h1

Aksi dan Reaksi; Agama bukan jawaban.

5 March 2011

Iman kristiani meyakini seorang diselamatkan karena ia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mengaku dosa-dosanya, bertobat dan memohon pengampunan.

Sampai hari ini telah banyak orang menerima Yesus, telah banyak orang menjadi pemeluk agama Kristen. Gedung gereja seakan penuh sesak dari tahun ke tahun selalu tidak muat dan harus diperluas atau membuka cabang gereja. Pertumbuhan yang luar biasa diluar angka kelahiran.

Tetapi satu yang harus kita renungkan, Yesus pernah berkata bahwa untuk menuju kehidupan jalannya itu sempit, pintunya sesak (Matius 7:13-14). Juga Yesus menambahkan kata “sedikit orang yang mendapatinya”. Jika Yesus katakan sedikit, apakah artinya relatif atau benar-benar sedikit dibandingkan jumlah yang banyak? Statistik dunia mencatat jumlah umat Kristini adalah terbanyak sampai hari ini didunia. Apakah mereka semua yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan menyebutnya Juruselamat, serta menyatakan dirinya beragama Kristen termasuk bilangan yang disebut oleh Yesus “sedikit orang yang mendapatinya”?

Mungkin kita harus menyadari bahwa tidak semua orang yang memeluk agama Kristen akan diselamatkan. Tidak semua orang yang menyebut Yesus adalah Tuhan akan menerima kehidupan kekal. Bahkan kita semua ingat Matius 7:21, dimana Yesus berkata tidak semua orang yang akan diselamatkan, walaupun ia melakukan segala sesuatu didalam nama Tuhan Yesus.

Lalu masihkah kita merasa pe-de akan diselamatkan olehNya karena kita mengenal Yesus dan menyebutNya Tuhan?

Markus 16:16 memang menuliskan bahwa mereka yang percaya akan diselamatkan. Tetapi sama seperti sebuah aksi akan melahirkan reaksi, demikian juga mereka yang percaya akan nyata dalam reaksinya. Pernakah kita membuat kopi menggunakan bubuk kopi yang langsung dari biji kopi? Saat air mendidik dan dituang kedalam gelas, saat kita seduh kopi dan kita tambahkan gula, sesaat kemudian terlihat warna air berubah menjadi kehitaman. Itu adalah reaksi dari sebuah aksi. Air putih menjadi air kopi. Seorang yang menerima dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, harusnya nyata dalam reaksinya. Tetapi kalau ia mengaku percaya Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat tetapi tidak ada reaksi yang seharusnya maka bisa jadi mereka yang disebut Yesus dalam Yohanes 2:23-25. Sama seperti kita mencoba menuangkan air dingin kesebuah gelas, dan menambahkan sesendok bubuk kopi tumbuk dan gula, sampai tangan capek ‘mengudek’ tetapi saja ia adalah air putih dengan bubuk kopi diatasnya dan tidak pernah menjadi air kopi.

Reaksi yang seharusnya timbul saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, reaksi yang harusnya timbul saat kita menyesali kesalahan, mengakui dosa-dosa kita dan bertobat, reaksi yang seharusnya timbul saat kita memutuskan untuk menjadi muridNya, adalah kehidupan yang nyata bukan hanya status, menjadi serupa dengan Kristus, bukan juga diserupa-rupakan. Kehidupan yang memancarkan buah-buah kebenaran, kehidupan yang benar-benar mati didalam daging dan hawa nafsu duniawi seperti Yesus, kehidupan yang limpah dengan berbagai kebaikan, kebajikan dan kemurahan. Penuh kasih dan kesabaran, penuh pengharapan dan iman. Saat difitnah tidak mendendam dan membalas, saat dirugikan tidak marah, saat harus memilih melakukan kebenaran atau mendapat keuntungan yang besar dengan sedikit curang, lebih memilih rugi harta asalkan melakukan kebenaran Firman Tuhan. Sebuah reaksi yang seharusnya ada dalam kehidupan kita saat kita menerima aksi dariNya saat Ia nyatakan di kayu salib.

Sulit… sulit… tidak mudah dan bagaimana bisa kita hidup seperti itu terus menerus? Memang sulit kata Yesus, memang tidak mudah kata Yesus, dan karena itu Yesus katakan “tidak banyak orang yang mendapatinya”, tetapi Paulus, Petrus, Yakobus, Yohanes telah memberikan teladan reaksi yang seharusnya nyata sebagai seorang yang hidupnya telah ditebus dan menerima kehidupan kekal. Banyak orang berangapan bahwa jaman telah berubah, situasi dan kondisi berbeda jaman itu dan jaman sekarang. Memang telah berubah, memang berbeda, tetapi Firman Tuhan tetap selama-lamanya, dan tidak akan luntur oleh jaman dan tidak akan meleleh karena perubahan situasi dan kondisi.

Yesus ingatkan bawah kita tidak dapat mengapdi kepada dua tuhan. Bukan artinya kita tidak boleh menjadi pemeluk agama kristen dan juga sekaligus pemeluk agama lainnya, juga bukan berarti kita tidak dapat menjadi pengikut Kristus tetapi juga pengikut Setan atau Iblis. Tidak ada didalam Alkitab perbandingan seperti itu, Yesus membandingkan ancaman itu hanya kepada sebuah figur yang disebut MAMON, bukan Ular Tua atau agama lain. Kata Mamon didalam berbagai terjemahan diartikan kekayaan. Tetapi saya lebih suka mengartikan seperti Lukas 8:14 tulis, kekayaan dan kenikmatan hidup. Inilah yang membuat kita memandang bahwa pintu itu terlalu sesak dan jalan itu terlalu sempit.

Saat ini, telah yakinkah kita adalah bilangan orang-orang yang akan diselamatkanNya pada akhir jaman kelak, saat sangkakala ditiup, saat rahasia besar akhir keputusan TUHAN digenapkan? Ingat Yesus katakan, “sedikit orang yang mendapatinya”. Kita diselamatkan bukan karena kita memeluk agama Kristen, tetapi karena kita melakukan kehendak Allah.

GBU

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: