Posts Tagged ‘Gereja’

h1

KESELAMATAN OLEH KUASA ALLAH

18 March 2011

(ditulis untuk sebuah milis kristen dimasa yang lama, disampaikan ulang di KM GBZ Dalung, 18 Maret 2011)

Saya terkadang merenungkan, mengapa saya bisa menjadi seorang Kristen. Mengapa saya begitu yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kepada Allah Bapa di Surga, jalan kepada keselamatan dan kehidupan kekal. Kadang saya merenung mengapa saya begitu bodoh menolak sesuatu yang menyenangkan, hanya karena Alkitab melarangnya, hanya karena saya percaya Allah tidak menyukainya. Mengapa saya mempercayai cerita tentang keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus?

Sampai hari ini saya tetap percaya.

Kebetulan kemarin saya dan istri bercakap-cakap dan sedikit menyingung tentang mengapa Allah menciptakan manusia dan diakhiri dengan tawa bersama, seraya mengakui bahwa kita ini orang-orang bodoh yang coba memahami Allah dengan logika dan hikmat manusia. Kita menjadi beriman bukan karena kita memahami logika tentang Allah, atau telah mencerna masuk akalnya penebusan Kristus. Tidak, kita memang orang-orang bodoh yang mendapat kasih karunia Allah untuk percaya kepada berita keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus (Efesus 2:8-9). Cobalah Anda membaca I Korintus 2:1-16, di sana kita akan melihat bahwa kita menjadi seorang yang beriman bukan karena telah mendengarkan presentasi yang luar biasa tentang teori keselamatan, tetapi karena kasih karunia Allah, karena ada kuasa Allah yang dinyatakan dalam hidup kita.

Sebab itu 1 Korintus 4:20 mengatakan, "Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa." Kita mendengar dan menerima kabar baik di dalam Kristus bukan karena perkataan, bukan juga karena logika manusia, bukan karena telaah ilmiah, tetapi karena kuasa Allah. Tuhan Yesus waktu di dunia dan menyampaikan kabar baik kepada orang Israel, bukan dengan kata-kata indah dan ilmiah, tetapi Alkitab menuliskan bahwa Ia menyampaikan dengan kuasa (Matius 7:29, Lukas 4:32, Markus 1:22,27). Demikian juga dengan kita. Kita menerima perintah untuk menyampaikan kabar baik tersebut bukan dengan kata-kata hikmat, tetapi dengan disertai kuasa Allah.

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20)

Bacalah juga dalam Lukas 24:49, jelas disebutkan bawah kita akan diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang tinggi untuk memberitakan kabar baik dan menjadi saksi Kristus. Juga dalam Kisah Para Rasul 1:8, bacalah dan Anda akan menemukan bahwa setelah kita menerima kuasa kita diutus untuk menjadi saksi Kristus ke seluruh dunia.

Berita tentang injil jika kita sampaikan dengan hikmat dunia, dengan logika, secara ilmiah, dan dengan kata-kata yang manis dan meyakinkan maka kita tidak akan melihat pertobatan, sebab mereka menjadi percaya bukan karena kata-kata kita, tetapi karena kuasa Allah. Bacalah Kisah Para Rasul, bagaimana injil mula-mula disebarkan mulai dari Yerusalem sampai ke seluruh dunia, semua dilakukan dengan kuasa Allah. Bahkan mereka berdoa memohon kuasa Allah sebelum mereka keluar dengan berani memberitakan kabar baik tersebut (Kisah Para Rasul 4:29:31). Setiap kesaksian, setiap berita, dan kabar baik tentang Kristus yang kita sampaikan, Allah berjanji akan meneguhkannya dengan kuasa-Nya (Ibrani 2:4, Markus 16:20).

Demikian juga dengan saya dan Anda, mengapa menjadi begitu bodoh mempercayai cerita tentang keselamatan, hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab kita bukan mendengar kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi karena kita telah dijamah oleh kuasa tersebut.

Mulai hari ini, marilah kita menjadi saksi-saksi Kristus yang disertai dengan kuasa dari tempat yang tinggi (berdoalah untuk itu). Terkadang tanpa berkata-kata pun kita dapat membuat seseorang bertobat dan menerima Kristus. Saya melihat sendiri kuasa Allah yang berkerja pada dua orang teman saya, satu di SMA dan satu lagi waktu kuliah tanpa mengutarakan kata-kata. Mereka yang datang sendiri untuk mencari Yesus, dan saat itulah injil sampai kepada mereka.

Injil harus diberitakan dengan kuasa Allah, bukan dengan kata-kata hikmat (apalagi debat, stop bagi mereka yang berdebat antar agama, kebenaran tidak ditemukan dalam debat agama). Berita injil adalah soal kuasa Allah, bukan soal pemilihan kata-kata dan tatacara berbicara yang meyakinkan.

KITA MENGINJIL BUKAN UNTUK MENAMBAH JUMLAH ORANG KRISTEN

Banyak orang Kristen, malu atau takut saat mereka harus memberitakan injil. Sebab banyak orang kristen menganggap bahwa mereka sedang mengajak orang untuk memeluk agama kristen, mengajaknya datang kegerejanya dan menjadi jemaat sebuah gereja. Kita menginjil bukan bertujuan untuk menjadikan mereka pemeluk agama Kristen, tetapi kita menyampaikan injil yang artinya “kabar baik” kepada setiap manusia agar mereka didamaikan dengan Allah (2 Korintus 5:20). Mereka yang dulunya adalah seorang yang dimurkai Allah, seorang yang hidup dalam kutuk Allah dan hidup dalam hukuman, karena dosa dan kejahatan mereka, kita datang membawa kabar baik, bahwa Yesus telah datang, dan Ia telah mengutus kita, bukan untuk menjadi pendamai, tetapi menjadi perantara pendamaian, dimana Yesus yang adalah pendamai antara dia dengan Allah. Jika kita sudah tahu posisi kita, maka seharusnya kita berani untuk membawa berita injil dalam hidup kita. Sebab kita hanya perantara saja, kita adalah saksi sedangkan pendamainya adalah Yesus.

Berita injil atau kabar baik kita bawa bukan saja didalam mulut kita, tetapi juga didalam hidup kita, sebagai kesaksian yang hidup (bukan kesaksian mulut saja) yang dapat dilihat orang banyak seperti sebuah surat kabar yang dapat dibaca semua orang melalui hidup kita (2 Korintus 3:2-3). Karena itu, sudah seharusnya kita hidup didalam terang, kita tinggalkan beban dosa dan kita lepaskan semua hawa nafsu daging ini, jadilah surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang (Ibrani 12:1-2). Pada saat itu, seperti yang dijanjikan Yesus, kita akan menerima kuasa yang dapat mengubahkan hidup orang. Kuasa yang menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal.

MENERIMA KUASA DARI TEMPAT TINGGI

Bagaimana kita dapat memberitakan injil dengan kuasa? Alkitab menulis tentang murid-murid pertama kali menerima kuasa itu, mereka diperintahkan demikian; “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas 24:49). Mereka disuruh untuk tinggal didalam kota tersebut. Pada saat itu mereka semua ketakutan, berhubung status Yesus saat itu sebagai pemberontak yang dihukum mati oleh sebab fitnah dari Ahli Taurat dan orang Yahudi (Yohanes 20:19). Para pengikutnya menjadi sorotan, bahkan Petrus sampai meyangkal ia sebagai pengikut Yesus tiga kali. Mereka kerap kali berkumpul bersama diatas loteng yang disewa mereka didalam ketakutan. Apa yang dilakukan mereka diatas loteng tersebut sambil menunggu yang dijanjikan Bapa, itulah kunci kuasa Allah.

