h1

KESELAMATAN OLEH KUASA ALLAH

18 March 2011

(ditulis untuk sebuah milis kristen dimasa yang lama, disampaikan ulang di KM GBZ Dalung, 18 Maret 2011)

Saya terkadang merenungkan, mengapa saya bisa menjadi seorang Kristen. Mengapa saya begitu yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kepada Allah Bapa di Surga, jalan kepada keselamatan dan kehidupan kekal. Kadang saya merenung mengapa saya begitu bodoh menolak sesuatu yang menyenangkan, hanya karena Alkitab melarangnya, hanya karena saya percaya Allah tidak menyukainya. Mengapa saya mempercayai cerita tentang keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus?

Sampai hari ini saya tetap percaya.

Kebetulan kemarin saya dan istri bercakap-cakap dan sedikit menyingung tentang mengapa Allah menciptakan manusia dan diakhiri dengan tawa bersama, seraya mengakui bahwa kita ini orang-orang bodoh yang coba memahami Allah dengan logika dan hikmat manusia. Kita menjadi beriman bukan karena kita memahami logika tentang Allah, atau telah mencerna masuk akalnya penebusan Kristus. Tidak, kita memang orang-orang bodoh yang mendapat kasih karunia Allah untuk percaya kepada berita keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus (Efesus 2:8-9). Cobalah Anda membaca I Korintus 2:1-16, di sana kita akan melihat bahwa kita menjadi seorang yang beriman bukan karena telah mendengarkan presentasi yang luar biasa tentang teori keselamatan, tetapi karena kasih karunia Allah, karena ada kuasa Allah yang dinyatakan dalam hidup kita.

Sebab itu 1 Korintus 4:20 mengatakan, "Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa." Kita mendengar dan menerima kabar baik di dalam Kristus bukan karena perkataan, bukan juga karena logika manusia, bukan karena telaah ilmiah, tetapi karena kuasa Allah. Tuhan Yesus waktu di dunia dan menyampaikan kabar baik kepada orang Israel, bukan dengan kata-kata indah dan ilmiah, tetapi Alkitab menuliskan bahwa Ia menyampaikan dengan kuasa (Matius 7:29, Lukas 4:32, Markus 1:22,27). Demikian juga dengan kita. Kita menerima perintah untuk menyampaikan kabar baik tersebut bukan dengan kata-kata hikmat, tetapi dengan disertai kuasa Allah.

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20)

Bacalah juga dalam Lukas 24:49, jelas disebutkan bawah kita akan diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang tinggi untuk memberitakan kabar baik dan menjadi saksi Kristus. Juga dalam Kisah Para Rasul 1:8, bacalah dan Anda akan menemukan bahwa setelah kita menerima kuasa kita diutus untuk menjadi saksi Kristus ke seluruh dunia.

Berita tentang injil jika kita sampaikan dengan hikmat dunia, dengan logika, secara ilmiah, dan dengan kata-kata yang manis dan meyakinkan maka kita tidak akan melihat pertobatan, sebab mereka menjadi percaya bukan karena kata-kata kita, tetapi karena kuasa Allah. Bacalah Kisah Para Rasul, bagaimana injil mula-mula disebarkan mulai dari Yerusalem sampai ke seluruh dunia, semua dilakukan dengan kuasa Allah. Bahkan mereka berdoa memohon kuasa Allah sebelum mereka keluar dengan berani memberitakan kabar baik tersebut (Kisah Para Rasul 4:29:31). Setiap kesaksian, setiap berita, dan kabar baik tentang Kristus yang kita sampaikan, Allah berjanji akan meneguhkannya dengan kuasa-Nya (Ibrani 2:4, Markus 16:20).

Demikian juga dengan saya dan Anda, mengapa menjadi begitu bodoh mempercayai cerita tentang keselamatan, hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab kita bukan mendengar kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi karena kita telah dijamah oleh kuasa tersebut.

Mulai hari ini, marilah kita menjadi saksi-saksi Kristus yang disertai dengan kuasa dari tempat yang tinggi (berdoalah untuk itu). Terkadang tanpa berkata-kata pun kita dapat membuat seseorang bertobat dan menerima Kristus. Saya melihat sendiri kuasa Allah yang berkerja pada dua orang teman saya, satu di SMA dan satu lagi waktu kuliah tanpa mengutarakan kata-kata. Mereka yang datang sendiri untuk mencari Yesus, dan saat itulah injil sampai kepada mereka.

Injil harus diberitakan dengan kuasa Allah, bukan dengan kata-kata hikmat (apalagi debat, stop bagi mereka yang berdebat antar agama, kebenaran tidak ditemukan dalam debat agama). Berita injil adalah soal kuasa Allah, bukan soal pemilihan kata-kata dan tatacara berbicara yang meyakinkan.

KITA MENGINJIL BUKAN UNTUK MENAMBAH JUMLAH ORANG KRISTEN

Banyak orang Kristen, malu atau takut saat mereka harus memberitakan injil. Sebab banyak orang kristen menganggap bahwa mereka sedang mengajak orang untuk memeluk agama kristen, mengajaknya datang kegerejanya dan menjadi jemaat sebuah gereja. Kita menginjil bukan bertujuan untuk menjadikan mereka pemeluk agama Kristen, tetapi kita menyampaikan injil yang artinya “kabar baik” kepada setiap manusia agar mereka didamaikan dengan Allah (2 Korintus 5:20). Mereka yang dulunya adalah seorang yang dimurkai Allah, seorang yang hidup dalam kutuk Allah dan hidup dalam hukuman, karena dosa dan kejahatan mereka, kita datang membawa kabar baik, bahwa Yesus telah datang, dan Ia telah mengutus kita, bukan untuk menjadi pendamai, tetapi menjadi perantara pendamaian, dimana Yesus yang adalah pendamai antara dia dengan Allah. Jika kita sudah tahu posisi kita, maka seharusnya kita berani untuk membawa berita injil dalam hidup kita. Sebab kita hanya perantara saja, kita adalah saksi sedangkan pendamainya adalah Yesus.

Berita injil atau kabar baik kita bawa bukan saja didalam mulut kita, tetapi juga didalam hidup kita, sebagai kesaksian yang hidup (bukan kesaksian mulut saja) yang dapat dilihat orang banyak seperti sebuah surat kabar yang dapat dibaca semua orang melalui hidup kita (2 Korintus 3:2-3). Karena itu, sudah seharusnya kita hidup didalam terang, kita tinggalkan beban dosa dan kita lepaskan semua hawa nafsu daging ini, jadilah surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang (Ibrani 12:1-2). Pada saat itu, seperti yang dijanjikan Yesus, kita akan menerima kuasa yang dapat mengubahkan hidup orang. Kuasa yang menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal.

MENERIMA KUASA DARI TEMPAT TINGGI

Bagaimana kita dapat memberitakan injil dengan kuasa? Alkitab menulis tentang murid-murid pertama kali menerima kuasa itu, mereka diperintahkan demikian; “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas 24:49). Mereka disuruh untuk tinggal didalam kota tersebut. Pada saat itu mereka semua ketakutan, berhubung status Yesus saat itu sebagai pemberontak yang dihukum mati oleh sebab fitnah dari Ahli Taurat dan orang Yahudi (Yohanes 20:19). Para pengikutnya menjadi sorotan, bahkan Petrus sampai meyangkal ia sebagai pengikut Yesus tiga kali. Mereka kerap kali berkumpul bersama diatas loteng yang disewa mereka didalam ketakutan. Apa yang dilakukan mereka diatas loteng tersebut sambil menunggu yang dijanjikan Bapa, itulah kunci kuasa Allah.

