Posts Tagged ‘Juruselamat’

h1

JURUSELAMAT YANG TIDAK SEPERTI HARAPANKU

15 October 2010

 

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
[Matius 11:2-6]

Saat Yohanes sang pembabtis berada didalam penjara, ia ditawan dan dalam tekanan dan ancaman kematian dari keluarga Herodes (Matius 14:3-4), ia mengharapkan Mesias akan beraksi. Tetapi yang didapati bahwa Mesias tidak juga beraksi, Ia hanya mengabarkan Kabar Baik dan juga menolong orang-orang saja. Pada saat itu, bangsa Israel dijajah oleh bangsa-bangsa besar, mulai dari kerajaan Babel sampai kekaisaran Romawi. Janji tentang kelepasan bangsa Israel lewat Mesias telah mereka dengar dan mereka menantikan saatnya Mesias menyatakan diriNya dan melepaskan mereka semua dari penindasan dan mendirikan kembali tahta Raja Daud. Yohanes pembabtis sebagai nabi Allah, tentu dengan jelas mendengar perintah Allah untuk berjalan mendahului Mesias, membuka jalan bagi Raja diatas segala Raja (Yesaya 40:3, Yesaya 57:14-15, Maleaki 3:1). Yohanes mengabarkan Injil Kerajaan Allah  dan mengajar orang-orang tentang kebenaran, kebaikan dan keadilan. Ia rela menderita dan mati, asalkan Mesias menjadi Raja atas seluruh Israel.

Bukan hanya Yohanes pembabtis, murid-murid Yesus juga rupanya mengharapkan sama seperti yang diharapkan oleh Yohanes Pembabtis. Mereka menantikan saatnya Yesus memulihkan kerajaan Israel dan menjadi Raja duduk ditahta Daud.

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” [Kisah Rasul 1:6]

Pada saat Yesus masuk ke Yerusalem, Injil Yohanes mencatat kejadian tersebut demikian, Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem, mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” [Yohanes 12:12-13] Mereka semua meyakini Mesias akan segera mendirikan kembali kerajaan Israel, melepaskan mereka dari tekanan kekaisaran Romawi.

Demikian dialami Yohanes pembabtis didalam penjara mendengar apa yang dilakukan Yesus, hanya mengabarkan Kabar Baik dan menolong orang-orang, melepaskan mereka dari belenggu dosa, dari sakit penyakit dan dari roh-roh jahat, tetapi tidak juga Yesus menunjukan tanda-tanda untuk merebut kekuasaan penjajah. Didalam deritanya dalam penjara, Yohanes menjadi tawar hati dan kebingungan, dan saat itulah ia mencoba bertanya kepada Yesus, pertanyaan yang identik dengan “Engkau itu Mesias atau bukan?” Yohanes pembabtis menjadi ragu sebab ia tidak melihat Yesus berbuat seperti yang diharapkannya. Yesus tidak menunjukan tanda-tanda hendak membangun kembali kerajaan Israel.

Apa yang dialami Yohanes pembabtis, mungkin juga sering kita hadapi, saat kita merasa “tidak ditulong” TUHAN disaat kita merasa butuh pertolonganNya. Saat kita mengharapkan sesuatu perkara terjadi, saat kita mencoba “mengimani” sesuatu hal yang besar, atau kita mengharapkan TUHAN bertindak atau melakukan perbuatan ajaib atas persoalan atau masalah kita, tetapi kita dapati TUHAN tidak juga berbuat apa-apa seperti yang kita harapkan  dan tetap didalam kesukaran seperti Yohanes pembabtis tetap didalam penjara Herodes.

Saat itu, mungkin kita bisa menjadi putus asa, dan mungkin tawar hati. Kita mulai meragukan iman, meragukan kesaksian Injil dan bahkan ada juga yang mulai mengumpat TUHAN. “Dimanakah TUHAN saat aku butuhkan?” kata-kata itu sering kita dilontarkan anak-anak TUHAN disaat terhimpit dan didapati ia tetap juga terhimpit. Beberapa orang mungkin dengan bodohnya mulai “melawan” kebenaran yang telah ia terima, mulai melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang ia tahu tidak disuka oleh TUHAN, mencoba segala yang tidak diperbolehkan dan berakhir dengan kekerasan hati.

Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN. [Amsal 19:3]

Kadang kita lupa bahwa TUHAN itu bukan pelayan kita, bukan juga satpam kita, Ia bukan pegawai kita yang mana jika kita membutuhkan Ia akan buru-buru menyediakan, jika kita menginginkan maka Ia akan memberikan dan jika kita meminta maka Ia akan datang buru-buru memberikan apa permintaan kita. Tidak, TUHAN itu adalah Raja diatas segela raja, Ia adalah Allah pencipta langit dan bumi, terlalu besar dan terlalu mulia untuk kita datang sujud menyembah dibawa kakiNya. Kita telah mendapat anugrah yang besar.