“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." (Kisah Rasul 1:4-5)

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Rasul 1:8)

Kisah Rasul 1:12-14, jika kita membacanya kita tahu bahwa mereka berkumpul bersama di Yerusalem, tekun dan sehati didalam doa. Setiap kali mereka berkumpul dan berdoa sampai pada hari Petakosta, mereka menerima babtisan Roh Kudus, dan mereka menerima kuasa dari Allah seperti yang dijanjikan Bapa (Kisah Rasul 2:1-4). Setelah mereka menerima kuasa tersebut, ada kuasa yang mendorong mereka, sehingga Petrus yang dulunya ditanya anak kecil saja ketakutan, sekarang didalam Kisah Rasul 2:14, Petrus dengan berani berkata-kata dihadapan banyak orang dan Kisah Rasul 2:41 mencatat bahwa kuasa Allah tersebut telah menjamah 3000 orang yang berada disana pada hari Pentakosta. Mereka menerima Yesus dan percaya berita Injil bukan karena kepandaian Petrus berkata-kata tetapi karena kuasa yang bekerja yang membuat mereka bertobat dan menerima Kristus. Bacalah Yohanes 16:8, jelas disebutkan bahwa orang bertobat itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Juga dalam 1 Korintus 12:3, jelas disebutkan bahwa tidak seorangpun dapat mengaku Yesus adalah Tuhan kalau tidak karena kuasa Roh Kudus yang menjamahnya. Petrus berani, demikian juga rasul-rasul yang lainnya ditengah ketakutan mereka kerena mereka diancam dibenci dan dimusuhi oleh orang Yahudi terutama Ahli Taurat dan Farisi, karena mereka tahu, bahwa semua adalah pekerjaan Roh Kudus (2 Korintus 3:5), sedangkan mereka adalah perantara saja, yang dalam bahasa Alkitab adalah saksi.

Kuasa itu turun saat mereka berdoa. Roh Kudus bekerja luar biasa, saat mereka tekun bersehati didalam doa. Bacalah Kisah Rasul 4:23-31, disana dikisahkan saat mereka ketakutan, mereka tekun berdoa dan saat itu Roh Kudus mencurahkan kuasaNya dan keberanian itu timbul, bukan saja keberanian tetapi juga tanda-tanda dan mujizat, sehingga banyak orang dijamah oleh kuasa tersebut dan mereka bertobat. Kisah Rasul 5:12-16, menuliskan betapa hebatnya kuasa yang bekerja didalam hidup mereka. Demikian juga dengan kita saat ini, Roh Kudus bukan sudah undur, tetapi tetap sama seperti saat pertama kali dicurahkan diatas loteng Yerusalem. KuasaNya tetap sama seperti sedia kala, tetapi bedanya sekarang sudah jarang umatNya yang sehati didalam doa (Yesaya 30:15). Seberapa penting doa, didalam pertemuan ibadah? Doa hanya sebuah hiasan disaat pembukaan liturgi ibadah dan penutup liturgi ibadah, segelintir orang ditugaskan berdoa dengan sebutan doa kawal. Apa yang dikawal? Bukankah pertemuan ibadah itu adalah pertemuan didalam doa-doa sehati? Dapatkah petemuan ibadah kita jaman ini membangkitkan kuasa Allah? Banyak umat Kristen memberitakan injil bukan dengan kuasa, tetapi dengan hikmat, ilmiah, masuk akal dan dengan cara-cara yang “smart”. Pernakah rasul-rasul dan Yesus mengajarkan memberitakan injil dengan cara hiburan? Mengadakan pertunjukan enterteiment untuk menarik hati anak manusia sehingga mau mengenal Yesus? Memewahkan tempat pertemuan sehingga menarik kaum tersesat? Memasukan hiburan dan selera muda untuk menjangkau orang muda? Bacalah 2 Timotius 2:22, kita malah diajarkan untuk menjauhi nafsu orang muda, tetapi sekarang gereja telah “dilengkapi” dengan nafsu orang muda, penuh dengan selera muda, nuansa club dan pub. Dapatkah semua itu menobatkan orang, membawa mereka didamaikan dengan Allah lewat Yesus Kristus? Hanya kuasa Roh Kudus yang dapat menjamah dan mengubah hidup seseorang. Ya hanya kuasaNya saja. Yesus bukan subtitusi hiburan duniawi, tetapi Yesus adalah jalan menuju kehidupan.

Jangan takut memberitakan injil, anda tidak harus menyampaikan orang “hai, jadialah orang Kristen”, tetapi anda memberikan jalan lurus kepada mereka untuk didamaikan dengan Allah melalui Yesus. Mengenalkan kepada mereka jalan kehidupan, entah ia mau atau tidak, bukan keputusan atau kecakapan kita. Kita menjadi saksi bahwa setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, agama apaun, bangsa apapun, suku apapun, bahasa apapun, golongan apapun, derajat apapun mereka semua akan diselamatkan. Mereka oleh dorongan kuasa Roh Kudus akan menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan dan disebut murid-murid Kristus, bukan oleh dorongan kita.

Saya adalah saksi, saat duduk dibangku kelas 3 SMA, saya memulai hidup baru didalam Kristus, tidak ada yang mendorong saya untuk mentaati Firman Tuhan, tidak ada yang membujuk atau memaksa saya untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan, untuk hidup sesuai dengan apa yang saya benar, suci, mulia, adil dan setia, tetapi ada dorongan dari dalam hati untuk melakukan semua hal itu, yang jika direnungkan tampak bodoh. Tetapi saya rela disebut bodoh asalkan menyengangkan hati Tuhan yang telah menjamah hati saya.

Banyak orang menjadi pemeluk agama Kristen, mereka menjalankan liturgi agama tetapi mereka sebenarnya belum menjadi murid Kristus karena Roh Kudus tidak menjamah mereka (mereka adalah pendosa yang berjemaat digereja). Banyak orang memeluk agama Kristen (juga agama yang lain) dengan berbagai alasan duniawi, seperti demi karirnya karena bosnya Kristen, demi keuangan karena di gereja sering dibagi sembako dan bantuan sosial, karena pacar karena syarat menikah mereka harus seagama, karena balas budi saat diajak oleh seseorang datang kegereja, karena kebetulan semua temannya Kristen, atau keluarganya Kristen dan sejuta alasan lainnya, tetapi semua mereka yang disebut beragama Kristen, tidak semuanya adalah murid Yesus yang telah menerima meterai Roh Kudus dan menerima hak menjadi anak-anak Allah. Kita memberitakan injil bukan untuk memenuhi gedung gereja dan mengisi bangku-bangku kosong, tetapi kita memberitkan injil untuk mengisi tempat yang kosong di Kerjaan Surga. Firman Tuhan katakan dalam Roma 11:25 disebutkan bahwa ada jumlah tertentu dari bangsa-bangsa bukan Israel (jasmani) yang akan diselamatkan, yang artinya bukan seluruh dunia akan diselamatkan. Sebab Yesus pernah berkata, “karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." (Matius 7:14) Sedikit orang yang akan mendapati jalan keselamatan itu, sisanya merka jalan dijalan lebar. Kita diutus untuk membawa orang menemukan jalan sempit tersebut, melalui pintu yang sempit pula. Tetapi sebelumnya, kita haruslah juga telah menemukannya.

Sudahkah kita menemukan pintu yang sesak dan jalan yang sempit itu? Sudakah hidup kita telah menjadi suratan Kristus yang terbuka bagi semua orang. Sudahkah kita telah mencerminkan perintah-perintahNya dan telah hidup menurut petunjuk Firman Tuhan? Itulah yang harus kita renungkan sebelum kita dapat menjadi pembawa kabar baik yang disertai dengan kuasa dari tempat yang Maha Tinggi. Siapkanlah diri anda, sebab keselamatan itu bukan soal KTP atau kartu anggota gereja.

Salam didalam kasih Kristus.

Advertisements
h1

Menunggu Seseorang

27 May 2008

Saat Firman Tuhan diberitakan, saat janji Allah dibacakan kembali dan Allah berfirman,

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” (Yohanes 14:12-13)

Apakah anda sedang menunggu seseorang?

Menunggu SeseorangFirman Tuhan itu adalah untuk kita, bagi kita. Tetapi sering kali kita berdiam diri dan menunggu seseorang untuk menggenapi Firman Tuhan tersebut. Sering kali kita merasa tidak layak dan tidak pantas untuk mengerjakan pekarjaan yang dilakukan oleh Kristus, sehingga sebagian umat Tuhan duduk manis menunggu dan berharap kepada si A atau si B untuk melakukannya.

Jika hari ini anda berfikir seperti itu, maka anda salah. Tidak seperti itu, Firman Tuhan ini bukan hanya untuk si A atau si B, tetapi untuk kita semua orang beriman. Bukankah sudah tertulis, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:15-18)

Allah ingin memakai kita semua untuk melanjutkan pekerjaan Kristus di dunia ini, yaitu untuk menyempurnakan gerejaNya (Kolose 1:24-25). Tugas itu bukan diberikan kepada satu atau dua orang saja, tetapi itu adalah tugas kita semua anggota Tubuh Kristus. Allah telah melengkapi gereja Tuhan dengan pelayanan jabatan (Efesus 4:11-13), dan setiap orang didalam Tubuh Kristus, diberiNya pelayanan masing-masing sesuai dengan karunia yang diberikan oleh Roh Kudus untuk kita lakukan (Efesus 2;10). Semua orang terlibat dalam didalam pekarjaan yang dikerjakan oleh Kristus.

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota-menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:16)

Tetapi banyak orang Kristen, anggota dari Tubuh Kristus, yang duduk diam seakan menunggu orang lain melakukan tugas-tugasnya. Jangan kita menunggu mereka, si A atau si B, tetapi anda sendiri, berikanlah diri anda untuk menggenapkan FirmanNya didalam pelayanan menyempurnakan gereja Tuhan, menanti kedatangan mempelai, yaitu Tuhan Yesus Kristus kedua kalinya. Jangan lagi menunggu orang lain, anda yang Tuhan cari untuk menggenapkan tugas pelayanan sesuai dengan bagian yang diterima tiap anggota Tubuh Kristus.

INI AKU TUHAN

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:7-8)

Kita yang telah ditebus oleh Allah, dosa-dosa kita diampuniNya, dan kita dijadikanNya anakNya, selanjutnya, Allah memberikan kita perintah untuk kita taati. Inilah perintah-Nya, “Kasihilah seorang akan yang lain.” (Yohanes 15:17).

Kalimat yang pendek, tetapi didalam kalimat tersebut terkandung seluruh perintah Allah (Galatia 5:14).

Saat Yesaya ditanya “Siapakah yang akan Kuutus?” Ia menjawab “Ini aku”. “Siapa yang mau pergi untuk Aku?” maka Yesaya menjawab “Utuslah aku!”. Demikian juga dengan kita, bersediakah kita pergi melakukan perintahNya? Ataukah kita menunggu seseorang untuk diutus, bukan saya.

Kita diutus oleh Allah untuk mengasihi orang disekitar kita, bukan untuk menjadi pendeta atau pengkerja gereja. PerintahNya adalah mengasihi, bukan menyebarkan agama.

Mengasihi orang-orang disekitar kita, bukan dengan kata-kata saja, tetapi juga didalam perbuatan yang nyata dan dapat dirasakan oleh mereka (1 Yohanes 3:18). Bagaimana kita menerima mereka, memperhatikan dan peduli terhadap mereka. Matius 5:37-48 mengajarkan kepada kita bagaimana kita mengasihi orang-orang disekitar kita. Memberikan diri kita, apa yang kita punya untuk mereka yang membutuhkan, bahkan Yesaya 58:10, mengatakan apa yang paling kita inginkan, itulah bagian yang terbaik yang kita berikan, bukan sisa-sisa atau sesuatu yang sudah tidak kita inginkan atau pakai lagi.

Dari semua yang terbaik yang kita miliki, bukankah Kristus adalah yang terbaik? Bagikanlah Kristus kepada orang-orang yang kita kasihi, orang-orang yang ada disekitar kita. Beritakan kabar baik itu, bawa mereka untuk diperdamaikan dengan Allah, itulah wujud kasih yang paling berharga.

Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. (1 Tesalonika 2:8).

Bukan hanya injil Kristus yang kita bagikan, tetapi juga diri kita sendiri, hidup kita sendiri, kita berikan kepada mereka, sebagai hamba. Sebagai pelayan mereka, bukan sebagai tuan atau guru yang memberikan perintah atau nasihat, tetapi sebagai pelayan yang melayani seperti Kristus telah melayani kita (Matius 20:28) dan bahkan sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa yang kita perbuat (Filipi 2:3-8). Demikian seharusnya kita mengasihi (1 Yohanes 3:16), karena Yesus berkata dalam Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”

BAGIAN PELAYANAN

Setiap orang memiliki bagiannya sendiri-sendiri didalam pelayanan. Tidak semua menjadi mata dan tidak semua menjadi tangan atau kaki, demikian kata 1 Korintus 12:14-18. Lalu apa peran kita didalam Tubuh Kristus?

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkotbah 9:10)

Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. (Yohanes 9:4)

Bagian pelayanan kita adalah apa yang didepan mata kita. Segala sesuatu yang dapat kita kerjakan, segala sesuatu yang kita mengerti dan segala sesuatu yang Allah telah perlengkami dalam hidup kita, itulah bagian pelayanan kita. Karena kita melayani bukan dengan kekuatan kita, bukan dengan kepandaian kita, tetapi oleh karena pekerjaan Roh Allah didalam kita (Zakharia 4:6, 2 Korintus 3:5-6). Semua adalah pekerjaan Allah, kita hanya alat saja yang tidak memiliki kemampuan (Yesaya 10:15, 2 Korintus 4:7).

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; (2 Korintus 9:10)

Benih itu telah disediakan oleh Tuhan, dan kita hanya menaburnya saja. Pelayanan yang ada didepan mata kita adalah seperti benih yang telah kita miliki, kita tinggal menjalankan pelayaan tersebut, jangan kita melihat pelayanan yang “besar-besar”, jangan kita memandang kepada hal-hal diluar benih yang telah Tuhan berikan untuk kita tabur.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, (Roma 12:3-4).

Jangan tunggu orang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang Tuhan perintahkan. Jangan menunggu si A atau si B, sebab setiap orang memiliki bagiannya sendiri-sendiri. Mulailah dari diri anda sendiri, jangan menunggu orang lain memulai, pekerjaan itu ada didepan anda. Yakobus 4;17, mengatakan, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”

Apakah kita hendak berbuat dosa kepada Tuhan Yesus Kristus dengan mengabaikan perintahNya. Dengan membiarkan bagian pekerjaan kita terbengkalai? Bertindaklah sekarang, jangan tunda lagi, karena Kristus membutuhkan anda, ladang siap dituai tetapi dimana para pekerjanya? (Lukas 10:2).

Maranatha!

h1

Godaan Bait Allah

3 May 2008

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Matius 4:5-7

DIATAS ATAP BAIT ALLAH

Bait AllahTuhan Yesus sebelum memulai pelayananNya, Ia berpuasa di padang gurun selama 40 hari, dan Ia digoda oleh Iblis dengan tiga macam godaan. Salah satunya adalah digoda untuk menjatuhkan diri dari Bait Allah.

Jika kita melihat dua godaan lainnya, maka kita dapat melihat ada yang berbeda dengan satu ini. Dimana saat Yesus lapar, Ia digoda untuk memakan roti dan disaat dilihatkan kerajaan dunia dan gemerlapnya, Ia digoda dengan segala kemulyaan dan kemewahan duniawi. Dua godaan ini sering kali juga dilontarkan oleh Iblis kepada kita. Tetapi godaan tentang menjatuhkan diri dari Bait Allah terlihat paling lain sendiri.

Tidak ada tawaran yang diberikan oleh Iblis dalam menggoda Yesus diatas atap Bait Allah. Iblis hanya menantangNya untuk menjatuhkan diri dari atap Bait Allah. Secara logika, siapa mau menjatuhkan diri dari atas atap. Apa yang didapatkan? Godaan Iblis macam apa itu, kelihatannya kok tidak bermutu.

Apakah itu dapat disebut sebuah godaan?

Banyak orang kristen tidaksadar dan terjebak pada godaan ini. Iblis tidak membawa Yesus berada dipuncak suatu gunung atau diatas dahan pohon tertinggi, atau diatas menara, tetapi Iblis membawa Yesus keatap Bait Allah. Bait Allah, bukan istana, Iblis rupanya juga cukup rohani, memilih Bait Allah. Alkitab menulis hal ini sebagai peringatan bagi kita, bahwa Iblis juga akan menggoda kita didalam kehidupan rohani kita.

Memang benar ada tertulis, sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. (Mazmur 91:11-12), dan Iblis telah menantang Tuhan Yesus untuk membuktikan ayat tersebut. Hal yang penting adalah dimana Iblis telah membawa Yesus yaitu di atap Bait Allah. Tempat dimana orang Israel berkumpul dan para imam, ahli Taurat dan orang Farisi berkumpul dibawanya.

Jika Yesus menerima tantangan tersebut, maka yang hendak dibuktikan bukan kebenaran Firman Tuhan lagi, melainkan kesombongan manusia, seperti mencari hormat dan pujian dihadapan segenap rohaniwan, orang-orang yang berada di bawah Bait Allah.

Dengan lembut tantangan tersebut ditolak oleh Tuhan Yesus dengan mengatakan bahwa benar ada ayat tersebut, tetapi ada ayat lain yang mengatakan, “jangan kita mencobai Tuhan Allah kita”. Karena Tuhan tahu apa yang ada didalam hati manusia dan Allah tidak dapat didustai dengan dalih rohani untuk kemulyaan manusia, untuk mencari hormat dan pujian bagi diri sendiri.

Godaan akan kesombongan rohani, adalah godaan yang berbahaya, yang hanya dapat dinilai atau dilihat dari hati manusia itu sendiri. Orang lain siapa yang dapat mengetahui isi hati kita? Godaan kesombongan rohani ini juga merupakan salah satu bagian dari tiga macam godaan Iblis yang sering dilontarkan kepada anak-anak Allah. Waspadalah!

DIDALAM GEREJA TUHAN

Didalam komunitas gereja, juga sama seperti komunitas diluar gereja. Mereka berinteraksi satu sama lain dalam sebuah komunitas. Didalam sebuah komunitas terdapat nilai-nilai akan perkara baik dan buruk, demikian juga didalam gereja, secara tidak sadar masyarakat gereja menilai setiap orang apakah ia rohani atau tidak. apakah ia dipakai Allah atau tidak, apakah ia orang besar atau orang kecil didalam pelayanannya.

Godaan yang dilontarkan diatas atap Bait Allah kepada Yesus, juga akan dialami oleh anak-anak Allah yang lainnya. “Buktikan kalau kamu memang seorang yang rohani” demikian kira-kira kalimat Iblis kepada kita diatas Bait Allah. Dan hari ini kita melihat serentetan orang-orang Kristen yang hidup munafik. Hidup sok rohani, sok penting. Bahkan lebih dari itu, banyak orang yang merasa lebih hebat dari pada yang lainnya dalam kehidupan rohaninya. Mereka telah digoda untuk melompat dari atas Biat Allah.

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga (Matius 5:20)

Ahli taurat hanya tampil rohani dari luar saja (Matius 23:25-28), menjadi masyarakat kelas satu dan menuntut hormat dan pujian dari ibadahnya. Firman Tuhan katakan, kalau ibadah kita sama, maka kita tidak akan diselamatkan.

Tuhan menuntut perbuatan yang lahir dari hati yang suci (Matius 23:26), bukan hanya tampak perbuatannya saja. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi egois hanya memikirkan baik untuk diri sendiri, tetapi Tuhan ingin kita menganggap yang lain lebih utama. Kehidupan rohani seorang kristen adalah melayani, bukan dilayani dan dihormati (Matius 20:28).

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:3-4)

Kita tidak boleh merasa lebih penting dan utama dari pada orang-orang lain. Kita menjadi pengikut Kristus, bukan menjadi tuan bagi saudara-saudara kita, tetapi kita menjadi pelayan bagi mereka (Lukas 22:25-27). Mungkin kita seharusnya belajar menjadi lebih baik dari pembantu rumah tangga kita didalam melayani satu sama lain. Dunia telah memutar nilai kehidupan kekristenan, seorang yang dianggap lebih rohani, maka ia lebih dihormati dan mendapat hak-hak istimewa didalam komunitas gereja, bukan sebagai pelayan tetapi sebagai seseorang yang wajib dilayani walau ia menyandang gelar “pelayan”.

Kesombongan rohani adalah tipu daya Iblis. Kehormatan dan nama besar didalam komunitas gereja adalah sebuah kesia-siaan dan jerat Iblis. Kursi-kursi kehormatan, gelar-gelar manusia, pujian kosong dan sebagainya adalah tipu daya. Tetapi ternyata tidak kurang orang bodoh di dalam gereja yang mau juga disuruh Iblis menjatuhkan diri diatas atap Bait Allah tanpa mendapat imbalan apa-apa dari Iblis.

Kesombongan rohani dapat muncul karena :

  1. Pernyataan kuasa Allah. Seperti menyembuhkan orang sakit, nubuat, mengusir setan dan lain-lainnya. Hal-hal ini dapat menyeret seorang anak Allah, berlaku bodoh menjatuhkan diri diatas Bait Allah hanya untuk menunjukan kepada seluruh orang yang ada dipelataran Bait Allah bahwa malaikat akan menopangnya.Mereka yang menjatuhkan diri akan menerima segala pujian manusia, menerima penghormatan manusia bahkan hadiah berlebih-lebih yang mewah dari banyak orang. Diterimanya semua sebagai haknya dan lupa dirinya adalah hamba melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu! Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala. (Yesaya 10:15-16)

    Banyak kisah dimana anak-anak Allah yang dipakai melayani dengan pernyataan kuasa Allah yang luar biasa akhirnya “terjatuh dari atap” dan Allah meninggalkannya. Apakah dikira Allah bodoh dan dapat dipermaikan? Allah tidak dapat dicobai, seperti yang terjadi pada Simson, dikiranya seperti sudah-sudah ia dapat melepaskan diri tetapi nyatanya Allah telah minggalkannya.

