Posts Tagged ‘kristus’

h1

Juruselamat adalah Allah

23 May 2008

Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah.
(Yesaya 43:11-12)

Naskah Yesaya dari QumranKitab Yesaya ditulis kurang lebih pada tahun 700-680 SM. Naskah tertua yang ditemukan selain naskah yang disalin turun termurun (Massoretis), adalah naskah dari gua-gua di Laut Mati (Qumran) yang ditemukan tahun 1947. Usia naskah tersebut diperkirakan oleh para ahli arkeologi ditulis (disalin) pada tahun 125 SM. Naskah dari Laut Mati tersebut membuktikan teks salinan kitab Yesaya sebelumnya, yang dimiliki secara turun-temurun atau tradisi telah disalin dengan tepat huruf per huruf.

Didalam salah satu teks kitab Yesaya tersebut, dituliskan bahwa Juruselamat Isreal itu adalah Tuhan sendiri. “Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku” Ini adalah salah satu dari banyak ayat dalam kitab-kitab Perjanjian Lama yang menjelaskan bahwa Juruselamat itu adalah Tuhan Allah.

Tidak ada manusia yang dapat menjadi juruselamat bagi dirinya sendiri (Mazmur 49:8). Bahkan manusia yang meminta pertolongan kepada sesama manusia itu disebut sebagai hal yang sia-sia (Mazmur 60:13) dan terkutuk dihadapan Tuhan (Yeremia 17:5).

BERITA KESELAMATAN

Berita tentang datangnya Juruselamat yaitu Mesias, telah lama dikabarkan sejak Nabi Musa. Semua orang Israel menantikan Mesias datang sebagai Juruselamat. Sebelum Yesus datang, bangsa Israel menyangka Mesias datang untuk menyelamatkan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain. Bahkan murid-muridNya pada awalnya juga menyangka demikian, tersirat dalam pertanyaan murid-murid dalam Kisah Para Rasul 1:6, Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

Tetapi Tuhan datang sebagai Juruselamat, bukan untuk menyelamatkan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain, bukan pula datang untuk mendirikan kerajaan Israel, melainkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan untuk menyatakan datangnya Kerajaan Allah (Lukas 4:43), yang bukan berupa kerajaan jasmani didunia (Lukas 17:20-21).

Tuhan mengasihi seluruh manusia tidak peduli dari bangsa manapun juga, Ia datang sebagai Juruselamat bagi kita semua, bagi segala bangsa di seluruh dunia, bukan hanya bagi orang Israel.

“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” (Yesaya 49:6)

Kabar keselamatan telah lama di kabarkan, semua bangsa Israel telah menanti-nantikan datangnya Juruselamat yaitu Mesias. Dari mulut nabi-nabiNya, berita itu disampaikan sampai genap waktunya Tuhan sendiri yang akan menyelamatkan manusia. Yesaya 43:12 mengatakan, Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, …” Tuhan sendiri yang memberitahukan sejak ribuan tahun lalu, dan Tuhan sendiri yang akan datang menyelamatkan dan Tuhan sendiri pula yang akan memberitakan kabar keselamatan tesebut. Serangkaian pekerjaan Tuhan yang dijelaskan dalam kitab Yesaya telah kita lihat hari ini. Berita injil keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus telah berkumandang keseluruh ujung bumi.

“Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15). Keselamatan bagi bangsa-bangsa telah tiba. Juruselamat itu ternyata datang bukan untuk membebaskan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain, tetapi datang untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal. Allah bukan hanya untuk bangsa Israel, sebab ia adalah Allah seluruh bumi. Ia adalah Tuhan bagi segala bangsa.

Sekarang berita tentang keselamatan itu telah diberitakan diseluruh dunia. Kata “memberitahukan” dan “mengabarkan” yang ditulis dalam kitab Yesaya 43:12, memiliki arti kata yang berbeda. Kata “memberitahukan” dari kata Nagad (naw gad’) dalam bahasa Ibrani yang artinya: pesan yang disampaikan didepan, sedangkan kata “mengabarkan” dari kata shama’ (shaw-mah’) dalam bahasa Ibrani yang berarti: memberitakan atau mempublikasikan sesuatu kejadian yang telah terjadi.

Allah sendiri yang menyampaikan janji keselamatan itu, Allah sendiri yang menyelamatkannya dan Allah sendiri yang mengabarkan berita keselamatan itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 3:5, Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Paulus tahu, pelayanan pemberitaan injil dan tugas kerasulan yang ia jalani adalah pekerjaan Allah, bukan pekerjaan manusia. Allah sendiri yang akan berkata-kata, kita semua umat tebusanNya hanyalah saksi-saksi bagiNya seperti yang dikatakan Yesaya 43:12, “Kamulah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN”.

Kita adalah saksi-saksiNya, kita diutus dan diberi kuasa dari tempat yang tinggi untuk menjadi saksiNya (Kisah Rasul 1:8, Lukas 24:48-49).

Sudahkah kita menjadi saksiNya? Sudakah kita memberitakan berita keselamatan itu? Mari kita melibatkan diri didalam pekerjaan Allah, menjadi saksi dalam memberitakan kabar baik, kabar keselamatan kepada seluruih dunia. Dimulai dari orang-orang yang berada didekat kita, katakanlah, “Keselamatan yang dari Allah telah datang!”