Apa yang direncanakanNya apa yang dipikirkanNya, sangat jauh dari apa yang kita rencanakan dan pikirkan (Yesaya 55;8-9). Yohanes pembabtis hanya memikirkan bahwa Mesias akan datang menyelamatkan bangsa Israel, membebaskan bangsa Israel dari penjajahan bangsa Romawi, tetapi sesungguhNya, TUHAN merancang kedatangan Mesias, bukan untuk membebaskan bangsa Israel saja, dan juga bukan untuk melepaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi, tetapi lebih dari itu, Mesias merupakan anugrah bagi seluruh umat manusia untuk dibebaskan dari dosa dan maut dan memberikan kehidupan kekal didalam kerajaan yang bukan berupa pemerintahan kerajaan didunia ini semacam kekaisaran Romawai, tetapi Kerajaan Allah yang kekal.

“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” [Yesaya 49:6]

Saat Yesus bangkit dan telah menyelesaikan segala yang harus diselesaikanNya, maka perintah ini disampaikan kepada murid-muridNya. “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” [Markus 16:15]. Didalam Kisah Rasul 1:8, disebutkan bahwa mulai dari Yerusalem, ke Yudea dan sampai ke ujung bumi, kesaksian dan berita Injil itu harus disampaikan agar semua orang diselamatkan.

Jika Yohanes pembabtis hanya menyangka Yesus membebaskan bangsa Israel dari belenggu penjajah dan mendirikan kerajaan Israel dimana Ia sebagai rajanya, maka Mesias sesungguhnya datang untuk membebaskan kita dari kelemahan-kelemahan kita, melepaskan kita dari dosa dan maut. Orang-orang yang bertahun-tahun hidup dalam kelemahan, buta, bisu, tuli, lumpuh semua dilepaskan, mereka yang dirasuk roh-roh jahat dilepaskanNya, orang-orang yang lemah dan letih diberi kekuatan baru. Seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya.

Persoalan dan masalah kita, juga sama seperti Yohanes pembabtis. TUHAN peduli akan masalah kita, ia peduli akan keinginan kita, tetapi bukan dengan jalan kita, bukan dengan rencana kita semua itu akan terjadi, tetapi jalan dan rencana TUHAN yang akan terlaksana untuk kebaikan kita. Mungkin hari ini kita melihat Jeruselamat tidak nyata seperti yang kita harapkan, mungkin Ia tidak berindak seperti yang kita perkirakan, tetapi ingat bahwa mataNya tidak pernah lepas mengawasi dan memberkati kita (Mazmur 139:2-12).

Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. [Mazmur 66:19]

Mari kita bangkit kembali… Tuhan tidak pernah meningalkan kita (Mazmur 31:23). Ia mengasihi kita dan telah merancangkan perkara yang baik dan indah walaupun kita harus berjalan dalam lembah kelam, sebab yang dipikirkanNya adalah perkara yang kekal, bukan dunia yang fana ini. Dunia dan keinginannya akan lenyap, tetapi kita akan tetap hidup didalam kerajaanNya.

Amin.

h1

Juruselamat adalah Allah

23 May 2008

Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah.
(Yesaya 43:11-12)

Naskah Yesaya dari QumranKitab Yesaya ditulis kurang lebih pada tahun 700-680 SM. Naskah tertua yang ditemukan selain naskah yang disalin turun termurun (Massoretis), adalah naskah dari gua-gua di Laut Mati (Qumran) yang ditemukan tahun 1947. Usia naskah tersebut diperkirakan oleh para ahli arkeologi ditulis (disalin) pada tahun 125 SM. Naskah dari Laut Mati tersebut membuktikan teks salinan kitab Yesaya sebelumnya, yang dimiliki secara turun-temurun atau tradisi telah disalin dengan tepat huruf per huruf.

Didalam salah satu teks kitab Yesaya tersebut, dituliskan bahwa Juruselamat Isreal itu adalah Tuhan sendiri. “Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku” Ini adalah salah satu dari banyak ayat dalam kitab-kitab Perjanjian Lama yang menjelaskan bahwa Juruselamat itu adalah Tuhan Allah.

Tidak ada manusia yang dapat menjadi juruselamat bagi dirinya sendiri (Mazmur 49:8). Bahkan manusia yang meminta pertolongan kepada sesama manusia itu disebut sebagai hal yang sia-sia (Mazmur 60:13) dan terkutuk dihadapan Tuhan (Yeremia 17:5).

BERITA KESELAMATAN

Berita tentang datangnya Juruselamat yaitu Mesias, telah lama dikabarkan sejak Nabi Musa. Semua orang Israel menantikan Mesias datang sebagai Juruselamat. Sebelum Yesus datang, bangsa Israel menyangka Mesias datang untuk menyelamatkan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain. Bahkan murid-muridNya pada awalnya juga menyangka demikian, tersirat dalam pertanyaan murid-murid dalam Kisah Para Rasul 1:6, Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

Tetapi Tuhan datang sebagai Juruselamat, bukan untuk menyelamatkan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain, bukan pula datang untuk mendirikan kerajaan Israel, melainkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan untuk menyatakan datangnya Kerajaan Allah (Lukas 4:43), yang bukan berupa kerajaan jasmani didunia (Lukas 17:20-21).

Tuhan mengasihi seluruh manusia tidak peduli dari bangsa manapun juga, Ia datang sebagai Juruselamat bagi kita semua, bagi segala bangsa di seluruh dunia, bukan hanya bagi orang Israel.

“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” (Yesaya 49:6)

Kabar keselamatan telah lama di kabarkan, semua bangsa Israel telah menanti-nantikan datangnya Juruselamat yaitu Mesias. Dari mulut nabi-nabiNya, berita itu disampaikan sampai genap waktunya Tuhan sendiri yang akan menyelamatkan manusia. Yesaya 43:12 mengatakan, Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, …” Tuhan sendiri yang memberitahukan sejak ribuan tahun lalu, dan Tuhan sendiri yang akan datang menyelamatkan dan Tuhan sendiri pula yang akan memberitakan kabar keselamatan tesebut. Serangkaian pekerjaan Tuhan yang dijelaskan dalam kitab Yesaya telah kita lihat hari ini. Berita injil keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus telah berkumandang keseluruh ujung bumi.

“Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15). Keselamatan bagi bangsa-bangsa telah tiba. Juruselamat itu ternyata datang bukan untuk membebaskan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain, tetapi datang untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal. Allah bukan hanya untuk bangsa Israel, sebab ia adalah Allah seluruh bumi. Ia adalah Tuhan bagi segala bangsa.

Sekarang berita tentang keselamatan itu telah diberitakan diseluruh dunia. Kata “memberitahukan” dan “mengabarkan” yang ditulis dalam kitab Yesaya 43:12, memiliki arti kata yang berbeda. Kata “memberitahukan” dari kata Nagad (naw gad’) dalam bahasa Ibrani yang artinya: pesan yang disampaikan didepan, sedangkan kata “mengabarkan” dari kata shama’ (shaw-mah’) dalam bahasa Ibrani yang berarti: memberitakan atau mempublikasikan sesuatu kejadian yang telah terjadi.

Allah sendiri yang menyampaikan janji keselamatan itu, Allah sendiri yang menyelamatkannya dan Allah sendiri yang mengabarkan berita keselamatan itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 3:5, Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Paulus tahu, pelayanan pemberitaan injil dan tugas kerasulan yang ia jalani adalah pekerjaan Allah, bukan pekerjaan manusia. Allah sendiri yang akan berkata-kata, kita semua umat tebusanNya hanyalah saksi-saksi bagiNya seperti yang dikatakan Yesaya 43:12, “Kamulah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN”.

Kita adalah saksi-saksiNya, kita diutus dan diberi kuasa dari tempat yang tinggi untuk menjadi saksiNya (Kisah Rasul 1:8, Lukas 24:48-49).

Sudahkah kita menjadi saksiNya? Sudakah kita memberitakan berita keselamatan itu? Mari kita melibatkan diri didalam pekerjaan Allah, menjadi saksi dalam memberitakan kabar baik, kabar keselamatan kepada seluruih dunia. Dimulai dari orang-orang yang berada didekat kita, katakanlah, “Keselamatan yang dari Allah telah datang!”

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (Roma 10:13-14)

Maka seperti yang dikatakan oleh Allah dalam kitab Yesaya 43:12, “dan Akulah Allah”. Kata tersebut, menunjukan bahwa didalam namaNya, Allah akan menyatakan kebesaranNya. Kesaksian kita akan diteguhkan dengan tanda-tanda dan mujizat (Ibrani 2:4). Kata-kata kita akan penuh kuasa dan urapan (Yohanes 3:34). Kita berbicara atas nama Allah, dan Allah sendiri yang akan menunjukan kebesaran namaNya. Ia adalah Juruselamat bagi segala bangsa.

Amin


Top Blogs