“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." (Kisah Rasul 1:4-5)

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Rasul 1:8)

Kisah Rasul 1:12-14, jika kita membacanya kita tahu bahwa mereka berkumpul bersama di Yerusalem, tekun dan sehati didalam doa. Setiap kali mereka berkumpul dan berdoa sampai pada hari Petakosta, mereka menerima babtisan Roh Kudus, dan mereka menerima kuasa dari Allah seperti yang dijanjikan Bapa (Kisah Rasul 2:1-4). Setelah mereka menerima kuasa tersebut, ada kuasa yang mendorong mereka, sehingga Petrus yang dulunya ditanya anak kecil saja ketakutan, sekarang didalam Kisah Rasul 2:14, Petrus dengan berani berkata-kata dihadapan banyak orang dan Kisah Rasul 2:41 mencatat bahwa kuasa Allah tersebut telah menjamah 3000 orang yang berada disana pada hari Pentakosta. Mereka menerima Yesus dan percaya berita Injil bukan karena kepandaian Petrus berkata-kata tetapi karena kuasa yang bekerja yang membuat mereka bertobat dan menerima Kristus. Bacalah Yohanes 16:8, jelas disebutkan bahwa orang bertobat itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Juga dalam 1 Korintus 12:3, jelas disebutkan bahwa tidak seorangpun dapat mengaku Yesus adalah Tuhan kalau tidak karena kuasa Roh Kudus yang menjamahnya. Petrus berani, demikian juga rasul-rasul yang lainnya ditengah ketakutan mereka kerena mereka diancam dibenci dan dimusuhi oleh orang Yahudi terutama Ahli Taurat dan Farisi, karena mereka tahu, bahwa semua adalah pekerjaan Roh Kudus (2 Korintus 3:5), sedangkan mereka adalah perantara saja, yang dalam bahasa Alkitab adalah saksi.

Kuasa itu turun saat mereka berdoa. Roh Kudus bekerja luar biasa, saat mereka tekun bersehati didalam doa. Bacalah Kisah Rasul 4:23-31, disana dikisahkan saat mereka ketakutan, mereka tekun berdoa dan saat itu Roh Kudus mencurahkan kuasaNya dan keberanian itu timbul, bukan saja keberanian tetapi juga tanda-tanda dan mujizat, sehingga banyak orang dijamah oleh kuasa tersebut dan mereka bertobat. Kisah Rasul 5:12-16, menuliskan betapa hebatnya kuasa yang bekerja didalam hidup mereka. Demikian juga dengan kita saat ini, Roh Kudus bukan sudah undur, tetapi tetap sama seperti saat pertama kali dicurahkan diatas loteng Yerusalem. KuasaNya tetap sama seperti sedia kala, tetapi bedanya sekarang sudah jarang umatNya yang sehati didalam doa (Yesaya 30:15). Seberapa penting doa, didalam pertemuan ibadah? Doa hanya sebuah hiasan disaat pembukaan liturgi ibadah dan penutup liturgi ibadah, segelintir orang ditugaskan berdoa dengan sebutan doa kawal. Apa yang dikawal? Bukankah pertemuan ibadah itu adalah pertemuan didalam doa-doa sehati? Dapatkah petemuan ibadah kita jaman ini membangkitkan kuasa Allah? Banyak umat Kristen memberitakan injil bukan dengan kuasa, tetapi dengan hikmat, ilmiah, masuk akal dan dengan cara-cara yang “smart”. Pernakah rasul-rasul dan Yesus mengajarkan memberitakan injil dengan cara hiburan? Mengadakan pertunjukan enterteiment untuk menarik hati anak manusia sehingga mau mengenal Yesus? Memewahkan tempat pertemuan sehingga menarik kaum tersesat? Memasukan hiburan dan selera muda untuk menjangkau orang muda? Bacalah 2 Timotius 2:22, kita malah diajarkan untuk menjauhi nafsu orang muda, tetapi sekarang gereja telah “dilengkapi” dengan nafsu orang muda, penuh dengan selera muda, nuansa club dan pub. Dapatkah semua itu menobatkan orang, membawa mereka didamaikan dengan Allah lewat Yesus Kristus? Hanya kuasa Roh Kudus yang dapat menjamah dan mengubah hidup seseorang. Ya hanya kuasaNya saja. Yesus bukan subtitusi hiburan duniawi, tetapi Yesus adalah jalan menuju kehidupan.

Jangan takut memberitakan injil, anda tidak harus menyampaikan orang “hai, jadialah orang Kristen”, tetapi anda memberikan jalan lurus kepada mereka untuk didamaikan dengan Allah melalui Yesus. Mengenalkan kepada mereka jalan kehidupan, entah ia mau atau tidak, bukan keputusan atau kecakapan kita. Kita menjadi saksi bahwa setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, agama apaun, bangsa apapun, suku apapun, bahasa apapun, golongan apapun, derajat apapun mereka semua akan diselamatkan. Mereka oleh dorongan kuasa Roh Kudus akan menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan dan disebut murid-murid Kristus, bukan oleh dorongan kita.

Saya adalah saksi, saat duduk dibangku kelas 3 SMA, saya memulai hidup baru didalam Kristus, tidak ada yang mendorong saya untuk mentaati Firman Tuhan, tidak ada yang membujuk atau memaksa saya untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan, untuk hidup sesuai dengan apa yang saya benar, suci, mulia, adil dan setia, tetapi ada dorongan dari dalam hati untuk melakukan semua hal itu, yang jika direnungkan tampak bodoh. Tetapi saya rela disebut bodoh asalkan menyengangkan hati Tuhan yang telah menjamah hati saya.

Banyak orang menjadi pemeluk agama Kristen, mereka menjalankan liturgi agama tetapi mereka sebenarnya belum menjadi murid Kristus karena Roh Kudus tidak menjamah mereka (mereka adalah pendosa yang berjemaat digereja). Banyak orang memeluk agama Kristen (juga agama yang lain) dengan berbagai alasan duniawi, seperti demi karirnya karena bosnya Kristen, demi keuangan karena di gereja sering dibagi sembako dan bantuan sosial, karena pacar karena syarat menikah mereka harus seagama, karena balas budi saat diajak oleh seseorang datang kegereja, karena kebetulan semua temannya Kristen, atau keluarganya Kristen dan sejuta alasan lainnya, tetapi semua mereka yang disebut beragama Kristen, tidak semuanya adalah murid Yesus yang telah menerima meterai Roh Kudus dan menerima hak menjadi anak-anak Allah. Kita memberitakan injil bukan untuk memenuhi gedung gereja dan mengisi bangku-bangku kosong, tetapi kita memberitkan injil untuk mengisi tempat yang kosong di Kerjaan Surga. Firman Tuhan katakan dalam Roma 11:25 disebutkan bahwa ada jumlah tertentu dari bangsa-bangsa bukan Israel (jasmani) yang akan diselamatkan, yang artinya bukan seluruh dunia akan diselamatkan. Sebab Yesus pernah berkata, “karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." (Matius 7:14) Sedikit orang yang akan mendapati jalan keselamatan itu, sisanya merka jalan dijalan lebar. Kita diutus untuk membawa orang menemukan jalan sempit tersebut, melalui pintu yang sempit pula. Tetapi sebelumnya, kita haruslah juga telah menemukannya.

Sudahkah kita menemukan pintu yang sesak dan jalan yang sempit itu? Sudakah hidup kita telah menjadi suratan Kristus yang terbuka bagi semua orang. Sudahkah kita telah mencerminkan perintah-perintahNya dan telah hidup menurut petunjuk Firman Tuhan? Itulah yang harus kita renungkan sebelum kita dapat menjadi pembawa kabar baik yang disertai dengan kuasa dari tempat yang Maha Tinggi. Siapkanlah diri anda, sebab keselamatan itu bukan soal KTP atau kartu anggota gereja.

Salam didalam kasih Kristus.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: