seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa. Maka haruslah imam mengadakan pendamaian bagi segenap umat Israel, sehingga mereka beroleh pengampunan, sebab hal itu terjadi tidak dengan sengaja, dan karena mereka telah membawa persembahan-persembahan mereka sebagai korban api-apian bagi TUHAN, juga korban penghapus dosa mereka di hadapan TUHAN, karena hal yang tidak disengaja itu. Segenap umat Israel akan beroleh pengampunan, juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, karena hal itu dilakukan oleh seluruh bangsa itu dengan tidak sengaja. Bilangan 15:22-26

Dilakukan oleh umat atau orang banyak dalam sebuah komunitas. Kesalahan ini merupakan kekhilafan jemaat dihadapan Tuhan dan juga sesama. Hukuman berlaku bagi seluruh umat.

Bagaimanakah seseorang bisa khilaf?

Tidak mengerti Firman Tuhan

Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” Matius 22:29

Sering kali orang khilaf sebab ia tidak paham Firman Allah dan menganggap enteng kebenaran Firman Tuhan sehingga setiap kali ia berbuat dosa tanpa disengaja, sebab tidak ada lagi hukum Allah yang mengatur hidupnya, menjadi penuntun atau sesuatu yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan dalam bertindak. Kata “sh@gagah” (baca: sheg-aw-gaw’) dalam bahasa Ibrani juga memiliki arti sesat. Pengertian Firman Tuhan yang dangkal dapat membawa kita kepada hal-hal yang sesat atau kesalahan yang dijalani dari hari ke hari tanpa kita sadari itu adalah kejahatan dihadapan Tuhan.

Tidak tahu Firman Tuhan sehingga khilaf melanggarnya, atau tahu Firman Tuhan tetapi karena tidak paham sehingga mereka tersesat saat mengerapkan atau menaggapinya, hal ini juga menjadi khilaf dalam hidupnya akan Firman Tuhan.

Hidup dalam hawa nafsu atau mabuk anggur

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Lukas 8:14

Kenikmatan hidup dan mengejar kekayaan sering kali membuat orang beriman terlena dan didalam mabuk anggurnya, ia lebih sering berbuat khilaf dan melanggar hukum Allah, mengabaikan perintah Tuhan. Diseluruh dunia, sejarah mencatat kekristenan hancur bukan kerena tekanan, kekerasan atau kesusahan, tetapi karena kemakmuran dan kenikmatan hidup. Gereja di Eropa menjadi sepi saat semua orang menikmati hari-hari liburnya, termasuk hari minggu. Kesibukan mencari uang atau lebih tepat mengejar kekayaan di berbagai belahan dunia telah membuat mereka jauh dari iman. Sebaliknya saat gereja digencet, saat umat Tuhan diancam, dianiaya dan dikucilkan, saat itu malah banyak orang bertumbuh dalam iman, banyak mujizat terjadi, banyak orang dipuaskan oleh apa yang dari hadirat Allah, bukan anggur yang dari dunia ini.

Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik. Lukas 5:39

Terlena dengan semua kenikmatan duniawi, membuat seorang menjadi khilaf dan melakukan banyak dosa dan kesalahan dihadapan Tuhan. Karena itu jangan mabuk anggur kata Firman Tuhan (Efesus 5:18).

Hidup terlena dalam hawa nafsu atau kenikmatan hidup dan mengejar kekayaan akan membuat kita khilaf berbuat dosa yang seharusnya kita tahu laranganNya atau perintahNya.

Keras hati

Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi. Pengkotbah 4:13

Orang yang tidak mau diberi peringatan dan nasihat lagi, adalah orang-orang yang memiliki peluang untuk berbuat khilaf lebih banyak. Kesalahan yang tidak mau diperbaiki tentu akan diulang terus menerus.

Tanpa Kasih

“Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut, demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: “Aku hanya bersenda gurau.” Amsal 26:18-19

Tanpa kasih ilhai manusia sering menyakiti sesamanya, sering berbuat jahat tanpa ia sadari. Saat kejengkelan dan kebencian merasuk dan dibiarkan berlarut tahu-tahu ia telah merencanakan kejahatan dan tahu-tahu ia telah berbuat jahat tanpa ia sadari ia telah jatuh dalam dosa.

Bagaimanakah seorang bisa terhindar dari khilaf?

Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Mazmur 19:13

Raja Daud tahu bahwa selama masih hidup manusia memiliki banyak kelemahan dan karena itu walau ia telah berhati-hati dalam hidupnya sekali pernah kita khilaf melakukan apa yang tidak kita sadari. Didalam Mazmur 19:13, kata kesesatan menggunakan kata “sh@gagah” (baca: sheg-aw-gaw’) yang berarti khilaf. Sedangkan kata tidak kusadari berasal dari kata “cathar” (baca: saw-thar’) yang artinya tersembunyi, rahasia atau tertutup. Secara bebas dapat dibaca ,”Siapakah yang dapat mengetahui kekhilafan? Bebaskanlah dari apa yang tersembunyi bagiku”. Jika kita baca ayat 11 dan 12 diatasnya maka kita dapat tahu bahwa Daud selalu mendapat peringatan saat berbuat salah dari rasa takut akan Tuhan dan dari pengertian Taurat Tuhan, agar ia selalu hidup dalam kebenaran. Tetapi khilaf? siapa yang tahu kalau ia khilaf, sebelum ia diberitahu atau diperingati. Selama itu kekhilafan kita tersembunyi dihadapan kita.

Bagaimana kita bisa terhindar dari khilaf? Kita belajar dari kitab Mazmur, bahwa takut akan Tuhan dan pengertian Firman Tuhan dapat membantu kita lepas dari kekhilafan yang tersembunyi bagi mata kita.

Takut akan Tuhan

Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Mazmur 25:15

Orang yang takut akan Tuhan, langkah hidupnya akan berhati-hati sesuai Firman Tuhan, apa yang harus dilakukan dan yang akan dilakukan Tuhan akan menunjukan sehingga kita terhindar dari kekhilafan. Firman Tuhan akan berbicara dalam hidupnya, disetiap langkahnya dan ia terhindar dari kejahatan. Amsal 1:7 mengatakan bahwa rasa takut akan Tuhan merupakan permulaan kita memahami pengertian Firman Tuhan, yang akan mengawali jalan hidup kita.

Rasa takut kepada Tuhan di akhir jaman ini telah semakin menipis, orang tidak lagi peduli terhadap Tuhan apalagi takut. Sehingga mereka berbuat seenaknya tanpa memandang kepada Tuhan lagi. Banyak orang berbuat jahat, tidak lagi merasa takut kepada Tuhan (Amsal 8:13, Amsal 16:6), mereka lebih takut kepada polisi dan manusia. Firman Tuhan katakan takut kepada manusia mendatangkan jerat (Amsal 29:25). Sebab pengadilan manusia tidak seperti pengadilan Allah, manusia mengadili dari apa yang dilihat mata dan berdasarkan bukti yang dapat dikumpulkan, sedangkan pengadilan Allah, melihat sampai hati dan mengadili sampai kepada batin kita.

Mengerti Firman Tuhan

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Mazmur 19:8

Orang-orang tua, yang telah banyak makan garam (berpengalaman), lebih matang dan tenang dalam berfikir dan bertindak, sering kali kita katakan mereka jarang berbuat khilaf, tetapi orang-orang muda yang kurang berpengalaman dan kurang matang dalam menimbang sering kali berbuat khilaf dalam hidupnya. Hal ini diterima umum sebagai kebenaran yang terjadi diseluruh dunia.

Tetapi kita tidak harus menunggu telah berpengalaman pahit untuk belajar tidak berbuat khilaf, sebab setiap dosa yang kita lakukan akan merusak hal-hal yang baik. Pengkhotbah 9:18, “Baiklah hikmat dari pada segala alat peperangan, tetapi seorang orang berdosa itu dapat membinasakan banyak perkara yang baik.” (Terjemahan Lama)

Mazmur ngajarkan kepada kita bahwa mengerti Firman Tuhan membuat kita lebih dari orang yang berpengalaman dalam menimbang langkah-langkah hidup kita. Membuat kita berhati-hati dalam bertindak sesuai dengan apa yang tertulis didalamnya (Yesaya 1:8). Mengerti Firman Tuhan membuat kita tidak lagi berbuat khilaf, walaupun ia seorang yang sangat muda seperti Raja Yosia.

2 Tawarikh 34:15-21, menceritakan raja Yosia yang naik takhta saat berusia 8 tahun, dan saat remaja ia dan segenap umat Israel telah lama berbuat khilaf dengan melanggar hukum Allah, saat ia mengengerti kebenaran Firman Tuhan, raja Yosia disadarkan dan ia berhenti dari khilafnya.

Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. Mazmur 119:130

Hidup dalam Roh dan dipimpin Roh Kudus.

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging-karena keduanya bertentangan-sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Galatia 5:16-17

Khilaf adalah perbuatan yang tidak kita sadari, terjadi seakan dengan sendirinya. Tentu hal ini adalah karena kita berjalan didalam daging. Karena itu Firman Tuhan mengingatkan kita, hiduplah dalam Roh agar kita tidak berbuat khilaf lagi.

Hidup didalam Roh sederhananya adalah hidup mentaati Firman Tuhan. Mendengar itu baik, tetapi lebih penting dari sekedar mendengar adalah mentaati. Hidup didalam Roh adalah hidup didalam pimpinan Roh Kudus, melakukan apa yang diingatkan Roh Allah kepada kita (Yohanes 14:26), melakukan apa yang disampaikan Roh Allah lewat hati dan pikiran kita untuk kita berjalan sesuai Firman Tuhan (Yohanes 16:13).

Hidup dalam Roh itu dijelaskan dalam Roma 8:5, sebagai berikut. “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” Jika kita hidup dalam Roh, maka kita memikirkan hal-hal yang dari Roh Allah. Memikirkan perkara diatas, memikirkan membangun jemaat, memikirkan pekerjaan Allah, memikirkan pengajaran, iman, pengharapan, kebenaran, keadilan, kasih dan kesetiaan. Semua yang indah didalam Roh yang diberikan kepada kita. Jika kita menurut pimpinanNya, maka kita akan terhindar dari kekhilafan. Sebab khilaf itu berasal dari daging ini, dan oleh karena perbuatan mentaati Roh maka kita mematikan perbuatan kedagingan (Roma 8:13).

Jangan keraskan hati

Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar. Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN. Zakaria 7:11-12

Peringatan dari Tuhan itu penting, kadang datang lewat teman, saudara, orang tua, guru, pembimbing rohani, pendeta atau gembala sidang. Jika kita menutup telinga, menolak dan tidak mau mendengar, dibilang cerewet atau sudah tahu dan sebagainya maka kita adalah orang yang mudah khilaf. Jangan keraskan hati sebelum ditegur atau diperingati atau kita lebih memilih binasa (Amsal 29:1).

Nasihat dan teguran, peringatan dari Tuhan merupakan penuntun kita agar kita tidak berbuat khilaf. Dengarkanlah dan jangan keraskan hati! Seperti yang terjadi pada raja Uzia, dalam 2 Tawarikh 26:17-20. ia diperingati tetapi tidak mau mendengar dan mengeraskan hatinya sehingga ia celaka sampai matinya sebagai orang terbuang (penderita kusta).

Seberapa sering kita dinasihati tidak bisa dan merasa tahu tidak mau dengar. Seberapa sering kita ditegur tetapi malah mengatai dan menganggap ia tidak lebih suci dari kita. Seberapa sering peringatan yang kita dengar kita lalui dan menganggap itu buat si anu dan si itu bukan buat saya. Semua itu membuat kita menjadi khilaf dan berdosa didalam kebodohan dan kekerasan hati kita. Ingat upah dosa itu adalah maut (Roma 6:23), celaka dan pahit, termasuk juga dosa karena khilaf.

Hidup dalam kasih Kristus

“dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”. Filipi 2:3-4

Karena kasih, maka kita mengutamakan dan menganggap orang lain lebih penting dari kita, memperhatikan kebutuhannya, memperhatikan keinginannya, memiliki rasa empati dan peduli terhadap mereka yang ada disekitar kita. Dengan demikian maka kita akan terhindar dari khilaf yang menyakiti hati mereka, khilaf dalam berbuat jahat terhadap mereka dengan dalih sendagurau atau bercanda.