  2. Kesombongan karena mengerti lebih. Mengerti Firman Tuhan lebih dari yang lainnya (menurut sangkanya sendiri), ternyata juga dapat menjadikan seseorang itu menjadi sombong rohani. Tentang daging persembahan berhala kita tahu: “kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. (1 Korintus 8:1).

    Banyak orang kristen akhir-akhir ini sering saling menyerang aliran satu dengan yang lain dengan segala ilmu Theologianya. Serentet gelar terpampang didepan namanya, mereka seakan lebih benar dari aliran-aliran lainnya. Seakan Allah hanya berbicara kepada mereka saja, sementara kepada aliran kristen lainnya, Allah tidak berbicara. Hal-hal ini lahir dari kesombogan rohani akan pengetahuan manusia yang terbatas, akan segala ilmu Theologia yang kosong, yang hanya digunakan untuk menyerang dan menyalahkan orang.

    Tentang pengetahuan, 1 Korintus 8:2-3, menjelaskan : Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu “pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.Sebab pengetahuan dan hikmat itu dari Allah bukan dari kepandaian atau usaha manusia (Amsal 2:6). Sedangkan pengetahuan itu sendiri Allah tidak memberikan lengkap kepada kita (1 Korintus 3:9, Ulangan 29:29).

    Jangan kita saling menyalahkan dan membenarkan diri dengan pengetahuan kita akan Firman Tuhan, tetapi mari kita saling melengkapi, saling menguatkan, menghibur, mengajar, menegur dan membangun dengan pengetahuan yang telah diberikan kepada kita. Jika panas hati timbul dan pertengakaran dan debat dan pertikaian datang maka anda telah memutuskan untuk lompat dari atas Bait Allah. Apa yang ingin anda buktikan? Kebenaran Firman Tuhan atau diri anda sendiri?

  3. Keahlian didalam pelayanan, seperti suara merdu, memainkan musik dengan luar biasa, pandai presentasi, pandai berbicara, kotbah dan lain-lainnya. Keahlian-keahlian yang Tuhan berikan sering kali menjadi berarti didalam organisasi gereja, sehingga menjadikan mereka yang memiliki keahlian tersebut ditempatkan pada posisi yang penting dalam komunitas tersebut.

    Penting bagi manusia tidak berarti penting bagi Allah. Bahkan Firman Tuhan mengatakan apa yang dikagumi manusia itu dibenci oleh Allah (Lukas 16:15). Keahlian tersebut dapat membutakan mata kita dan dapat membuat kita bertindak bodoh dengan mendengarkan godaan Iblis untuk menjatuhkan diri diatas Bait Allah. Jangan mengejar pujian, penghormatan dan ingin diistimewakan didalam gereja, sebab itu samua adalah milik Allah.

Demikian kita semua, sebagai anak-anak Allah, baiklah kita belajar dari catatan godaan yang dilakukan oleh Iblis kepada Tuhan Yesus Kristus di padang gurun. Salah satunya adalah godaan untuk menjatuhkan diri dari atap Bait Allah, sesuatu kesombongan rohani. Hanya orang bodoh yang mau melompat dari atas atap. Tetapi godaan sekonyol itu telah menewaskan banyak anak-anak Allah.

Walaupun pernyataan Allah luar biasa didalam kehidupan kita, didalam pelayanan kita, kita harus selalu ingat bahwa semua itu bukan perkara yang penting, sebab yang terpenting dari semuanya bukan kehebatan kita dalam perkara rohani tetapi apakah kita diselamatkan atau tidak. Matius 7:21-23 dengan jelas menuliskan bahwa di akhir zaman, banyak orang yang melayani dengan kuasa yang luar biasa dan dengan hebohnya, malah mereka ditolak dari hadapan Tuhan. Kesombongan spiritual dapat membuat kita terlena dengan pujian dan penghormatan manusia akan perkara-perkara rohani.

“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Lukas 10:19-20)

Mulai saat ini waspadalah terhadap segala kesombongan rohani. Kebesaran yang diberikan oleh manusia, pujian yang diucapkan oleh manusia dan segala hormat yang diterima karena perkara-perkara rohani yang ada dalam diri kita adalah perkara yang sia-sia. Semua itu adalah tipu daya Iblis. Jangan kita jatuh karenanya. Sementara pernyataan yang luar biasa dari Allah dalam hidup dan pelayanan kita, bukan jaminan nama kita tercatat dalam Kerajaan Surga.

Seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dengan mengusir Iblis yang menggodaNya (Matius 4:10), demikian juga yang dilakukan oleh Paulus saat Iblis melantunkan pujian rohani kepadanya (Kisah Rasul 16:17-18), kita juga sebaiknya meniru teladan tersebut agar kita tidak jatuh karena kesombongan rohani.

Akhir kata saya mengutip 1 Korintus 9:27 yang berkata: Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Salam.

Leonardi


Top Blogs

h1

Artis Rohani Favorit

4 April 2008

Konser RohaniTahun-tahun belakangan ini mulai marak lahirnya artis rohani. Mereka adalah para idola dan orang-orang yang mencari uang dari bisnis artis. Wow…! Bisnis artis?

Beberapa waktu yang lalu saat saya mewawancari seseorang pelamar kerja, saat saya menanyakan hal yang merupakan kegagalan yang berkesan dalam hidupnya, ia bercerita tentang kisah asmaranya dengan artis rohani. Awalnya saya bingung saat ia menyebut artis rohani. Artis…? Rohani…? Apaan tuh? Kemudian dia menyebut sebuah nama yang tentu saya kenal dari albumnya dan menerima penjelasan darinya tentang arti artis rohani tersebut. Seorang artis tetapi berkecimpung dalam dunia kerohanian. Seorang yang manggung disana sini dan mengadakan konser dan diundang gereja, membuat album, main film, iklan dan lain-lainnya.

Sebenarnya kata artist sendiri itu artinya seniman. Tetapi penggunaan secara umum di negri kita, kata artis mengacu kepada seniman yang komersial, seniman didalam dunia hiburan (entertainment), dalam bahasa sederhana yaitu para penyanyi, pemain filem, pelawak dan lain-lainnya.

Jika kata artis yang erat kaitannya dengan dunia entertainment, ditambah kata rohani dibelakangnya, maka artinya bisa macam-macam. Sederhananya adalah orang-orang yang menghubur dengan materi rohani dengan tujuan komersial. Sebenarnya meraka tidak berbeda jauh dengan para artis pada umumnya, hanya bedanya, pasarnya adalah orang-orang yang rohani atau merasa rohani.

Bagi saya boleh-boleh saja mencari uang didunia hiburan, tetapi yang menjadi persoalan adalah untuk siapa mereka tersebut menyanyi? Bukankah lagu rohani adalah lagu puji-pujian kepada Allah, lagu menyembah Allah. Bagaimana jadinya saat lagu-lagu tersebut dirubah menjadi sebuah hiburan, selayaknya lagu-lagu pop lainnya? Berbondong-bondong orang membeli karcis konser, antri berjam-jam berjubel didepan pintu masuk dan berebut berada didepan panggung. Mereka menjerit-jerit, mereka minta difoto bersama, minta tanda tangannya…

Dunia ini memang sudah bengkok dan terbalik (Filipi 2:12-16), umat kristen apakah sudah tidak lagi dapat tahan untuk tidak memiliki idola dan artis rohani favorit? Apakah hal-hal rohani harus dikomersialkan, dijadikan sebuah entertainment? Apakah umat kristen telah lupa dengan Firman Tuhan, telah lupa dengan Lukas 16:15 yang mengatakan, “Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. “

Mari, melalui renungan ini, kita belajar untuk membuang jauh-jauh istilah artis rohani dan idola-idola rohani yang semuanya adalah tipu daya. Manusia mengagumi manusia, manusia meniru teladan sang idola, sang artis. Bukankah kita seharusnya meniru teladan Kristus, menjadi serupa denganNya? Manusia selalu ingin menyingkirkan Allah, bahkan didalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan sekalipun.

Celakalah dunia ini, celakalah orang-orang yang berusaha menukar kemulyaan Allah, pujian kepada Allah dan penyembahan-penyembahan yang benar dengan tipu daya enterteinment. Bukankah hal ini dulu telah terjadi dan menjadi pelajaran bagi kita (Roma 15:4), saat Raja Yerobeam mendirikan bukit-bukit pengorbanan dan memindahkan ibadah dari Yerusalem ke Betel dan Dan (1 Raja-raja 12:28-33, 13:1-2). Serta menukar Allah dengan patung sang idola. Raja Yerobeam mendirikan Ibadah enterteinment!

Saat ini, umat kristen telah mulai lagi mendirikan ibadah yang diadakan oleh Raja Yerobeam, ibadah entertenment dibukit-bukit pengorbanan. Didalam sebuah ibadah raya, muncul artis-artis rohani sebagai icon dengan lantunan lagu merdu mereka sebagai hiburan rohani, dengan para pendeta yang didapat dari sebuah biro jasa pemberita Firman Tuhan. Dengan suguhan filem, tari-tarian dan kemewahan panggung. Oh… Tuhan. Apakah telah dekat waktu kedatanganMu?

Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel! (Yeremia 3:23)

Mengapa kita harus mencobai Allah sekali lagi? Seperti yang dilakukan oleh Raja Yerobeam dan yang dilanjutkan oleh raja-raja keturunannya yang jahat dimata Tuhan? Mengapa kita harus menukar ibadah kita dengan enterteinment rohani? Mengapa? Mengapa kita membuat Allah cemburu? Bukankah kita yang Ia panggil anak-Ku…

Tetapi mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya; mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang mereka, berubah seperti busur yang memperdaya; mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka. (Mazmur 78:56-58)

Mari kita tetapkan langkah kita, mari kita kembali kepada Firman Tuhan, kembali berpegang pada perintah dan peringatan-peringatanNya. Mari kita menyembah Allah dengan cara yang benar, mari kita memuji-muji Allah dengan riang dan dari hati kita. Mari kita tinggalkan ibadah entertenment, ibadah yang didirikan Raja Yerobeam, kita jauhkan bukit-bukit pengorbanan, kita buang semua tipu daya tersebut.

Biarlah kita hanya dipuaskan oleh Tuhan Allah kita, bukan oleh artis-artis rohani. Biarkanlah kita menerima sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kritus bukan dari lantunan merdu para artis rohani, bukan dari konser musik rohani.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! (Mazmur 100:2-4)

Kita memuji Tuhan, bernyanyi dan menyembahNya, karena ada syukur dalam hati kita, karena ada nyanyian hati, karena ada Roh Allah yang memberikan sukacita dan rasa syukur tersebut. Bukan karena merdunya lagu, bukan karena indahnya dan eloknya suara dan tampang artis rohani. Semua karana Allah dan untuk Allah. Kita beribadah untuk Allah bukan untuk diri kita sendiri. Umat Allah tidak butuh entertenment rohani… tidak butuh artis rohani.

Siapa yang telah menyuguhkannya???



Top Blogs

h1

Anak-anak Allah

14 March 2008

Tentang sebutan anak-anak Allah didalam Alkitab kita dapat melihat perbedaan diantara tiga jaman, yaitu pertama jaman sebelum Janji Allah diberikan kepada Abraham, kedua setelah Janji Allah itu diberikan kepada Abraham dan ketiga pada jaman Janji Allah itu diperbaharui didalam Kristus.

1. Sebutan anak-anak Allah pada jaman sebelum Janji Allah turun.

Kitab Perjanjian Lama menulis kata anak-anak Allah yang kontraversi terdapat pada kitab Kejadian 6:1-4 dan kitab Ayub 1:6 dan 2:1. Kedua kitab tersebut seakan menggambarkan anak-anak Allah sebagai sosok atau mahluk Surgawi (malaikat) dan bukan manusia.

Namun dari kitab Ibrani 1:5, jelas dikatakan, Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?”

Allah tidak pernah memanggil malaikat atau mahluk lainnya sebagai anak Allah kecuali kepada manusia, kepada keturunan Adam, mahluk yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1:26-27)

Dalam Lukas 3:38, tentang silsilah menuliskan demikian, “anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah”. Dari teks tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Adam dikenal sebagai anak Allah oleh bangsa Isreal. Sebelum Janji Allah turun kepada Abraham, sebutan anak-anak Allah adalah kepada Adam dan keturunannya.

Perhatian berikutnya adalah kepada dua anak Adam. Kain, adalah anak sulung Adam. Didalam Kejadian 4:10-12, dikisahkan setelah Kain jatuh dalam dosa pembunuhan, maka ia dibuang oleh Allah karena dosanya sehingga ia mengembara di bumi ini. Sejak saat itu garis keturunan anak sulung Adam beralih ke pada Set anak laki-laki ketiga Adam.

Tentang Set, disebutkan demikian. Kejadian 4:25-26, Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.” Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

Selanjutnya jika kita baca silsilah dalam Kejadian 5:1-32 disebutkan daftar keturunan Adam dan semua anak laki-laki yang adalah anak laki-laki pertama dari garis keturunan Set bukan keturunan Kain, yang sebenarnya anak sulung Adam. Mereka semua adalah orang-orang yang beribadah kepada Tuhan (memanggil nama Tuhan).

Sedangkan Kain, Kejadian 4:24, ditulis “Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden”. Tentang Kain tidak disebutkan ia atau keturunannya memanggil nama Tuhan selain disebutkan bahwa Kain pergi dari hadapan Tuhan. Hal ini menggambarkan bahwa keturunan Kain tidak beribadah kepada Tuhan lagi, berbeda dengan keturunan Set, bahkan Henokh diangkat oleh Tuhan ke Surga tanpa kematian karena begitu karibnya dengan Allah (Kejadian 5:24).

Terlihat jelas perbedaan keduanya, Kain yang sebenarnya anak sulung Adam, diusir oleh Allah dan tidak dihitung sebagai garis keturunan anak sulung Adam. Sedangkan Set, masuk dalam silsilah anak sulung garis keturunan Adam, anak Allah.

Karena itu tidak salah jika anak-anak Allah yang ditulis dalam Kejadian 6:1-4 adalah sebutan kepada mereka yang menjadi keturunan Set, yaitu manusia yang beribadah kepada Allah. Sedangkan mereka yang disebut anak-anak (gadis) manusia yaitu mereka yang menjadi keturunan dari Kain, mereka yang hidup didalam daging. Pembedaan sebutan antara anak-anak Allah dengan anak-anak manusia memberikan gambaran pembedaan antara anak-anak Allah dengan bangsa kafir dimasa hukum Taurat, tentang anak-anak Allah dengan orang dunia dimasa hukum Kasih Karunia.

Sementara itu dalam Ayub 1:6 atau 2:1, sebutan anak-anak Allah, kita tahu itu bukan menyebut malaikat, sesuai penjelasan Ibrani 1:5. Siapakah mereka? Akan dibahas lain kali dalam tulisan tersendiri.

2. Sebutan anak-anak Allah pada jaman sesudah Janji Allah turun.

Pada jaman setelah Abraham menerima Janji Allah, maka sebutan anak-anak Allah dipertegas hanya kepada keturunan Abraham saja. Tetapi kembali seperti yang masa sebelum Janji, tidak semua keturunan Adam disebut anak-anak Allah, demikian tidak semua keturunan Abraham disebut anak-anak Allah.

Dalam Roma 9:6-8, disebutkan, Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.” Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

Abraham melahirkan dua anak, yang sulung Ismael bukan merupakan anak-anak Allah tetapi Ishak dan keturunannya yang disebut anak-anak Allah oleh Allah (Kejadian 21:12, Galatia 4:30).

Coba perhatikan dalam Keluaran 4:22-23, dituliskan “Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.”

Hal ini jelas menegaskan bahwa keturunan Abraham yang dari Ishak adalah anak-anak Allah, bukan semua anak Abraham seperti halnya Kain. Bangsa Isreal adalah anak-anak Allah.

3. Sebutan anak-anak Allah pada jaman sesudah Janji Baru Allah digenapkan.

Setelah Kristus datang untuk menebus dosa umat manusia, maka sejak saat itulah Perjanjian Baru diberlakukan yang telah dijanjikan sejak lama lewat para nabi-nabi Allah (Yeremia 31:31-34).

Sejak saat itu sebutan anak-anak Allah bukan hanya kepada keturunan Abraham secara jasmani tetapi juga keturunan Abraham secara rohani (Efesus 2:11-13)

Galatia 3:7-9, Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

Kita semua orang beriman adalah anak-anak Abraham. Sebagai anak-anak Abraham, kita juga disebut sebagai anak-anak Allah karena iman (Yohanes 1:12), dan berhak menerima janji-janji Allah (Roma 8:15-16).

Galatia 3:26, “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.”

Demikian penjelasan singkat sebuatan anak-anak Allah pada tiga jaman berbeda. Semuanya menunjuk pada satu hal, yaitu kepada mereka yang beribadah kepada Allah, kepada merekalah Allah menyebut manusia anak-anakNya, anak-anak Allah.

2 Korintus 6:16-18, menjelaskan demikian; Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

Tubuh kita yang dikuduskan ini adalah Bait Allah, dimana Allah tinggal didalam kita dan karena itu Allah memanggil kita anak dan kita memanggilNya Bapa. Demikian juga pada saat Salomo mendirikan Bait Allah, maka Tuhan berfirman bahwa ia menjadi anak Allah dan Allah menjadi Bapanya (1 Tawarikh 22:10). Demikian juga dengan keturunan Set, mereka memanggil nama Tuhan (Kejadian 4:26) dan beribadah kepadaNya, oleh karena itu mereka disebut anak-anak Allah dan Allah menjadi Bapanya.

Kain dan keturunannya hanya disebut sebagai anak manusia saja untuk membedakannya dengan keturunan Set yang beribadah kepada Allah walau mereka semua adalah manusia (Kejadian 5:3,5-6). Demikian juga dengan Ismael disebut sebagai anak dari daging untuk membedakan anak perjanjian. Dan dimasa kini, juga tidak semua orang Kristen adalah anak-anak Allah. Mereka yang tidak tetap tinggal didalam Kristus, merekalah yang akan dibuang dari hadapan Allah.

Perbedaan ini merupakan hukum Allah, yang telah ada sejak masa Adam. Jika anak-anak Allah menikah atau melebur (menjadi satu) dengan anak-anak manusia, anak-anak daging dan mereka yang hidup dalam kedagingan, maka seperti yang dikatakan oleh Galatia 5:6, bahwa sedikit ragi dapat mengkabirkan seluruh adonan.

Pada kisah Kejadian 6:1-4, dimana anak-anak Allah menikah dengan anak-anak manusia, maka kelanjutannya Kejadian 6:5, menuliskan, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata”

Seperti yang terjadi pada bangsa Israel, dimana wantia-wanita dari bangsa kafir yang dinikahi mereka karena kecantikannya membawa mereka menjauh dari Tuhan dan melakukan apa yang jahat dimata Tuhan demikian juga yang terjadi pada jaman Adam. Anak-anak Allah bertambah jahat seperti yang biasa dilakukan oleh anak-anak manusia, keturunan dari Kain.

Nehemia 13:27, “Apakah orang harus mendengar bahwa juga kamu berbuat segala kejahatan yang besar itu, yakni berubah setia terhadap Allah kita karena memperisteri perempuan-perempuan asing?”

Ulangan 7:3-4, “Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.”

Demikian pada masa kini, kita tidak menikah dengan orang-orang dunia yang penuh dengan dosa dan kejahatan, dan bukan hanya menikah saja, tetapi juga pergaulan (1 Korintus 15:33). Menjaulah kata Tuhan, jangan jamah apa yang najis, apalagi menjadi satu dengan apa yang jahat dimata Tuhan.

Jika kita anak-anak Allah, maka kita juga hidup seperti Bapa kita didalam terang dan kasihNya.

Salam dalam kasih Kristus,

Leonardi Setiono

Tulisan ini melengkapi tulisan tentang “Raksaksa dalam Alkitab”



Top Blogs

h1

Kristenisasi

30 August 2007

Keselamatan tidak lahir dari kristenisasi

Banyak manusia ribut dengan agama, berebut pemeluk, menghitung jumlah, menghitung uang, kekuasaan, pengaruh dan apa saja yang bisa didapat dari banyaknya pemeluk.

Sejak ribuan tahun lalu, sejarah mencatat manusia telah memanfaatkan “agama” untuk memobilisasi manusia, untuk mensukseskan tujuan dan memperkuat kedudukan dan pengaruhnya, sampai dengan hari ini. Agama diciptakan oleh manusia, dari ujung bumi sampai ke ujung bumi dengan mengatasnamakan wahyu, manusia menciptakan beragam agama didunia ini. Allah tidak pernah menciptakan agama, tetapi manusia telah menciptakannya dan telah membangun kerajaannya dibumi ini.

Agama tidak dapat menyelamatkan manusia. Agama dan Kitab Sucinya tidak akan membuat manusia itu selamat. Selidikilah semua Kitab Suci*, lihatlah dengan teliti, apakah ada kepastian akan keselamatan dan kehidupan kekal sesudah kematian? Adakah jaminan seorang memeluk agama tertentu akan selamat? Bukankah penyebar agama adalah orang yang sedang penyebar kekuasaan manusia?

Allah telah memberikan wahyuNya kepada semua manusia dari segala jaman, dari belahan bumi paling ujng sampai ujung satunya. Wahyu yang diberikan merupakan gambaran atau bayangan akan wujud Tuhan Yesus Kristus, tetapi manusia lebih menyukai agama dari pada keselamatan yang dijanjikan Allah. Wahyu secara khusus diberitakan lewat bangsa Israel, tetapi kepada bangsa-bangsa lain, Allah memberikan hukum tersebut didalam hati mereka.

“Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus”. (Roma 2:14-16)

Suatu saat kelak akan nyata, bahwa berita tentang kedatangan Sang Mesias, yaitu Tuhan Yesus Kristus telah diberitakan sejak lama kepada segala bangsa, bukan hanya lewat bangsa Israel. Hal itu akan nyata saat hari penghakiman seluruh umat manusia di akhir jaman. Tetapi sekali lagi, manusia lebih menyukai agama daripada keselamatan yang telah dijanjikanNya.

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi”. (Mazmur 19:2-5)

Keberadaan Allah, dosa, penghakiman, keselamatan dan penebusan, dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, sejak purbakala di seluruh dunia, ditempat terpencil dan jauh dari peradapan sekalipun, gema ini telah disampaikan didalam hati mereka, bahkan orang-orang bijak dan tulus diantara mereka beroleh anugrah untuk mengetahui lebih banyak tentang wahyu keselamatan dari Allah. Tetapi, sekali lagi manusia lebih menyukai agama dari pada keselamatan dari Allah.

Kini, manusia masih terjebak dalam kekuasan agama. Apakah kita akan menjadikan semua bangsa pemeluk agama kristen? Kristenisasi tidak membuat manusia itu diselamatkan. Bagi Allah, menjadi kristen atau bukan, bukanlah perkara yang besar, bahkan beribu-ribu orang menjadikan dirinya pemeluk agama kristen itu sama sekali tidak berguna dan tidak berarti bagi Allah (Yoh 2:23-25).

Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan kita untuk mengkristenisasikan siapapun juga. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk memperdamaikan mereka dengan Allah dan menjadikan mereka murid (Matius 28:19-20), bukan untuk menjadikan pemeluk agama kristen atau menyebarkan agama dengan tuntutan-tuntutannya (Lukas 9:2-5, Mark 16:15).

Jadi sekali lagi saya ingatkan, kita sebagai murid Tuhan Yesus Kristus, kita bukan diutus untuk mengkristenisasi orang atau menyebarkan agama kristen, tetapi untuk menyelamatkan mereka dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. (Roma 10:13-17)

Mari kita beritakan kabar baik tersebut, dan membawa banyak orang kepada Allah lewat Tuhan Yesus Kristus, bukan untuk menjadikan mereka pemeluk agama kristen. Sudah cukup gereja-gereja kita dipenuhi para pemeluk agama yaitu para munafik, pendosa dan anak-anak iblis.

Buang jauh-jauh istilah kristenisasi…

Salam damai sejahtera,
Leonardi

“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”. (2 Korintus 5:19-21)

* Hanya didalam Kristus ada keselamatan, hukum dosa dan hukum maut, hukum Taurat dan aturan-aturan manusia lainnya membuat manusia menjadi pendosa. Tidak ada seorangpun dapat dibenarkan/diselamatkan karena melakukan perintah hukum Taurat (Galatia 2:16, Roma 3:20, Galatia 2:21).


Top Blogs

h1

Tidak Ada Penonton

27 August 2007

Tidak ada penonton didalam gereja Tuhan. Semua adalah pemain.

Setiap Minggu kita duduk dibangku gereja, kita menyanyikan lagu pujian, kita mendengarkan kotbah yang diberitakan, dan kita pulang, demikian kita ulangi lagi minggu depan. Seakan kita adalah penonton, dan mereka menyebut kita jemaat biasa, mereka memanggil kita anggota gereja. Kita hanya datang dan mendengarkan, lalu pulang. Memang tidak salah dengan sebutan jemaat atau anggota, tetapi kita harus menyadari bahwa kita bukan penonton di gedung gereja seperti sedang menonton konser. Kita semua, seperti yang dikatakan Firman Tuhan, mempuyai bagian peran masing-masing.

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:16)

Setiap bagian dari tubuh Kristus, yaitu jemaat Allah, mempunyai tugasnya masing-masing. Tubuh Kristus terbentuk oleh pelayanan semua bagian dari tubuh tersebut, bukan hanya pelayanan dari pedeta, deaken atau penatua, tetapi semua orang yang menyebut dirinya jemaat Allah, adalah bagian dari tubuh Kristus yang mempunyai fungsinya sendiri-sendiri. Mereka adalah pelayan-pelayan Tuhan, mereka adalah pemain didalam gereja Tuhan, bukan penonton.

Banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini, karena itu pertumbuhan gereja Tuhan menjadi lambat, sebab setiap bagian dari tubuh tidak berfungsi, dan kita menyebut diri kita hanya jemaat bisa atau hanya anggota gereja, bukan pelayan Tuhan.

Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. (1 Korintus 12:27-31)

Didalam tubuh Kristus, setiap orang mempunyai bagiannya masing-masing, tidak semua menjadi rasul, tidak semua menjadi nabi, menjadi pengajar, tetapi setiap orang diperlengkapi oleh Allah pekerjaan baik yang harus mereka lakukan sebagai bagian dari anggota tubuh yang berfungsi (Efesus 2:10). Jika kita membayangkan melayani itu hanya menjadi rasul, nabi, guru, gembala dan penginjil, maka kita tidak akan pernah sampai kepada kepenuhan tubuh Kristus. Kita seharusnya melayani dengan karunia-karunia yang telah diberikan Roh kepada kita secara khusus.

Karena itu, nasihat Firman Tuhan, “berusahalah untuk mengetahui karunia apa yang diberikan kepada kita”, berusahalah untuk tetap tinggal didalamnya, maka Allah akan menyempurnakan pelayanan dari setiap bagian tubuh Kristus. Jangan membayangkan untuk menjadi nabi, guru, rasul, pengijil atau gembala, tetapi mari kita melihat apa karunia kita (Roma 12:3-4).

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. . . . (Roma 12:4-8). Bacalah seluruh pasal 12.

Tiap orang dilengkapi Tuhan dengan karunia yang berlainan, karena itu carilah tahu apa karunia utama anda, dan layani masing-masing anggota tubuh Kristus dengan karunia tersebut, baik menasihati, melayani, memperhatikan, membimbing, mengajar, memberi dan lain-lain. Setiap jemaat mengambil peran masing-masing didalam tubuh, mereka semua adalah pemain, bukan penonton didalam gereja.

Pantaskah kita berdiam diri, menjadi penonton didalam gereja? Hanya merasa cukup datang dan mendengar setiap minggunya. Kita tentu tidak pantas disebut anggota tubuh Kristus, sebab kita adalah bagian tubuh yang mati dan tidak berfungsi.

Mulai hari ini, mari kita terlibat didalam pelayanan dengan bersungguh-sungguh, bukan untuk menjadi pekerja gereja, bukan untuk menjadi pendeta, penatua atau deaken, atau jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi gerja, tetapi melalui karunia yang kita terima, masing-masing kita melayani sesama anggota tubuh Kristus. Bukankah Galatia 6:2 berkata, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

Kita melayani Allah, adalah melayani manusia, melayani mereka orang-orang beriman, saudara-saudara kita didalam Kristus. Bukan hanya menjadi song leader, menjadi singer, pemain musik, petugas usher atau pengkotbah yang melayani di gereja, tetapi setiap hari tugas anggota tubuh Kristus adalah melayani satu sama lain, didalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada saat jam kebaktian.

Ingatlah kata Tuhan Yesus dalam Matius 25:31-46, bukankah saat itu mereka berkata, “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:37-40).

Melayani Allah adalah melayani saudara seiman, mereka yang disebut sebagai saudara-Ku oleh Tuhan Yesus Kristus. Berikan mereka minum, maka upahmu tidak akan hilang di Kerajaan Surga (Markus 9:41).

Mari kita sebagai bagian dari tubuh Kristus, mengambil peran kita masing-masing dan berfungsi selayaknya anggota tubuh yang hidup. Layanilah saudara seiman dengan karunia yang telah diberikan Roh kepada kita, dan mari kita saling mengasihi dan tolong menolong.

Salam damai sejahtera.
Leonardi Setiono


Top Blogs