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (Roma 10:13-14)

Maka seperti yang dikatakan oleh Allah dalam kitab Yesaya 43:12, “dan Akulah Allah”. Kata tersebut, menunjukan bahwa didalam namaNya, Allah akan menyatakan kebesaranNya. Kesaksian kita akan diteguhkan dengan tanda-tanda dan mujizat (Ibrani 2:4). Kata-kata kita akan penuh kuasa dan urapan (Yohanes 3:34). Kita berbicara atas nama Allah, dan Allah sendiri yang akan menunjukan kebesaran namaNya. Ia adalah Juruselamat bagi segala bangsa.

Amin


Top Blogs

Advertisements
h1

Tidak Ada Penonton

27 August 2007

Tidak ada penonton didalam gereja Tuhan. Semua adalah pemain.

Setiap Minggu kita duduk dibangku gereja, kita menyanyikan lagu pujian, kita mendengarkan kotbah yang diberitakan, dan kita pulang, demikian kita ulangi lagi minggu depan. Seakan kita adalah penonton, dan mereka menyebut kita jemaat biasa, mereka memanggil kita anggota gereja. Kita hanya datang dan mendengarkan, lalu pulang. Memang tidak salah dengan sebutan jemaat atau anggota, tetapi kita harus menyadari bahwa kita bukan penonton di gedung gereja seperti sedang menonton konser. Kita semua, seperti yang dikatakan Firman Tuhan, mempuyai bagian peran masing-masing.

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:16)

Setiap bagian dari tubuh Kristus, yaitu jemaat Allah, mempunyai tugasnya masing-masing. Tubuh Kristus terbentuk oleh pelayanan semua bagian dari tubuh tersebut, bukan hanya pelayanan dari pedeta, deaken atau penatua, tetapi semua orang yang menyebut dirinya jemaat Allah, adalah bagian dari tubuh Kristus yang mempunyai fungsinya sendiri-sendiri. Mereka adalah pelayan-pelayan Tuhan, mereka adalah pemain didalam gereja Tuhan, bukan penonton.

Banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini, karena itu pertumbuhan gereja Tuhan menjadi lambat, sebab setiap bagian dari tubuh tidak berfungsi, dan kita menyebut diri kita hanya jemaat bisa atau hanya anggota gereja, bukan pelayan Tuhan.

Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. (1 Korintus 12:27-31)

Didalam tubuh Kristus, setiap orang mempunyai bagiannya masing-masing, tidak semua menjadi rasul, tidak semua menjadi nabi, menjadi pengajar, tetapi setiap orang diperlengkapi oleh Allah pekerjaan baik yang harus mereka lakukan sebagai bagian dari anggota tubuh yang berfungsi (Efesus 2:10). Jika kita membayangkan melayani itu hanya menjadi rasul, nabi, guru, gembala dan penginjil, maka kita tidak akan pernah sampai kepada kepenuhan tubuh Kristus. Kita seharusnya melayani dengan karunia-karunia yang telah diberikan Roh kepada kita secara khusus.

Karena itu, nasihat Firman Tuhan, “berusahalah untuk mengetahui karunia apa yang diberikan kepada kita”, berusahalah untuk tetap tinggal didalamnya, maka Allah akan menyempurnakan pelayanan dari setiap bagian tubuh Kristus. Jangan membayangkan untuk menjadi nabi, guru, rasul, pengijil atau gembala, tetapi mari kita melihat apa karunia kita (Roma 12:3-4).

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. . . . (Roma 12:4-8). Bacalah seluruh pasal 12.

Tiap orang dilengkapi Tuhan dengan karunia yang berlainan, karena itu carilah tahu apa karunia utama anda, dan layani masing-masing anggota tubuh Kristus dengan karunia tersebut, baik menasihati, melayani, memperhatikan, membimbing, mengajar, memberi dan lain-lain. Setiap jemaat mengambil peran masing-masing didalam tubuh, mereka semua adalah pemain, bukan penonton didalam gereja.

Pantaskah kita berdiam diri, menjadi penonton didalam gereja? Hanya merasa cukup datang dan mendengar setiap minggunya. Kita tentu tidak pantas disebut anggota tubuh Kristus, sebab kita adalah bagian tubuh yang mati dan tidak berfungsi.

Mulai hari ini, mari kita terlibat didalam pelayanan dengan bersungguh-sungguh, bukan untuk menjadi pekerja gereja, bukan untuk menjadi pendeta, penatua atau deaken, atau jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi gerja, tetapi melalui karunia yang kita terima, masing-masing kita melayani sesama anggota tubuh Kristus. Bukankah Galatia 6:2 berkata, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

Kita melayani Allah, adalah melayani manusia, melayani mereka orang-orang beriman, saudara-saudara kita didalam Kristus. Bukan hanya menjadi song leader, menjadi singer, pemain musik, petugas usher atau pengkotbah yang melayani di gereja, tetapi setiap hari tugas anggota tubuh Kristus adalah melayani satu sama lain, didalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada saat jam kebaktian.

Ingatlah kata Tuhan Yesus dalam Matius 25:31-46, bukankah saat itu mereka berkata, “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:37-40).

Melayani Allah adalah melayani saudara seiman, mereka yang disebut sebagai saudara-Ku oleh Tuhan Yesus Kristus. Berikan mereka minum, maka upahmu tidak akan hilang di Kerajaan Surga (Markus 9:41).

Mari kita sebagai bagian dari tubuh Kristus, mengambil peran kita masing-masing dan berfungsi selayaknya anggota tubuh yang hidup. Layanilah saudara seiman dengan karunia yang telah diberikan Roh kepada kita, dan mari kita saling mengasihi dan tolong menolong.

Salam damai sejahtera.
Leonardi Setiono


Top Blogs