Dengan belajar mengasihi orang disekitar kita, kita belajar untuk tidak berbuat khilaf terhadap sesama kita. Kita belajar mentaati Firman Tuhan. Markus 12:30-31, menuliskan bahwa dua hukum yang ada dalam Kitab Taurat adalah kasih terhadap Allah dan terhadap manusia.

Jemaat yang khilaf

Jemaat yang khilaf dapat terjadi karena berbagai macam sebab. Ada tiga hal yang disebutkan disini yaitu:

1. Pengajaran yang salah

Pengajaran yang diterima salah akan membuat seluruh umat berbuat salah. Seperti contohnya ajaran Mormon, ajaran Childern of God, ajaran Gnostic, ajaran Saksi Yehovah dan banyak lagi lainnya. Mereka mengikuti ajarannya dan berbuat salah tanpa mereka sadari.

2. P erapan ajaran yang fanatisme

Pengajarannya mungkin benar, tetapi dalam menerapkannya umat melakukan dengan fanatik sehingga terjadi banyak kekhilafan. Misalkan tentang ajaran hidup kudus, karena penekanan berlebihan sehingga membuat umat merasa tertekan untuk tampil kudus dan melahirkan jemaat yang munafik satu dengan yang lainnya. Mereka melakukan hal itu tanpa mereka sadari, sebagai bentuk khilaf jemaat.

3. Tidak ada pemimpin

Memang setiap geraja ada pemimpin, setiap kelompok ada ketuanya, tetapi tidak semua pemimpin adalah pemimpin dan tidak semua ketua adalah pemimpin. Pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan yang tidak menjadi teladan membuat umat menjadi tidak memiliki arahan dan tujaun, mereka berbuat sekehendak hatinya masing-masing orang dengan pendirian dan kebenarannya sendiri. Hal inilah yang membuat seluruh jemaat berbuat khilaf dengan mengabaikan dan mengutamakan satu atau dua bagian saja dari kebenaran Firman Tuhan.

Bagaimana mereka dapat terhindar dari semua kekifahan jemaat ini adalah tugas dari para pemimpin yang membawa visi dan misi Tuhan dalam hidup dan dalam komunitas atau umat yang digembalakannya. Pemimpin disini bukan hanya gembala sidang, tetapi juga para penatua, guru, nabi, rasul dan para penginjil yang melengkapi gereja Tuhan.

Kristus datang sebagai Anak Domba Allah menghapus semua dosa karena khilaf.

Bilangan 15:22-28, menuliskan tentang hukum orang yang berbuat dosa karena khilaf. Didalamnya diatur pengampunan lewat korban penghapusan dosa. Sama seperti dosa yang dilakukan dengan sadar, khilaf juga telah genap ditebus oleh Kristus di kayu salib sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa manusia yang beriman kepadaNya.

Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita. Ibrani 10:10-15

Seluruh bentuk korban penghapusan dosa dan salah semua telah digenapkan didalam Kristus sebagai korban sejati yang menjadi penggenapan korban kiasan yang dilakukan bangsa Israel ribuan tahun lamanya. Hari ini kita dapat menghadap Allah tanpa merasa bersalah, setelah mengadakan pemberesan dan meninggalkan kesalahan yang tidak kita sadari tersebut setelah semua dinyatakan kepada kita.

Bagaimana dengan khilaf yang belum kita sadari atau masih tersembunyi atau tetutup dimata kita? Selama kita hidup didalam Roh, tinggal melekat pada pokok anggur yang benar yaitu Kristus, maka semua kesalahan kita baik yang disadari atau tidak disadari, semua telah ditebus didalam Kristus. Yesus melihat hati kita, bukan melihat perbuatan masa lalu kita, karena itu bangkit dan menjadi teranglah sebab kita adalah orang-orang yang menerima pengkudusan dari Allah. Bangkitlah!

Amin.

One comment

  1. […] 1Maaf, Saya Khilaf « My Life in The Bottle SUBMIT […]



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: